9 Alat Musik Tradisional Khas Bengkulu, Gambar dan Penjelasannya

Posted on

Alat musik tradisional khas Bengkulu yang mencakup tentang gambarnya dan penjelasannya merupakan informasi yang penting untuk disampaikan kepada para pembaca khususnya, dan warga negara Indonesia dari Sabang sampai Merauke secara umum.

Sedang untung wilayahnya, ulasan meliputi semua daerah yang ada di propinsi Bengkulu, termasuk Bengkulu Selatan. Uniknya, ada alat musik yang sebenarnya ditemukan di daerah luar bengkulu, namun juga di klaim sebagai alat musik khas Bengkulu. Mengapa bisa demikian? Salah satu sebabnya, instrumen musik tersebut adalah tradisi suku yang tersebar di beberapa daerah. Suku Jawa dan Melayu hampir tersebar relatif merata dari Aceh sampai Lampung. Kebiasaan suku Jawa dan adat istiadat Melayu yang gemar musik tidak bisa ditinggalkan didaerah asal mereka.   

Alat musik dari Bengkulu yang kami ulas ini juga memnyampakian tentang cara memainkannya meski hanya secara umum saja. Untuk lebih detailnya, Anda bisa kursus kepada orang yang sudah ahli dalam memainkan alat musik tersebut. Atau secara otodidak, Anda dapat belajar dengan melihat tutorial dari laman Komunikasi Daring bernama Youtube.

Masyarakat Bengkulu menggelar pertunjukkan seni musik tradisional pada momentum tertentu, seperti acara adat yang biasa digelar tiga bulan sekali, atau pada pesta perkawinan. Seiring berjalananya sang waktu dan banyaknya bermunculan instrumen musik modern, maka pelan tapi pasti alat musik Bengkulu yang ada sejak zaman dahulu akan terancam eksistensinya. Perlunya kebijakan dari pemerintah daerah untuk melestarikannya agar tidak punah ditelah sejarah.

Untungnya yang luar biasa untuk pembaca, sebelum kami menyampaikan alat musik khas Bengkulu ini, kami sudah mempublikasikan instrunem klasik dari daerah lain, seperti alat musik Sumatera Barat, alat musik Riau dan alat musik Lampung yang daerahnya berdekatan dengan Bengkulu, masih dalam wilayah pulau Sumatera.

Baiklah, untuk mempersingkat waktu, langsung saja Anda baca apa – apa saja alat musik tradisional khas Bengkulu yang perlu dikenali. Berikut informasinya.

1. Tasa

Ilustrasi Tasa via ekspetasia

Tasa adalah alat musik tradisional dari bengkulu yang diamainkan dengan cara dipukul. Tasa sebenarnya mirip dengan alat musik Rebana, bentuk dan cara memainkannya sama. Perbedaan antara kedua alat musik ini adalah dari bahan baku pembuatan alat musik ini sendiri. Jika rebana terbuat dari kayu dan kulit binatang sangat berbeda dengan tasa yang terbuat dari tembaga, besi plat ataupun alumunium yang dilapisi oleh kulit binatang dibagian atasnya. Alat musik yang satu ini biasa dimainkan pada acara Tabot bersamaan dengan alat musik Dol.

2. Redap

Redap Bengkulu via dictio

Alat musik berikutnya yang berasal dari daerah Bengkulu adalah Redap. Alat musik ini tergolong kepada alat musik pukul yang bentuknya seperti Gendang. Redap dibuat dari bahan baku kayu, rotan dan kulit binatang sapi ataupun kambing. Masyarakat Bengkulu biasa memainkan alat musik ini pada acara -` acara daerah. Redap biasanya dimainkan bersamaan dengan alat musik lain seperti Gendang Panjang dan Serunai.

3. Kulintang/kolintang

Kulintang Bengkulu via Google Image

Kita mungkin sudah pernah mendengar nama alat musik yang satu ini, Kulintang atau Kolintang. Alat musik satu ini biasa kita jumpai di beberapa daerah di pulau Sumatera. Karena penyebaran suku yang hampir merata disemua daerah di pulau sumatera maka tak heran jika alat musik yang dijadikan sebagai alat musik tradisional daerah terkadang sama dengan daerah lainnya. Kolintang sendiri adalah sebuah alat musik yang terdiri dari susunan gong kecil yang dibuat berbaris rapi mendatar dalam sebuah wadah kayu. Alat musik ini dimainkan dengan cara dipukul.

4. Doll

Doll via Halokawan

Dari namanya kita bisa merasakan bahwa alat musik yang satu ini memiliki keunikan yang berbeda dengan alat musik lainnya. Doll biasanya dimainkan oleh masyarakat bengkulu hanya pada saat perayaan Tabot. Tak sembarang orang boleh memainkan alat musik yang satu ini. Alat musik ini hanya boleh dimainkan oleh keturunan asli tabot. Tabot adalah salah satu suku yang ada di Bengkulu yang merupakan percampuran antara India dan Bengkulu.

Alat musik ini terbuat dari bonggol kelapa, Kayu nangka dan memiliki panjang sekitar 70-125 cm dengan tinggi sekitar 80cm. Alat musik ini memiliki bentuk fisik mirip dengan bedug yang diberi ornamen warna warni.

