ANEH! Perempuan Italia Berkeringat Darah

by

Mantabz.com – Ada hal unik terjadi pada seorang perempuan Italia. Ia memiliki kondisi langka hematohidrosis di mana tubuhnya mengeluarkan keringat darah.

Hal ini dialaminya selama tiga tahun terakhir, sehingga wajah dan telapak tangannya mengeluarkan darah tanpa luka atau ruam kulit.

Pendarahan ini berlangsung satu hingga lima menit, bahkan lebih lama jika perempuan 21 tahun ini sedang emosional. Laporan tentang kondisi langka inii dipublikasikan di Canadian Medical Association Journal.

Menurut National Institutes of Health’s Genetic and Rare Diseases Information Center (GARD), perempuan ini didiagnosis kondisi langka di mana darah merembes dari kulit. Kondisi seperti ini sudah teridentifikasi sejak berabad-abad lalu.

“Kondisi ini benar-benar ada, meski sedikit yang teramati,” kata ahli sejarah medis dan hematologi di Queen’s University di Kingston, Ontario, Jacalyn Duffin, dilansir dari Live Science, Kamis (25/10).

Hingga kini belum ada yang tahu penyebab kondisi tersebut. Beberapa peneliti berhipotesis bahwa peningkatan tekanan pada pembuluh darah menyebabkan pelepasan sel darah melalui saluran kelenjar keringat.

Sebagian peneliti menyimpulkan kondisi ini mungkin akibat aktivasi respons ‘fight of flight’ tubuh yang umumnya terjadi ketika seseorang mengalami ketakutan atau tertekan. Respons ini memicu pelepasan hormon tertentu yang membuat seseorang lebih waspada, namun dalam kasus langka dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah kecil, sehingga terjadi pendarahan.

Aristoteles pada abad ketiga sebelum masehi pernah mendeskripsikan keringat darah ini. Duffin menyebut beberapa referensi tentang keringat darah ini terjadi tentang peristiwa penyaliban Kristus. Pada 1600, sebuah laporan saksi mata menemukan kasus hematohidrosis pertama.

Dalam beberapa tahun terakhir, tampaknya ada peningkatan laporan kasus hematohidrosis sejak 2013, mencapai 18 kasus. Secara keseluruhan, kata Duffin, ada 42 kasus hematohidrosis yang tercatat dalam literatur medis sejak 1880. Perempuan Italia ini mengatakan tidak ada satu pun pemicu pendarahannya. Kejadian ini bisa saja dialaminya ketika tidur atau saat sedang berolah raga.

Kondisi ini menyebabkan perempuan Italia ini terisolasi secara sosial. Dia akhirnya mengalami depresi dan gangguan panik.

Analisis di bawah mikroskop menunjukkan jaringan kulit perempuan tersebut normal. Dia diobati dengan obat untuk tekanan darah tinggi yang selama ini digunakan untuk mengobati hematohidrosis. Setelah mengonsumsi obat tersebut, pendarahannya berkurang, namun tidak sepenuhnya berhenti. Dokter juga memberikan antidepresan untuk mengatasi gejala depresinya.

Loading...