15 Alat Musik Tradisional Khas Sumatera Barat, Gambar dan Keterangan

Posted on

Alat musik tradisional khas Sumatera Barat dan gambar adalah sebuah informasi yang mengulas tentang kesenian yang digunakan oleh suku Padang di daerah yang dikenal sebagai Ranah Minang. Ada banyak jenis alat musiknya yang menarik untuk dikenali oleh siapa saja, tidak hanya mereka yang sedang belajar di sekolah atau perguruan tinggi.  

Alat musik tradisional Sumatera Barat beserta gambarnya merupakan artikel kesekian dari kami yang kami publikasikan untuk para pecinta seni Indonesia. Kenapa hal ini penting? Banyak alasannya. Salah satunya, banyak sekali kita temukan generasi muda Indonesia yang tidak mengenali alat musik tradisional Indonesia. Jika kenal saja tidak, maka bagaimana cinta akan tumbuh?

Dari situlah kami merasa bahwa alat musik khas dari Sumatera Barat ini kami upayakan untuk dipublikasikan melalui sarana Komunikasi Daring. Dengan keterbatasan waktu yang ada, kami berusaha sekuat tenaga mengumpulkan satu persatu nama – nama alat musiknya. Tidak cuma itu, ada beberapa alat musik Padang yang kami sertakan informasi cara memainkannya.

Judul ini juga selaras jika disebut membahas alat musik tradisional Padang. Karena Padang adalah nama ibu kota dari Sumatera Barat yang kini banyak melahirkan tokoh nasional, mulai dari tokoh politik, seniman, pendidik dan tokoh budaya. Salah satu tokoh yang legendaris adalah ulama yang dikenal dengan nama Buya Hamka.

Mungkin pada kesempatan ini, alat musik tradisional propinsi Sumatera Barat tidak lengkap kami menyampaikannya dan jika Anda ketahui itu, kami persilahkan Anda untuk memberikan masukan kepada kami guna menjadikan informasi ini lebih sempurna.

Pada beberapa waktu yang lalu, kami pun sudah memposting tentang alat musik yang ada dipulau Sumatera, mulai dari alat musik Aceh dan alat musik khas Sumatera Utara serta alat musik Riau. Dan artikel yang Anda baca sekaan ini adalah lanjutan dari artikel sebelumnnya.

Baiklah, berikut ini informasi selengkapnya.

1. Serunai / Sarunai (Klarinet Minang)

Serunai Minang via Youtube

Alat musik yang ini lebih dikenal sebagai alat musik tiup tradisional Minang. Pada umumnya Puput Serunai dibunyikan pada acara-acara keramaian adat, seperti perkawinan, perhelatan penghulu (batagak pangulu) dan lain-lain. Atau ditiup secara santai oleh perorangan, pada saat memanen padi atau diladang. Boleh jadi ia dimainkan secara solo atau sendirian, dan bisa pula secara koor, atau digabung dengan alat musik tradisional lainnya, seperti Talempong, Gendang dan sebagainya.

Bahan untuk membuat alat musik ini adalah kayu capo ringkik atau dari bambu talang seukuran ibu jari tangan sebagai penata bunyi. Capo ringkik itu adalah sejenis perdu, kayunya keras tetapi bagian dalam lunak, sehingga mudah dilubangi. Panjangnya sekitar 20 cm, diberi 4 lubang berjarak 2,5 cm, yang berfungsi mengatur irama. Nadanya hanya do-re-mi-fa-sol atau disebut nada pentatonis. Nada ini yang lazim pada alat musik tradisional Minang. Alat musik ini sering dimainkan saat menanam padi, upacara panen, atau bahkan mengiringi pertandingan silat (silek).

2. Bansi

Bansi Minang via Bukalapak

Bansi adalah suling khas suku Minang yang terbuat dari bambu dengan 7 buah lubang nada di bagian sisinya. Bansi termasuk jenis alat musik aerophon karena membutuhkan udara atau tiupan untuk menghasilkan irama. Dibandingkan alat musik tiup tradisional lainnya di nusantara, Bansi khas Minang cenderung lebih mudah dimainkan. Bansi dapat memainkan lagu-lagu tradisional maupun modern karena memiliki nada standar.

