Jokowi Temui PSI di Istana Bahas Pilpres 2019, MPR Diminta Gelar Sidang Istimewa

Posted on

Pasca pertemuan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dengan pengurus Partai Solidaritas Indonesia (PSI), di Istana Merdeka yang membahas pemenangan Pemilihan Presiden 2019 beberapa waktu lalu, mengundang pertanyaan publik.

Presidium Kesatuan Mahasiswa dan Pemuda Penjaga Indonesia (KMPPI), Adi menilai, PSI dan Jokowi telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH), seperti tercantum dalam Surat Pengaduan yang dibuat KMPPI.

Dalam surat tersebut disebutkan bahwa Jokowi telah melakukan PMH dan diduga melanggar hukum dengan ketentuan Pasal 7A UUD 1945. KMPPI berencana akan mengadukan hal itu kepada sejumlah lembaga tinggi negara yakni Mahkamah Konstitusi, DPR RI, dan MPR RI.

“Utuk memanggil Presiden RI dan melaksanakan Sidang Istimewa. Mendesak presiden untuk turun dari jabatannya karena telah gagal dalam merawat dan menjaga demokrasi Indonesia dan telah mencontohkan melakukan perbuatan melawan hukum. Presiden sudah tidak layak memimpin Negara,” demikian isi surat itu.

Tak hanya itu, dalam surat lainnya, KMPPI juga meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI untuk mendiskualifikasi PSI karena telah mengabaikan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Peserta Partai Politik dan menabrak sejumlah UU lainnya.

“KMPPI akan mendatangi Kantor Bawaslu RI untuk melaporkan PSI dan mendatangi Mahkamah Konstitusi untuk melaporkan Presiden RI pada 5 Maret 2018,” demikian dikutip dari surat tersebut.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menerima pengurus PSI, Kamis (1/3) lalu. Dalam pertemuan selama 90 menit di Istana Merdeka itu, Ketua DPP PSI Tsamara Amany mengungkapkan bahwa partainya mendukung Presiden Joko Widodo sebagai calon presiden di 2019.

“Ya, ada lah (pembahasan Capres di Pilpres 2019),” kata Tsamara kepada wartawan usai pertemuan.

Tsamara juga menambahkan tentang kampanye mereka di media sosial yang disebutnya telah berhasil menggaet pemilih milenial.

“Kami tadi juga presentasi keberhasilan kami di medsos dan Pak Joko Widodo senang dengan hal itu, karena Pak Jokowi sadar presentasi milenial pada 2019 sangat besar,” tambah Tsamara.

Sumber: Swamedium

Silahkan berkomentar