Dilarang di Malaysia dan Diprotes di India, Film India ‘Padmaavat’ Malah Bisa Tayang di Indonesia, Alasannya…

Posted on

Pemutaran film India Padmaavat di Malaysia tidak disetujui oleh Kementerian Dalam Negeri (KDN) Malaysia telah dan telah diinfokan kepada Lembaga Sensor Film (LPF)

Pelarangan tersebut bukan tanpa alasan. Karena jalan cerita Film Padmaavat dikhawatirkan membuat penonton salah paham mengenai Islam.

Film menggambarkan Islam melalui karakter seorang Sultan di sebuah kerajaan Islam di India pada era Kesultanan Khilji, Sultan Alauddin Khilji.

Karakter Sultan Alauddin Khilji yang diperankan oleh Ranveer Singh, digambarkan sebagai penguasa muslim, namun memiliki karakter dan perilaku buruk.

Dia juga digambarkan sebagai Sultan yang sombong, brutal, tidak manusiawi, suka memfitnah, tidak menepati janji dan tidak mengajarkan ajaran Islam secara penuh.

Kendati demikian, KDN menginformasikan bahwa pembuat film dapat mengajukan permohonan banding untuk mempertimbangkan kembali hasil syuting film tersebut.

Namun, Panitia Banding Film (JKRF) pada 30 Januari memutuskan untuk mempertahankan keputusan LPF yang tidak mengizinkan Padmaavat tayang di Malaysia.

Selain di Malaysia, Film Padmaavat juga mendapat protes di India. Film terbaru yang dibintangi Deepika Padukone dan Ranveer Singh ini justru bisa disaksikan oleh masyarakat Indonesia.

Film yang menceritakan kisah cinta Sultan Alauddin Khilji dengan Ratu Padmavati tersebut sudah tayang di Indonesia sejak 25 Januari 2018 di jaringan bioskop CGV Cinemas. Film ini dinyatakan lulus sensor dan layak tayang.

Film ini sempat mengalami perubahan judul dari ‘Padmavati’ menjadi ‘Padmaavat’. Setelah judulnya diubah, film tersebut akhirnya mendapat izin tayang.

Selain mengubah judul, Central Board of Film Certificafion (CBFC) juga meminta pembuat film untuk mengubah soundtrack berjudul ‘Ghoomar’. (pjkst)