19 Alat Musik Tradisional Khas Sumatera Utara, Gambar dan Penjelasan

Posted on

Alat musik tradisional khas daerah Sumatera Utara adalah kesenian yang merupakan bagian dari kesenian negara Indonesia. Keberadaannya harus mendapat perhatian banyak orang, khususnys mereka yang bergelut didunia seni, baik seni musik dan seni tari.

Alat musik Sumut memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan dengan alat – alat musik dari daerah lain. Kita ambil contoh dengan alat musik Aceh yang meski bersebelahan secara geografis, namun tetap saja terjadi perbedaan. Suku di Sumut lebih majemuk dibandingkan Aceh yang cendrung homogen sehingga dengan mudah menerapkan aturan syariat Islam di daerahnya dan mengklaim sebagai Serambi Mekkah.

Warga Sumut menjadikan alat musik tradisional seagai sarana untuk menghibur dan mengisi berbagai acara adat, bisa setahun sekali atau dua kali. Seiring berjalan waktu, alat musik tersebut juga dihadirkan pada acara keluagra, seperti pernikana dan sunatan sekaligus menjadi pengiring pertunjukan tarian daerah yang beribukota Medan ini.

Beberapa alat musik khas Sumut tidak lagi sering dipakai disebabkan sudah ada alternatif berupa alat musik modern. Akankah eksistensi alat musik tradisional di Sumut hanya tinggal sejarah saja? Bisa iya dan bisa tidak. Sampaikan pendapat kamu dikolom komentar.

Bagi Anda yang sudah kenal dengan makanan tradisional Sumatera Utara, kini saatnya Anda kenali macam – macam alat musik khas Sumatera Utara juga. Dari hasil kerja keras yang kami lakukan, kami berhasil mengumpulkannya. Semoga informasi ini dapat membantu khususnya para pelajar Indonesia yang mendapat tugas dari guru di sekolah. Atau bagi siapa saja yang memerlukannya.

Berikut informasinya

1. Doli-doli

Doli-doli termasuk alat musik Sumut yang unik
Doli – doli via Blogger

Sekilas alat musik yang satu ini terlihat sama seperti alat musik angklung. Meski sama-sama alat musik pukul namun dalam memegang dan menggunakannya sangatlah berbeda. Pada daerah Melayu alat musik ini biasa disebut dengan Kolintang. Doli-Doli dibuat dari 4 bilah kayu.

Alat musik ini bisa ditemukan di daerah Pulau Nias. Alat musik ini dimainkan secara bersamaan dengan alat musik tradisional yang lain seperti Aramba dan Pakpak.

2. Aramba

Aramba, tergolong alat musik khas Sumut
Aramba via dictio

Aramba adalah alat musik yang terbuat dari tembaga kuningan / logam perunggu. Aramba dimainkan dengan cara memukul di bagian yang berbentuk bundar dan menonjol pada bagian tengahnya. Bentuk alat musik tersebut mudah untuk dikenali karena adanya bentuk bundar yang menonjol di atasnya.

Aramba biasanya mempunyai diameter 40cm – 50cm. Namun ada juga yang memiliki diameter 60cm-90cm yaitu Aramba yang biasa dipakai oleh keturunan atau keluarga bangsawan yang dikenal dengan aramba Fatao dan Hongo.

3. Druri Dana

Druri Dana via Blogger

Alat musik yang satu ini memiliki bentuk yang sangat unik. Jika melihat bentuknya tak banyak orang yang tahu jika benda ini adalah sebuah alat musik. Druri Dana adalah jenis alat musik pukul yang mengeluarkan suara seperti suara angklung. Alat musik ini terbuat dari bambu.

4. Garantung / Kolintang

Garantung via Silontong

Garantung merupakan alat musik tradisional dari toba, provinsi Sumatera Utara. Alat musik ini terbuat dari kayu dan bentuknya ditata rapi dan mempunyai 5 bilah nada yang berfungsi sebagai pembawa melodi. Garantung masuk dalam golongan Xylophone (batang-batang yang mengeluarkan nada). Alat musik Garantung memiliki susunan yang terdiri dari 7 wilahan yang tersusun rapi, digantung diatas kotak yang kegunaannya sebagai resonatornya.