5. Gendang Panjang

Gendang Panjang via Silontong

Gendang panjang adalah alat musik tradisional asal Bengkulu yang biasa dimainkan pada upacara adat pernikahan ataupun upacara penyambutan tamu penting. Biasanya alat musik ini dimainkan bersamaan dengan alat musik lain dan dimainkan dengan cara dipukul menggunakan telapak tangan. Keunikan dari Gendang Panjang ini adalah dibagian kepalanya (bagian kulit untuk dipukul) terbagi menjadi dua. Bahan baku pembuatan gendang panjang ini adalah kayu dan kulit binatang yang dibuat berbentuk silindris.

6. Genderang Perang

Genderang Perang via Blogger

Satu lagi alat musik tradsional Bengkulu yang memiliki nama yang unik yaitu Gendang Perang. Tak ada keterangan yang jelas mengapa Gendang yang satu ini dinamakan sebagai Gendang perang. Hanya saja memang alat musik satu ini dipakai ketika akan memberikan semangat kepada para prajurit ketika akan berperang melawan penjajah di masa lampau.

7. Serunai Bengkulu

Serunai Bengkulu via kemdikbud

Serunai menjadi salah satu alat musik tradisional asal Bengkulu yang sama dengan Serunai yang dipakai oleh masyarakat Sumatera Barat. Bentuk fisik dan memainkan alat musik ini sama. Alat musik ini memang sejak lama digunakan oleh masyarakat Bengkulu sebagai salah satu instrumen musik terutama di daerah-daerah yang terdapat banyak suku Minang.

8. Akordion/Harmonium

Akordion atau harmonium adalah alat musik yang memerlukan keterampilan khusus untuk memainkannya. Alat musik ini adalah salah satu alat musik yang bias dimainkan oleh masyarakat adat Melayu yang tinggal di daerah bengkulu. Alat musik ini biasa dimainkan dalam sebuah orkestra Melayu bersama dengan alat musik lainnya.

9. Gong Bengkulu

Gong Bengkulu via Liputanbengkulu

Gong merupakan alat musik yang bisa kita jumpai dibanyak daerah dinusantara. Penyebaran alat musik ini bersamaan dengan penyebaran suku Jawa di nusantara. Alat ini sebenarnya adalah alat musik tradisional asli dari Jawa. Gong biasanya di mainkan oleh masyarakat adat Jawa pada saat upacara pernikahan ataupun uapacara adat lainnya. Alat musik ini dimainkan bersamaan dengan alat musik lainnya yang akan menghasilkan irama tertentu. `

Lihat: Alat Musik Batak Toba

Cara Melestarikan Alat Musik Bengkulu

Perlunya cara yang efektif dalam melestarikan alat – alat musik Bengkulu merupakan cerminan dari realitas dilapanagan. Dimana banyak alat musik tersebut mulai ditinggalkan oleh seniman Bengkulu. Mereka beralih kepada alat musik yang tren di zaman sekarang. Padahal, alat musik tradisional Bengkulu merupakan warisan sejarah yang tidak bisa dinilai dengan materi. Sangat sayang jika di kaburkan keberadannya.

Maka dari itu, perlunya beberapa cara untuk melestarikan alat musik Bengkulu yang menurut hemat kami ada 3 langkah, yaitu:

1. Kebijakan Pemerintah

Sebagai pemangku kekuasaan sudah selayaknya menjaga warisan dari para leluhur dahulu kala. Apa saja itu, termasuk alat musik tradisional yang menyatu dengan masyarakat zaman dulu.

Pemerintah bisa mengeluarkan kebijakan contohnya seperti mewajibkan warga Bengkulu untuk belajar bermain alat musik tradisional. Hal ini akan menstimulus kecintaan warga setempat terhadap kearifan lokalnya.

2. Membangun Kesadaran Masyarakat

Tanpa adanya terbentuk kesadaran masyarakat tentang pentingnya merawat dan menjaga alat musik tradisional, maka apapun kebijakan dibuat omong kosong belaka. Maka dari itu kesadaran masyarakat sangat penting keberadaannya.

Salah satu cara untuk membangun kesadaran masyarakat adalah dengan melakukan kampanye secara masif, baik dilingkungan lembaga pendidikan dan diluarnya. Bisa juga kampanye menggunakan media sosial dan media cetak.

Dibentuk macam – macam komunitas yang terus menjadi media kampanye guna percepatan kesadaran masyarakat.

3. Dijadikan Objek Wisata

Guna meningkatkan jumlah turis yang datang ke daerah Bengkulu, maka jangan hanya mengharapkan pada destinasi wisata yang ada saja. Perlu sebuah gerakan inovasi kreatif dengan mengkemas alat musik Bengkulu menjadi destinasi wisata. Selain eksistensinya terjaga, juga ada dampak positif secara ekonomi guna menambah pendapatan daerah.

Lihat: Alat Musik Khas Jambi  

Demikian informasi mengenai alat musik tradisional khas Bengkulu ini kami sampaikan untuk para pembaca yang budiman dan semoga memberikan manfaat. Jangan lupa berikan saran dan kritik yang membangun guna kemajuan blog ini.