Alat Musik Sampe, Asal dan Cara Memainkannya

Posted on

Alat musik Sampe adalah bagian dari instrumen musik nusantara yang dibilang tradisional. Berasal dari daerah Kalimantan, tepatnya suku dayak Melayu Tuan yang awalnya menemukan dan memainkannya. Fungsi Sampe ketika itu adalah untuk mendampingi pelaksanaan acara tradisi berupa upacara adat Kalimantan Timur. Kini fungsinya pun berubah atau tepatnya bertambah, lebih kepada sebagai alat musik Indonesia yang memberikan hiburan kepada masyarakat setempat.  

Lebih spesifik alat musik sampe mempunyai kegunaan untuk menyatakan perasaan, baik perasaan riang gembira, rasa sayang, kerinduan, bahkan rasa duka nestapa. Berdasarkan sejarahnya, memainkan Sampe ketika siang hari dan malam hari memiliki perbedaan yang mendasar. Ketika dimainkan waktu siang hari, biasanya irama yang dihasilkan oleh Sampe menyatakan perasaan gembira dan suka-ria. Namun sebaliknya jika dimainkan pada malam hari yang lazim akan menghasilkan irama yang bernada sendu, syahdu, atau sedih. Keyakinan akan kesakralan Sampe memang betul bisa dirasakan karena suasana pedesaan dan nuansa adat pada saat itu masih sangat kental.

Sampe via Hownesia

Apa Bahan Untuk Buat Alat Musik Sampe?

Oke sekarang kita lihat tentang apa bahan dari Sampe. Berdasarkan informasi yang ditemukan dari laman Wikipedia, alat musik Sampe bahannya berasal dari kayu pilihan. Kayu yang dinilai memiliki kualitas baik sebagai bahan pembuat Sampe adalah jenis-jenis kayu sebangsa kayu Meranti, misalnya kayu pelantan, kayu adau, kayu marang, kayu tabalok, dan sejenisnya.

Adapun alasannya karena jenis kayu-kayu itu dipilih karena benar – benar kuat, tidak mudah pecah, keras, tahan lama, dan tidak mudah dirusak atau dimakan binatang seperti rayap atau sejenisnya. Semakin keras dan banyak urat daging kayunya, maka suara yang dihasilkan Sampe akan semaki baik pula dan enak didengar oleh telinga. Untuk Dawai atau senar Sampe, pada awalnya masih memakai tali yang berasal dari serat pohon enau atau aren, namun sekarang senar Sampe sering dibuat dari bahan kawat tipis sehingga bunyinya akan terdengar lebih nyaring.

Lihat: Pakaian Adat Dayak Kalimantan

Kebakaran hutan yang terjadi di daerah Kalimantan tentu sangat disayangkan karena banyak bahan kayu untuk membuat Sampe ikut terbakar. Kerugian materi dan immateril terjadi tanpa adanya perlindungan dari pemerintah. Semoga kebakaran hutan bisa di hentikan dan para pembakarnya, apakah itu personal atau perusahaan dikenakan sanksi yang tegas.

Cara Memainkan Sampe

Dapat disebutkan bahwa ada banyak jenis alat musik yang ada dalam kebudayaan suku Dayak. Ada alat musik yang dimaikan dengan ditiup dan di pukul. Sedangkan Sampe termasuk alat musik yang cara memainkannya dengan di petik.

Berdasarkan bahasa lokal, arti dari Sampe adalah “memetik dengan jari”. Berdasarkan makna namanya dapat dipahami dengan jelas bahwa Sampe merupakan perangkat musik yang dimainkan oleh seniman dengan cara dipetik seperti gitar dan Gambus.

Perlu diketahui oleh Anda, bahwa cara memainkan Sampe sangat berbeda dengan cara memainkan alat musik gitar. Kalau dalam memainkan gitar hanya memakai satu tangan saja untuk memetik senar, sedangkan tangan lainnya difungsikan untuk mengatur nada pada dawai yang terdapat pada gagang gitar. Tetapi lain halnya dengan Sampe di mana alat musik ini dapat dimainkan justru harus dengan jari-jari dari kedua belah tangan untuk memetik senarnya.

Dalam memainkan alat musik Sampe awalnya senar-senar Sampe diselaraskan dengan perasaan pemusik yang akan memetiknya. Hal ini disebabkan Sampe adalah alat musik yang berfungsi untuk menyatakan perasaan seseorang. Maka dari itu, hasil stem senar-senar Sampe tersebut berbeda-beda untuk setiap orang. Bunyi senar yang dihasilkan itu masih merupakan nada-nada dasar.

Kemudian, untuk menyelaraskan nada-nada lainnya harus dilakukan dengan memindah-mindahkan ndon, dengan cara ini Sampe pun bisa dimainkan sesuai dengan nada lagu yang diinginkan. Namun, jika akan memainkan lagu lain, maka ndon sampe juga harus diubah atau diselaraskan lagi dengan lagu yang diinginkan.

Lihat: Rumah Adat Kalimantan Timur

Jumlah senar pada Sampe adalah 3 senar meski ada juga Sampe yang bersenar 4 bahkan lebih. Pada awalnya dawai yang ada pada Sampe memakai tali dari serat pohon enau, tetapi seiring berjalannya sang waktu, Sampe sudah memakai kawat kecil sebagai dawainya. Pada bagian kepala Sampe (ujung gagang), dipasang hiasan ukiran yang menggambarkan taring-taring dan kepala burung enggang.

Kesimpulan

Sampe adalah warisan para leluhur dari zaman dahulu dan harus terus dilestarikan dari sekarang sampai generasi selanjutnya. Jangan sampai punah. Tugas untuk melestarikan adalah tugas semua masyarakat, meski harus mendapat back up dari pemerintah melalui kebijakan dan sarana – sarana lainnya.

Silahkan berkomentar