Selain untuk pengiring melodi, Garantung terkenal juga sebagai penstabil ritme variable di setiap lagu – lagu dengan menggunakannya dengan teknik Mamalu. Salah satunya adalah ketika dimainkan untuk lagu daerah Sumatera Utara. Garantung digunakan dengan dua buah stik di tangan kanan dan kiri. Teknik yang sering digunakan ialah tangan kiri sebagai pembawa melofi dan ritme (memukul bagian tankai Garantung sekaligus saat memainkan lagu).

5. Gonrang

Gonrang via Blogger

Gonrang adalah alat musik dari Simalungun propinsi Sumatera Utara. Pada kesenian dan kebudayaan Simalungun, Gonrang mempunyai dua makna yaitu religi/sakral dan bersifat rekreatif (menghibur).

Gonrang tidak bisa lepas dari kehidupan dan acara adat dalam budaya Simalungun. Biasanya Gonrang selalu di gunakan di acara-acara penting seperti pernikahan , kematian dan pesta upacara adat daerah Sumatera Utara.

6. Faritia

Faritia via Blogger

Bentuk alat musik ini hampir sama dengan Talempong dari Padang dan Gamelan yang merupakan kesenian daerah Jawa. Faritia terbuat bahan logam atau kuningan, alat musik ini masuk dalam golongan alat musik idiophone. Awalnya Fatiria adalah alat barter pada jaman dulu lalu yang juga di kenal sebagai alat musik tradisional Nias.

Fatiria berbentuk bundar dengan diameter 23 cm dan mempunyai tebal 4 cm dengan bagian tengah yang menonjol. Fatiria digunakan dengan cara di pukul, alat pemukul yang disebut dengan Simalambuo atau kayu Duria. Faritia memang mirip dengan Gong hanya saja ukurannya yang lebih kecil daripada Gong.

7. Ole-Ole

Ole-Ole via Blogger

Ole-ole adalah alat musik sederhana yang masuk ke dalam jenis alat musik yang mempunyai sifat instrumen solo. Alat musik ini merupakan jenis alat musik tiup tradisional yang mempunyai badan yang di buat dari batang padi dan resonatornya dibuat dari daun kelapa atau enau.

Pada satu ruas padi itu pangkal ujung dekat ruasnya dipecah-pecah sedemikian rupa, agar pecahan batang tadi jadi penggetar udara untuk penghasil bunyi alat musik Ole-ole. Alat musik tiup ini juga memiliki lubang di batangnya. Lubang nada di alat ini tidak beraturan tergantung pada pembuat alat musik tersebut dan nada-nada yang ingin di capai, dibuat sedemikian rupa karena alat musik ini dibuat untuk hiburan pribadi.

8. Gordang

Gordang via Indonesiakaya

Gordang adalah instrumen musik yang tersusun dari 9 Gendang. Gordang biasa dimainkan saat ada pementasan upacara adat, penyambutan, acara pernikahan dan juga kadang untuk “acara kematian” .  Gordang adalah alat musik tradisional Sumatera Utara yang digunakan dengan cara dipukul, gendang ini mempunyai peran sebagai pengatur ritme.

9. Panggora

Panggora via Google Image

Panggora adalah alat musik yang berjenis Gong tetapi mempunyai bunyi yang lumayan unik terdengar ditelinga. Panggora merupakan Gong yang paling besar dengan diameter mencapai 37 cm dengan tebal 6 cm. Panggora dibuat dari logam seperti besi, kuningan atau perunggu. Suara yang dikeluarkan juga nyaring dan keras.

Keunikan suara dari alat musik panggora ini berasal dari pukulan dengan menggunakan stik, lalu setelah suara muncul nanti diredam dengan menggunakan tangan.

10. Hapetan atau Hasapi

Hapetan via Blogger

Alat musik ini memiliki bentuk fisik yang sangat mirip dengan Kecapi. Hapetan merupakan alat musik petik tradisional asli Sumut. Hal ini menyebabkan beberapa suku asli Sumatra Utara seringkali menyebut Hapetan sebagai Hasapi, Kecapi atau pun Kecapi.

