Alat Musik Kolintang dan Fungsi serta Berasal Dari

Posted on

Alat musik Kolintang adalah alat musik perkusi bernada dari kayu khusus yang disusun rapi. Nama lain dari Kolintang yaitu Kulintang. Adapun cara memainkannya yakni dipukul memakai alat tertentu. Suara yang dihasilkan yakni Tong, Ting dan Tang, suara Tong muncul ketika nada rendah dibunyikan, suara Ting muncul ketika nada tinggi dimainkan dan suara Tang muncul ketika nada tengah dimainkan.

Kabarnya, pelafalan Kolintang asalnya dari bahasa Minahasa yaitu Kumolintang (TongTingTang), terjadi proses dari pelafalan itu, lambat laun “Kumolintang” berubah menjadi Kolintang, dan nama Kolintang tersebut dipakai sampai sekarang. Semoga tetap lestari sampai akhir masa.

Kolintang via Kelung

Sejarah

Kehadiran Kolintang pada mulanya cuma terdiri atas beberapa potong kayu disusun berjejer di atas kaki-kaki pemainnya. Kemudian mulai dikembangkan memakai alas terbuat dari batang pisang. Kulintang mulai memakai kotak resonator sejak Pangeran Diponegoro datang ke Minahasa. Setelah Perang Dunia II, instrumen musik ini mulai mengalami perkembangan dalam segi nada, di mana nada yang dihasilkan lebih mengacu pada susunan nada universal.

Lihat: Tarian Adat Sulawesi Utara

Kabar baiknya, sekarang Kolintang mulai kembali digemari oleh generasi muda, terutama di daerah Minahasa. Dengan kreatifitas yang mereka, terjadilah kolaborasi Kolintang dengan alat musik lainnya dalam mengiringi lagu lagu pop, jazz atau rock. Musik modern tanpa menghilangkan khas tradisional.

Pada pertunjukkan upacara adat, pertunjukan tari-tarian, nyanyian daerah, bahkan kesenian lokal, alat musik Kolintang selalu mengiringanya. Jauh sebelumnya, Kolintang diperkirakan telah ada mulai zaman dulu di mana kala itu instrumen ini kerap dimainkan dalam ritual adat pemujaan roh leluhur. Kesan mistis memang tidak bisa dipisahkan.

Apa yang menyebabkan terjadinya pergeseran fungsi Kolintang? Yaitu ketika mulai masuknya agama Islam dan Kristen di tanah Minahasa. Mulai saat itu, Kolintang tak lagi dipakai sebagai pengiring upacara adat, namun lebih sering untuk mengiringi tarian, lagu daerah, atau pementasan musik lokal. Kegunaannya mengarah kepada hiburan untuk masyarakat.

Ketika pementasan, semua jenis instrumen Kolintang disusun berdasarkan formasi tertentu supaya menghasilkan perpaduan nada yang klop serta mudah dikombinasikan. Kolintang sendiri termasuk salah satu jenis Idiofon.

Asal Kolintang

Alat musik ini memang asli atau khas nusantara, bukan berasal dari Timur Tengah atau pun China. Melainkan berasal dari daerah Minahasa, Sulawesi Utara. Ini menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi kesenian Indonesia dan harus terus dilestarikan keberadaannya sampai kapan pun juga.

Lihat: Rumah Adat Sulawesi Utara

Pemerintah daerah yang ada di Sulawesi Utara harus membuat kebijakan untuk kepentingan alat musik daerahnya, terkhusus untuk instrumen Kolintang sendiri. Kemudian, masyarakat secara masif harus mendukung kebijakan pemerintah. Jangan sampai Kolintang yang sudah jelas asalnya dari Sulawesi Utara, tiba – tiba ada negara lain yang mengklaim bahwa Kolintang berasal dari negara. Mari sama – sama kita jaga kesenian daerah kita.

Ada banyak cara untuk melestarikan alat musik tradisional Indonesia. Salah satunya dengan mengenalkan kepada anak didik diseluruh Indonesia dan didukung dengan kampanye dari berbagai media, baik media cetak, eletronik atau sarana Komunikasi Daring.

Cara Memainkan

Berbeda dengan cara memainkan alat musik Sampe atau juga Gambus, cara memainkan Kolintang yaitu dengan memukul bilah – bilah kayu yang ada di hadapan pemain musik. Pada tiap bilah memiliki nada yang berbeda satu sama lainnya. Seorang pemain Kolintang membunyikan bilah – bilah kayu dihadapannya dengan memakai tiga buah alat pukul. Satu buah pemukul di tangan sebelah kiri dan dua buah tongkat lainnya di tangan kanan. Tongkat pemukul tersebut memiliki nomer urut dari 1, 2 hingga 3 dengan urutan posisi dan penempatan tertentu.

Tongkat nomor satu berada di tangan kiri. Tongkat nomor dua ada di tangan kanan, berada diantara telunjuk dan ibu jari. Dan tongkat nomor tiga berada di jari tengah dan jari manis. Cara memukul Kolintang menyesuaikan dengan ketukan dan irama dalam lagu. Cara memainkan yang unik dengan tiga buah tongkat inilah yang membuat Kolintang menarik dimata banyak orang. Namun penggunaan tiga buah tongkat pemukul tersebut tidak selalu diterapkan, untuk Kolintang yang khusus menghasilkan nada rendah seperti bass, pemain Kolintang hanya menggunakan dua buah tongkat pemukul.

Lihat: Pakaian Adat Sulawesi Utara

Demikian ulasan terkait dengan alat musik Kolintang ini kami sampaikan kepada para pembaca yang budiman. Semoga saja memberikan manfaat kepada bangsa dan negara. Jangan lupa untuk membagikan informasi ini kepada teman – teman Anda. Komentar dan saran dari Anda juga kami nantikan selalu.

https://www.kata.co.id/Seni/Alat-Musik-Kolintang/1958

http://www.artikelmateri.com/2017/07/kolintang-sejarah-asal-bentuk-gambar-cara-memainkan-fungsi.html

Wikipedia

Silahkan berkomentar