Dituduh Hasut Pendemo Lawan Pemerintah, Mantan Presiden Iran Ahmadinejad Ditangkap

Posted on

Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad ditangkap seiring meningkatnya kerusuhan di Iran.

Menurut surat kabar Al-Quds Al-Arabi yang dikutip Merdeka, mantan pemimpin kontroversial itu ditangkap di kota Busehehr pada 28 Desember lalu.

Penangkapan itu dilakukan pihak otoritas lantaran Ahmadinejad dianggap menghasut para demonstran untuk melawan pemerintah.

“Beberapa pemimpin saat ini hidup tanpa mau ada masalah dan mengerti keprihatinan masyarakat. Mereka tidak tahu apa-apa tentang realitas masyarakat,” kata Ahmadinejad dikutip dari laman metro.co.uk, Senin (8/1).

“Iran tengah mengalami ‘kesalahan manajemen’ saat ini. Pemerintahan Presiden Hassan Rouhani menganggap bahwa mereka menguasai tanah dan juga masyarakatnya, sementara masyarakat tidak tahu apa-apa,” tambahnya.

Pihak berwenang berencana menempatkan Ahmadinejad di bawah tahanan rumah dan mempertimbangkan apakah dia telah melakukan kejahatan.

Sebagaimana diketahui, kerusuhan yang meluas di Iran sudah terjadi sejak dua minggu terakhir. Rakyat turun ke jalan untuk melakukan demonstrasi yang menentang pemerintah setelah harga pangan meroket.

Lebih dari 21 orang terbunuh. Ratusan orang lainnya ditangkap selama masa demonstrasi. Pihak keamanan pun dituduh menjadi dalang tewasnya para demonstran. Sementara pemerintah menuduh pihak asing campur tangan atas kematian para pengunjuk rasa itu.

Diketahui, Mahmoud Ahmadinejad, seorang insinyur yang berpaling menjadi politisi, dilaporkan memiliki kekayaan bersih senilai USD5 juta. Ahmadinejad menjadi terkenal dan akhirnya menjadi pemimpin politik Iran di bawah Pemimpin Tertinggi Iran saat ini, Ali Khamenei. Dia adalah Presiden keenam Iran dari tahun 2005 sampai 2013.