Alat musik tradisi ini dimasukkan ke dalam kelompok alat musik dawai atau juga senar. Alat musik hapetan sendiri, terdiri dari beberapa bagian, di antaranya :

Pertama: Hasapi ende atau disebut pluked lute dua senar, yaitu instrumen yang membawakan melodi dan juga instrumen yang dinilai paling penting di dalam sebuah ensambel gondang hasapi.

Kedua: Hasapi doal atau biasa disebut pluked flude dua senar, instrumen yang satu ini mirip seperti hasapi ende. Hanya saja dalam permainannya, hasapi doal memiliki peran untuk membawakan ritem konstan.

11. Gendang Singanaki

Gendang Singanaki via Blogger

Gendang Singanaki dibuat menggunakan bahan Kayu dan potongan kulit binatang. Gendang Singanaki mempunyai 2 bagian berbeda yaitu penganaki dan anak gendang yang dijuluki Gerantung  atau enek-enek. Alat musik ini dikenal oleh masyarakat Sumut sebagai alat musik tradisional ini berasal dari daerah Karo.Gendang Singanaki dipakai sebagai alat penentu ritme dalam sebuah ensambel musik.

Alat musik ini biasa dimainkan bersamaan dengan alat musik lain seperti Sarune, Gendang Singanaki sering dimainkan di upacara adat yang bernuansa religi atau acara guro-guro aron.

12. Gung dan Penganak

Gung dan Penganak via WordPress

Penganak dan Gung tergolong dalam jenis suspended idiophone/gong berpencu yang memiliki persamaan dari segi konstruksi bentuk, yakni sama seperti gong pada umumnya yang terdapat dinusantara. Perbedaan keduanya (Penganak dan gung) adalah dari segi ukuran atau lebar  diameternya.

Gung memiliki ukuran yang besar (diameter 68,5 cm), dan penganak memiliki ukuran yang kecil (diameter 16 cm). Gung dan Penganak ini terbuat dari kuningan, sedangkan palu-palu (pemukulnya)  terbuat dari kayu dengan benda lunak yang sengaja dibuat di ujungnya untuk menghasilkan suara gung yang lebih enak didengar (palu-palu gung).

13. Gendang Sisibah/Pakpak

Gendang Sisibah via Silontong

Genderang Sisibah merupakan seperangkat alat musik yang terdiri dari sembilan buah (sibah) gendang yang dimainkan oleh delapan hingga sembilan pemusik yang disebut pande (orang yang pintar dan bijaksana). Ensembel musik ini disebut merkata genderang (berbunyi genderang) oleh karena bunyi yang dihasilkan bukanlah bunyi semata, melainkan berupa kata-kata ungkapan dan permohonan pelaksana dan peserta upacara kepada Dibata (dewata) serta kekuatan lainnya dalam konteks kepercayaan masyarakatnya.

14. Taganing

Taganing via WIkipedia

Taganing merupakan bagian dari alat musik Batak Toba yang mempunyai 5 buah gendang yang berfungsi untuk mengatur ritme di beberapa lagu daerah. Bentuk dari Taganin seperti Gordang, hanya saja ukurannya yang bermacam-macam, yang paling besar merupakan Gendang yang paling kanan, semakin ke kiri ukurannya menjadi semakin kecil dan suara yang dikeluarkan berbeda karena memang itu tujuannya. Taganing bisa disebut juga Drum set melodis, alat musik ini digantung di sebuah rak yang sama.

Taganing sering dimainkan oleh 1 – 2 orang saja yang memainkan sebuah stik untuk memukul alat ini. Dibandingkan dengan Gordang, Taganing mempunyai musik yang terdengar lebih melodis.

15. Sarune Bolon

Sarune Bolon via Blogger

Sarune Bolon dibuat menggunakan logam. Alat musik tradisional ini juga merupakan bagian dari perangkat Gondang Sabangunan dari daerah Batak Toba. Sarune Bolon mempunyai 6 buah lubang nada yang di fungsikan utuh dan mempunyai peran sebagai pengiring melodi yang dihasilkan. Sarune Bolong biasa digunakan bersamaan dengan Gondrong, Sipitu-pitu, Ogung, Mongmongan, dan Sitalasavak pada saat upacara adat.