Ukuran Bansi adalah sekitar 33,5 – 36 cm dengan garis tengah antara 2,5 – 3 cm. Bansi juga terbuat dari talang (bambu tipis) atau sariak (sejenis bambu kecil yang tipis).

3. Gandang Tabuik (Gendang Minang)

Gandang Tabuik via Blogger

Gendang ini termasuk jenis gendang yang punya dua muka (sisi untuk ditabuh) yang terbuat dari kulit kambing. Gendang ini biasanya dimainkan pada acara- acara adat yang sakral. Tingginya 54 sentimeter dan diameternya 46 sentimeter sehingga cukup mengesankan dan menimbulkan suara nyaring ketika ditabuh. Penampilannya mirip dengan bedug atau gendang biasa, namun terkadang dalam acara gendang ini dihias dengan warna-warni menarik.

4. Pupuik Batang Padi

Pupuik Batang Padi via Wikipedia

Alat musik tradisional ini dibuat dari batang padi. Pada ujung ruas batang dibuat lidah, jika ditiup akan menghasilkan celah, sehingga menimbulkan bunyi. Sedangkan pada ujungnya dililit dengan daun kelapa yang menyerupai terompet. Bunyinya melengking dan nada dihasilkan melalui permainan jari pada lilitan daun kelapa. Suaranya yang nyaring melengking menjadi pengiring wajib untuk mengiringi berbagai upacara adat termasuk upacara panen.

5. Pupuik Tanduak

Pupuik Tanduak via Indonesiakaya

Pupuik Tanduak adalah sebuah alat musik tradisonal yang dimainkan dengan cara di tiup. Alat musik ini dibuat dari tanduk, bambu kecil atau batang padi. Bagian bawah di sambung dengan tanduk kerbau yang berbentuk melengkung. Bagian ujung tanduk yang kecil dibuang hingga terdapat lubang di ujungnya.

Pupuik Tanduak termasuk alat musik sederhana yang memiliki nada tunggal. Karena itulah instrumen ini tidak digunakan sebagai aransemen pengiring suatu tarian atau lagu. Fungsi dari Pupuik Tanduak lebih dominan sebagai kode atau isyarat bagi masyarakat setempat. Alat ini dibunyikan sebagai penanda waktu subuh dan maghrib. Pupuik Tanduak juga digunakan sebagai isyarat adanya pengumuman dari pemuka kepada warga kampung.

6. Rabab Minang

Rebab Minang via Youtube

Rabab atau lebih dikenal dengan Biola adalah kesenian tradisional yang umurnya sudah tergolong tua. Sebutan rabab pada biola ini berkaitan dengan latar belakang sejarahnya. Alat musik ini pada awalnya dibawa oleh pedagang-pedagang dari Aceh yang datang ke Minangkabau untuk berdagang dan menyebarkan Islam. Rabab adalah alat musik gesek tradisional khas Minangkabau yang terbuat dari tempurung kelapa.

Kesenian Rabab sebagai salah satu kesenian tradisional yang tumbuh dan berkembang dalam kebudayaan masyarakat Minangkabau, tersebar dibeberapa daerah dengan wilayah dan komunitas masyarakat yang memiliki jenis dan spesifikasi tertentu.

7. Saluang

Saluang via Blogger

Saluang adalah alat musik tradisional khas Minangkabau, Sumatra Barat. Yang mana alat musik tiup ini terbuat dari bambu tipis atau talang. Secara etimologis, nama saluang diambil dari nama seruling panjang yang kerap kali menjadi alat musik pengiring dalam pertunjukan musik Saluang. Permainan musik ini dapat dinikmati pada acara perkawinan, batagak rumah adat Padang (Mendirikan Rumah), batagak pangulu, dan lain-lain. Dendangan Saluang sendiri berisikan pesan, sindiran, dan juga kritikan halus. Dendangan tersebut dapat mengembalikan ingatan si pendengar terhadap kampung halaman ataupun terhadap kehidupan yang sudah, sedang, dan akan dijalani.

