Curhat Pemilik Warung Kopi di Medan: Dulu Berdarah-darah Dukung Jokowi, Sekarang Diperlakukan Seperti Teroris

Posted on

Pria bernama Rakesh (43) adalah pemilik warung kopi (warkop) di Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Medan Petisah, Medan yang berani menyiram petugas PPKM Darurat karena menolak tempat usahanya untuk tutup, ternyata pendukung sejati Joko Widodo.

Hal itu terlihat dari spanduk berukuran besar yang menempel di dinding warkopnya. Berisi foto pasangan Jokowi – Amin beserta janji kampanye mereka.

Namun sialnya, kini Rakesh diperlakukan layaknya teroris. Juga didenda Rp300ribu dan 2 hari kurungan.

Dengan ketentuan apabila melakukan pelanggaran hukum lainnya selama 15 hari kedepan, maka kurungan 2 hari tersebut harus dijalaninya.

“Mereka datang dengan 3 truk. Kayak mau nangkap teroris atau bandar narkoba. Padahal mau menutup warungku, anak aku ada 5, sekolah, bagi raport pakai uang, semua pakai uang, kalau warung ditutup anak istriku cemana?,” ucap Rakesh, Kamis (15/7/2021) sore, dilansir laman warta-berita.com.

Rakesh mengaku, tidak ada menerima bantuan selama pemberlakuan PPKM Darurat Kota Medan.

“Apa yang saya dapat, terancam anak istri saya. Siapa yang mau kasih makan? Pemerintah yang ngasih makan anak istri saya? Tak ada pemerintah yang kasih makan, nyuruh tutup tapi tak bertanggungjawab!!!” kecamnya.

Saat ditanya mengenai dukungannya pada Jokowi di pilpres 2019, Rakesh hanya menjawab singkat.

“Sial kali aku bah!!!,” ujarnya sambil melangkah pergi.

Silahkan berkomentar