Apabila Anda berlibur dengan mengambil paket wisata Danau Toba 2 hari 1 malam, maka Anda bisa sempatkan diri melihat alat musik Sarune Bolon.

16. Balobat

Balobat via medium

Balobat adalah alat musik tradisional Suku Karo yang menyerupai Seruling dan terbuat dari seruas pucuk bambu, yang mempunyai ukuran sejengkal jari tangan. Alat musik ini bisa dimainkan secara solo dan juga dengan ensambel. Balobat mempunyai tangga lagu mayor dan minor, serta mempunyai lobang nada yang terdiri dari 6 buah.

17. Gendang Singindungi

Gendang Singindungi via docplayer

Gendang Singindungi hampir sama dengan Gendang Singanaki. Kedua alat musik memiliki kesamaan dari sisi bahan, bentuk, ukuran, dan cara pembuatannya. Gendang singindungi dapat menghasikan bunyi   naik turun melalui teknik permainan tertentu. Perbedaan antara kedua gendang ini adalah hanya pada “gendang mini” yang disebut gerantung (panjang 11,5 cm) yang di ikat di sisi badan gendang singanaki, sedangkan pada gendang singindungi tidak ada. Gendang singindungi memiliki dua palu-palu gendang atau alat pukul (drum stick) sepanjang 14 cm.

18. Ihutan

Ihutan via IG

Ogung ihutan memiliki tugas sebagai pengiring nada dari ogung oloan, Ihutan memiliki nada yang lebih tinggi dibandingkan dengan ogung tersebut. Ukuran ogung bervariasi tergantung dari fungsi dan penggunaannya.

19. Oloan

Oloan adalah alat musik tradisional suku Batak yang cara memainkannya adalah dengan dipukul. Alat musik tradisional ini biasanya dimainkan dengan ogung lainnya dalam suatu ensambel musik. Untuk memainkan Oloan kita tidak boleh sembarangan karena suara yang dihasilkan cukup besar dan jika salah akan sangat terdengar. Ada 4 ogung yang memiliki fungsi berbeda-beda salah satunya adalah Oloan.

Lihat: Minuman Khas Medan Sumatera Utara

Melestarikan Kesenian Sumut

Propinsi Sumatera Utara sangat kaya dengan keseniannya. Apakah itu seni tari, seni musik dan seni rupa. Banyak seniman nasional yang lahir dari sini sebagaimana pula banyak juga pahlawan dari Sumatera Utara yang ikut berjuang memerdekakan Indonesia.

Kita tahu bahwa alat musik khas Sumut ini harus dilestarikan eksistensinya sampai kapan pun juga. Dan banyak cara untuk melakukan hal baik ini. Mulai dari rajin mengkampanyekannya sampai membangun kesadaran warga. Sekolah – sekolah menjadi saran efektif untuk mengenalkannya.

Sumut yang mempunyai daya tarik tersendiri, sudah selayaknya mengemas kesenian menjadi daya tarik juga. Targetnya, wisatawan yang datang tidak hanya ingin melihat destinasi wisata yang ada di Sumut, tetapi mereka ingin mengetahui apa saja kesenian daerah ini.

Ini adalah tugas kita semua. Jangan hanya dibebankan atau tertumpu kepada pemerintaha sebagai pemegang kekuasaan. Rakyat dalam skala luas bisa ikut berpastisipasi melestarikan alat musik Sumatera Utara yang kita cintai bersama.

Lihat: Paket Wisata Medan

Demikian ulasan mengenai alat musik tradisional Sumatera Utara yang dilengkapi dengan gambar dan penjelasannya. Semoga saja memberikan manfaat bagi kita bersama. Jangan sungkan untuk sampaikan koreksi dan saran demi perkembangan blog ini kedepannya. Anda bisa sampaikannya di kolom komentar yang tersedia dibawah. Mari bersama kita lestarikan kesenian Indonesia. Jangan sampai hanya tinggal sejarah saja. Terima kasih sudah mampir kemari.