Awalnya Protes Ke Karni Ilyas, Setelah ‘Ketahuan’ Langsung Tidak Setuju Lapor, Takut Kena Juga :)

Posted on

Guntur Romli mempertanyakan sikap Karni Ilyas selaku moderator saat Rocky Gerung sebut kitab adalah fiksi.

Melalui akun Youtube, Indonesia Lawyers Club tvOne dengan tema: “Jokowi Prabowo Berbalas Pantun” yang diunggah pada Selasa (10/4/2018).

Rocky Gerung membahas tentang sebuah fiksi.

“Fiksi lawannya realtias bukan fakta, jadi kalau anda bilang itu fiksi dan kata itu menjadi penyoratif, jadi anda tidak memperbolehakn anak anda membaca fiksi karena sudah dua bulan ini kata fiksi sudah menjadi kata yang buruk,” ujarnya.

Setelah itu, dosen Filsafat UI itu mempertanyakan soal kitab suci

Berikut videonya:

Atas hal tersebut, Gus Romli justru mempertanyakan sikap Karni Ilyas yang tidak memotong dan meminta klarifikasi dari Rocky Gerung.

“Biasanya kalau ada pernyataan yg nyerempet2 bang @karniilyas akan memotong atau minta klarifikasi, kok “kitab suci itu adalah fiksi” kok gak disetop bang? akhirnya kemana2 larinya”, cuit Guntur Romli.

Setalah protes ke Karni, nama Guntur Romli pun tercantum sebagai saksi pelapor Abu Janda.

Rupanya, ramai netizen tahu bahwa Romli melalui akun twitternya pernah menulis “Kitab Suci: Fiksi Yang Diyakini” yang kini sudah dihapusnya. Namun jejak digitalnya masih dengan mudah ditemukan baik disosial media dan mesin pencari google.

Akhirnya, Romli tidak mendukung Prof Rocky Gerung dilaporkan kepolisi.

“Saya tidak setuju pelaporan Rocky Gerung meski tidak bisa melarang karena itu hak yang punya laporan,” ujarnya saat dihubungi, Kamis, 12 April 2018, seperti dilansir Tempo.

Begitulah alur narasi polisti PSI ini dalam rentang waktu yang singkat. Protes, ketahuan, langsung tidak setuju lapor.

Komentar singkat nan meohok dari warganet di twitter, “lucu deh kamu,” tulis akun @jihadghuroba.

Silahkan berkomentar