Alat musik ini termasuk dari golongan alat musik suling, tetapi lebih sederhana pembuatannya, cukup dengan melubangi talang dengan empat lubang. Panjang saluang kira-kira 40-60 cm, dengan diameter 3-4 cm. Dalam mebuat saluang ini kita harus menentukan bagian atas dan bawahnya terlebih dahulu untuk menentukan pembuatan lubang, kalau saluang terbuat dari bambu, bagian atas Saluang merupakan bagian bawah ruas bambu. Pada bagian atas Saluang diserut untuk dibuat meruncing sekitar 45 derajat sesuai ketebalan bambu. Untuk membuat 4 lubang pada alat musik tradisional saluang ini mulai dari ukuran 2/3 dari panjang bambu, yang diukur dari bagian atas, dan untuk lubang kedua dan seterusnya berjarak setengah lingkaran bambu. Untuk besar lubang agar menghasilkan suara yang bagus, haruslah bulat dengan garis tengah 0,5 cm.

8. Saluang Pauh / Salung Pauh

Saluang Pauh via Youtube

Salung Pauh memiliki 6 lobang, bagi penyampaikan kaba (cerita) bunyi tiupan Salung sangat di perhatikan, bila lobang di tutup 4 atau 6 bunyi akan berbeda, sehingga penyampai kabar akan dapat memahami dan mengiring irama bunyi salung tersebut. Salung Pauh biasa mengisahkan sebuah cerita sangat menarik untuk di dengar dan di pahami, dalam ceritanya dan isinya banyak pesan-pesan tentang kehidupan anak manusia di masa lalu, sebagai contoh bagi kita semuanya.

9. Talempong (Bonang Minang)

Talempong Minang via Kemdikbud.go.id

Talempong adalah sebuah alat musik pukul tradisional khas suku Minangkabau. Bentuknya hampir sama dengan instrumen Bonang dalam perangkat Gamelan. Talempong dapat terbuat dari kuningan, tetapi ada pula yang terbuat dari kayu dan batu. Saat ini talempong dari jenis kuningan lebih banyak digunakan. Talempong biasanya digunakan untuk mengiringi tarian pertunjukan atau penyambutan, seperti Tari Piring yang khas, Tari Pasambahan, dan Tari Gelombang. Talempong juga digunakan untuk melantunkan musik menyambut tamu istimewa.

Talempong berbentuk lingkaran dengan diameter 15 sampai 17,5 sentimeter, pada bagian bawahnya berlubang sedangkan pada bagian atasnya terdapat bundaran yang menonjol berdiameter lima sentimeter sebagai tempat untuk dipukul. Talempong memiliki nada yang berbeda-beda. Bunyinya dihasilkan dari sepasang kayu yang dipukulkan pada permukaannya. Talempong biasanya dibawakan dengan iringan akordeon, instrumen musik sejenis organ yang didorong dan ditarik dengan kedua tangan pemainnya. Selain akordeon, instrumen seperti saluang, gandang, serunai dan instrumen tradisional Minang lainnya juga umum dimainkan bersama talempong.

10. Talempong Batu Talang Anau

Talempong Batu Talang Anau via Sindonews

Alat musik ini bisa ditemukan di daerah Payakumbuh. Talempong yang ditemukan di Talang Anau Suliki ini, berbeda sama sekali dengan talempong lazimnya karena terbuat dari batu dengan ukuran yang sangat besar berjumlah 6 buah dan sudah ada sejak zaman dahulu. Bunyi yang dihasilkan persis sama dengan alat musik talempong, sehingga dinamakan Batu Talempong Talang Anau, terletak 38 km arah utara kota Payakumbuh.

11. Tambua

Tambua via Youtube

Nama lain dari alat musik ini adalah Tambur yang merupakan alat musik perkusi populer di Sumatera Barat yang sederhana namun mampu menimbulkan kemeriahan di acara atau pertunjukan adat apapun. Tambua terdiri dari satu set tambur yang terbuat dari kayu dan kulit kambing dengan ukuran masing-masing lumayan besar. Tinggi masing-masing tambua sekitar 75 sentimeter sementara diameternya mencapai setengah meter. Satu set tambua terdiri dari enam buah tambur dan semuanya berukuran sama, serta dimainkan oleh sekelompok pemuda.

12. Aguang

Aguang via budaya-indonesia.org

Aguang adalah panggilan khusus orang Minang untuk alat musik yang mempunyai bentuk layaknya Gong. Aguang mempunyai bentuk mirip seperti daerah lain, bundar dan digunakan dengan cara dipukul memakai pemukul khususnya. Pemakaian Gong Minang juga sering dipakai untuk pentas musik.

