Edy: Sudah Bulat, Saya Ingin Jadi Gubernur Sumut di 2018

by

Panglima Komando Strategi Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen TNI Edy Rahmayadi menegaskan bahwa pilihannya untuk pensiun dini sudah bulat sehingga Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/982.a/XII/2017 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan TNI tidak berpengaruh bagi dirinya.

“Nah,ini yang buat saya semalam tidur jam 2. Saya hitung ada 74 wartawan telepon saya soal surat itu (Skep Panglima TNI), akhirnya saya tak tidur. Yang perlu anda ketahui semua saya sudah final, sudah bulat hati saya untuk menjadi Gubernur Sumut di 2018 apabila dipilih oleh rakyat Sumatera Utara. Tolong disiarkan sampe ke kutub utara dan kutub selatan biar ga ada yang nanya-nanya lagi,” ujar Edy usai mendampingi kunjungan kerja Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto di Makostrad Cilodong, Kota Depok, Rabu (20/12/2017).

Ia menyatakan, pada saat KPU Provinsi Sumatera Utara membuka pendaftaran calon gubernur, maka dirinya akan segara mendaftarkan secara resmi atau tepatnya pada Januari 2018.

“Gubernur itu jabatan politik, berdasarkan UU TNI, bagi prajurit yang akan menjabat jabatan politik harus menanggalkan dan meninggalkan keprajuritan. Saya mengajukan (pensiun dini) ini, mau maju di pilkada serentak 2018 yang sudah diatur KPU tanggal 8-10 Januari adalah waktu pendaftaran. Saya akan daftar,” terang Edy.

Menurut dia, majunya dalam kontestasi Pilkada Sumatera Utara bukan soal diizinkan atau tidak oleh Panglima TNI. Tetapi hanya mengajukan izin.

“Bukan masalah diizinkan atau tidak, kan saya juga mengajukan izin, persyaratannya adalah izin pensiun dini. Itu dia persyaratannya. Yang dilakukan Panglima TNI (pembatalan S-kep) adalah jabatan Pangkostrad, bukan jabatan politik. Kalo jabatan politik beliau sudah izinkan. Pensiun dini itu berjalan dengan sendirinya itu adalah hak preogratif saya Saya tak akan ngomong begini kalo saya belum izin Panglima TNI baik lisan maupun tulisan,” tegasnya.

Bahkan, tekad bulat Edy Rahmayadi untuk menjadi Gubernur Sumut ia tunjukan dengan menolak tawaran menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) yang belakangan isunya mulai santer menyebut Edy dinilai pas untuk mengisi jabatan itu.

“Kan tadi sudah saya bilang. Saya mau menjadi gubernur, bukan jadi KSAD. Tolong disiarkan ini ya jangan dibelok-belokan dan doakan saya jadi gubernur jangan doain saya jadi KSAD,” terang Edy, lalu tertawa. (okz)

Loading...