Disaat Jokowi Berulang Kali Himbau “Bicara Pakai Data”, Istrinya (Iriana) Malah Bicara Tanpa Data

Posted on

Ibu Negara Iriana Joko Widodo menghadiri rapat koordinasi Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) se-Indonesia 2018. Kehadiran Iriana sekaligus meresmikan rakor.

Acara digelar di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Selasa (10/4/2018) pukul 09.10 WIB. Iriana tiba di lokasi mengenakan setelan berwarna pink. Ia ditemani istri Wapres Jusuf Kalla, Mufidah Mi’ad Saad.

Tema dalam rakor Tim Penggerak PKK 2018 adalah ‘Sinergitas Program PKK Mewujudkan Keutuhan dan Kerukunan Keluarga Sebagai Perekat Bangsa’. Acara ini dihadiri 650 peserta.

Dalam pidatonya, Iriana menyampaikan program-program PKK. Iriana juga berpesan kepada PKK supaya tidak boleh terjun ke politik praktis.

“Di PKK tidak boleh berpolitik. Jadi murni di kegiatan PKK. Kalau ada yang berpolitik, mungkin Bu Ketua Umum bisa menjelaskan,” ujar Iriana.

“Jadi ibu-ibu, murni di kegiatan sesuai kelompok kerja 1, 2, 3, 4. Tak ada istilah woro-woro pilih a, b, c. Walaupun suaminya berpolitik, ibu-ibu PKK tidak boleh berpolitik,” kata dia, demikian dilansir detik.com.

Himbauan bu Iriana tersebut ternyata melanggar PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 28 TAHUN 2011 ttg PKK yang tidak ada aturan melarang ibu-ibu PKK berpolitik.

Larangan berpolitik Iriana terhadap ibu-ibu PKK memantik warganet untuk berkomentar pada laman media sosial.

“Dlm PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 28 TAHUN 2011 ttg PKK, tdk ada satu aturan pun yg melarang ibu² PKK utk berpolitik! Larangan itu seolah menyiratkan ketakutan rezim akan aktifitas “politik” BEM yg masif dan bisa membahayakan kelangsungan rezim.
Larangan itu FIKTIF! ?,” kicau warganet dengan memakai akun @AnnaSuezann. Dan peraturan mendagri itu bisa dilihat disini _https://peraturan.bkpm.go.id/jdih/userfiles/batang/Permendagri_28_2011.pdf

Ada juga netizen yang kaget dengan pernyataan Iriana sambil kembali melontarkan pertanyaan.

“Ibu2 PKK gak boleh berpolitik?. Emg sejak kapan ada aturan hukum yg melarang Ibu2 PKK berpolitik?,” cuit akun @dusrimulya.

Lain lagi komentar netizen satu ini yang menyarankan ibu-ibu PKK yang dilarang berpolitik disarankan belajar nyablon kaos #2019GantiPresiden saja.

“Karena dilarang berpolitik, saya menyarankan ibu2 PKK belajar nyablon #2019GantiPresiden,” sindir akun @AmMarzuqi.

Diketahui, beberapa kali dalam pidatonya, Presiden Jokowi meminta pihak yang bicara mengkritiknya memakai data.

 

Silahkan berkomentar