Seringnya aguang digunakan oleh para ibu-ibu lengkap dengan aksesoris dan pakaian adat. Permainan alat musik ini minimal membutuhkan 2 orang untuk menggunakannya untuk bagian kanan dan kiri aguang.

13. Pupuik Batang Padi

Pupuik Batang Padi adalah salah satu jenis alat musik tradisional Miangkabau yang dibuat dari batang padi. Padi yang ujungnya dibuat lidah yang fungsinya untuk meniup nantinya, tiupan pemain nantinya akan mengeluarkan celah dan disitulah bunyi yang ditimbulkan.

Bunyi yang dihasilkan alat musik ini sangat tinggi dan melengking, tetapi nada yang dikeluarkan bergantung dari kelihaian pemain jarinya di lilitan yang dibuat dari kelapa itu. Sekarang penggunaan alat musik ini sangat jarang ditemukan karena posisinya digantikan oleh alat musik modern seperti terompet, terutama disaat perayaan tahun baru.

14. Tansa

Tansa via cintaindonesia.web.id

Tansa terbuat dari bahan alumunium yang permukaannya ditutup kulit tipis. Alat musik ini berupa bejana berbentuk kuali dengan diameter 14 inch dan ditutup dengan kulit binatang.  Dulu, membuat alat musik Tansa dengan menggunakan kulit kijang, tapi sesuai dengan perkembangan zaman, kulit kijang sudah mulai tidak pakai lagi, saat ini tansa memakai mika plastic / drum head. Meski begitu, Tansa masih tergolong alat musik tradisional. Perubahan bahan membuatnya tidak mempengaruhi jenis alat musik tersebut.

15. Sampelong

Sampelong via Youtube

Sampelong merupakan alat musik aerofon yang berasal dari nagari Talang Maur, kecamatan Mungka, kabupaten Limapuluh Kota. Nada sampelong adalah nada-nada lagu Budha. Ini dibuktikan dengan kesamaannya dengan nada yang ada di Thailand sebuah bangsa yang kebudayaan dan seninya berakar pada agama Budha dan juga di Palembang daerah yang pernah menjadi tempat berkembangnya agama Budha.

Bahan yang digunakan dalam pembuatan sampelong ini adalah Bambu. Untuk menghasilkan bunyi yang bagus maka dibutuhkan bambu yang telah matang atau kadar airnya sudah habis. Melobangi pada bagian bambu ( jarak dari bawah ke lubang 1 adalah satu lingkaran benang, dari lubang 1 ke lubang 2 satu lingkaran benang, dari lubang 2 ke lubang 3 adalah ½ lingkaran benang, dari lubang 3 ke lubang 4 juga ½ lingakaran benang, dari lubang 4 ke lubang resonator adalah 1 ½ lingakaran benang).

Lihat: Makanan Tradisional Sumatera Barat

Tempat Melihat Alat Musik Padang

Anda mungkin ingin melihat alat musik khas Padang Sumatera Barat lebih dekat. Artinya Anda merasa tidak puas jika hanya melihat di laman internet atau dalam versi digital saja. Jika Anda memang inginkan hal ini, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan.

Pertama: Beli di toko musik yang ada di kota Anda. Biasanya pengusaha yang menjual alat musik menyediakan banyak alat – alat musik tradisional dan modern untuk bisa Anda lihat dan beli. Atau Anda bisa memanfaatkan jaringan internet untuk membelinya di toko online.

Kedua: Ada juga bisa datang ke Padang. Namun untuk lebih lengkap, Anda bisa langsung datang ke museum kesenian yang ada di propinsi Sumatera Barat. Anda sebagai pendapat bisa manfaatkan jaringan rental mobil Padang untuk sampai ke tujuan Anda.

Lihat: Rumah Tradisional Sumatera Barat

Demikian ulasan kami yang membahas tentang alat musik tradisional Sumatera Barat beserta gambarnya. Jadilah pembaca cerdas yang selalu kritis dalam menerima informasi. Ayo sampaikan kritik atau saran Anda melalui kolom komentar yang ada di bawah ini.