Kata Kata Sedih Tentang Masalah Keluarga, Ayah dan Ibu Serta Anak

Posted on

Kata – kata sedih tentang masalah keluarga menjadi pengalaman hidup ummat manusia selama hidup didunia yang fana ini. Sedih adalah fitrah manusia yang tidak bisa dihindari, namun bisa di sikapi dengan sikap yang bijaksana. Bisa saja hari ini sedih datang dan esok hari sudah pergi. Begitu juga sebaliknya.

Jadi, setiap hari sudah pasti ada orang yang sedih terkait dengan problematika keluarga, baik hubungan antar adik kakak, suami istri dan lain – lain. Lebih jauh masalah tersebut bukan hanya masalah non materi saja, ada kalanya keluarga ditimpa masalah finansial yang akut.

Sejatinya tidak ada keluarga yang tidak punya masalah. Kita bisa ambi contoh, katakan saja keluarga si A tampak bahagia dalam menjalani kebersamaan dengan pasangan hidup dan anak-anaknya. Namun kita tidak tahu bahwa mereka punya masalah yang sampai saat in belum selesai dan belum mendapatkan solusinya. Diluar tampak tidak ada masalah, namun didalam komplek masalahnya.  

Baca: Adat Istiadat Suku Sunda

Pada artikel ini, kami berusaha mengumpulkan kata – kata sedih tentang masalah di keluarga. Dari berbagai sumber sehingga bisa menjadi referensi untuk pembaca yang membutuhkan.

Informasi dan gambar terkait dengan kata - kata sedih tentang masalah keluarga yang banyak dialami orang.

Kata sedih Orang Tua Terhadap Anak

1. Kenapalah sampai sekarang tidak datang juga jodoh kamu ya nak. Mau sampai kapan kamu hidup sendirian terus. Semoga saja kamu bisa bertahan dan mengambil pelajaran darinya.

2. Anakku… kamu kerja siang dan malam sampai lupa makan, tapi tidak ada pun sedikit uang yang bisa kamu kumpulkan. Sedih Ibu jadinya melihat kamu dan pekerjaan yang kamu ambi.

3. Sudah kusekolahkan kamu tinggi – tinggi anakku, tapi sekarang tidak ada perusahaan yang mau menerimamu bekerja. Usaha yang kamu lakukan pun belum maksimal hasilnya.

4. Nasibmulah dapat suami yang begitu sifatnya. Kamu yang sabar ya. Semua pasti ada hikmahnya.

5. Ibu tidak menyangka kamu tega berbuat ini kepada orang tua. Padahal dulu kamu kusekolahkan ke pesantren untuk paham agama dan bisa berbakti kepada orang tua.

6. Kamu harus banyak bersabar ya anakku, mungkin saja kejadian ini adalah yang terbaik dari Allah Swt.

7. Maafkan kami nak sebagai orang tua yang tidak bisa mensekolahkanmu di sekolah yang terbaik.

8. Sedih kali rasanya diri ini melihat anak yang tidak mau sholat.

9. Sesibuk apapun kamu Nak, jangan lupakan Allah Swt dan laksanakan sholat.

10. Dulu sebelum menikah, anak kami dekat kali sama orang tua. Tapi kenapa setelah menikah kamu menjauh kepada orang tua?

11. Sebagai orang tua, kami sudah berusaha semaksimal kami untuk kamu, wahai anakku.. Namun hasilnya tidak seperti yang diharapkan. Maafkan kami ya.

12. Kalau begini namanya air susu di balas dengan air tuba.

Anak Kepada Orang Tua

1. Maafkan anakmu yang telah banyak menyusahkanmu selama hidup wahai Ibuku.

2. Aku ingin banyak berbuat yang terbaik kepada orang tua, namun sampai saat ini belum bisa aku melakukannya.

3. Kenapa aku menjadi anak yang dibedakan dengan saudaraku yang lain ya? Apa aku bukan anak orang tuaku?

4. Mengapa selalu aku saja yang dipersalahkan? Padahal yang kulakukan adalah benar.

5. Selalu saja saudaraku yang didahulukan oleh orang tuaku. Aku merasakan hidup yang tidak berguna karena diperlakukan beda.

6. Kalau saja aku tidak punya keluarga yang “broken home”, mungkin aku akan hidup bahagia.

7. Kenapa ibu selalu perlakukan aku berbeda dengan kakak? Bukankah aku juga anak ibu?

Suami Terhadap Istri

1. Waha istriku, maafkan aku yang belum bisa memberi nafkah kepadamu sebagaimana mestinya.

2. Kita belum bisa menyekolahkan anak kita, kamu yang sabar ya.

3. Rumah nyewa, makan susah, terus mau belanja tidak ada uang.

4. Utang keliling pinggang, bingung mau utang sama siapa lagi Bang.

5. Utang yang semalam di warung belum dibayar, aku malu mas mau utang lagi.

6. Lebaran ini kita tidak bisa beli pakaian baru sebagaimana tetangga.

Baca: Kata Motivasi Untuk Diri Sendiri Biar Semangat

7. Ya Allah… berikanlah aku kekuatan dan kesabaran menghadapi segala musibah ini.

8. Penagih hutang tadi datang, dan kami kita belum bisa bayar.

9. Mana rumah belum di bayar, eh tagihan listrik datang

10. Sakit kali kurasakan kata – kata yang keluar dari mulut tetangga itu.

11. Meski tempat tinggal di dunia sewa, kita akan punya rumah nanti di syurga Allah kelak.

12. Ya Allah kumpulkanlah kami semua di syurga Mu yang luasnya melampaui bumi dan langit.

13. Kalau hanya fisik yang tersakiti aku masih bisa memaafkan, tapi ini kau sakiti adalah hati.

14. Di saat kondisi susah seperti ini, adakah orang yang mau peduli?

15. Lihat tetangga yang bisa jalan – jalan bersama keluarga hati ini iri. Kapan ya bisa bawa keluarga jalan – jalan?

16. Anak kita terpaksa tidak dapat raport sekolah karena tidak membayar uang sekolah beberapa bulan.

17. Kisah anak Palestina, ketika pulang sekolah rumah sudah rata dengan tanah, ayah dan ibu pun tidak ada.

18. Dengan alasan sibuk kerja, keluarga tidak diberikan haknya.

19. Cari uang sampai setengah mati, paahal uang tidak di bawah mati.

20. Duhai istriku, mari bersama kita didik anak – anak sebagai penghafal Al Qur’an.

21. Segala kesedihan cukup aku saja yang tahu di keluarga ini.

22. Sedih kali rasanya tidak dianggap oleh saudara hanya karena kami orang miskin.

23. Jangan sampai anak – anak tumbuh tanpa perhatian dari orang tua.

24. Rasanya kok begini ya? Apakah aku salah menyatakan keadilan tidak pernah ada pada diriku?

25. Bersama dalam suka dan duka adalah kebahagiaan sebagai bukti dari cinta sejati.

26. Kita yang buat masalah, anak – anak yang akan mendapatkan dampak buruknya di masa yang akan datang.

Baca: Kata Buat Diri Sendiri Yang Tak Sempurna

Kata sedih di keluarga tidak selalu disikapi dengan negatif. Boleh sedih namun jangan berkepanjangan. Karena dampaknya akan tidak kepada diri kita sendiri.

Banyak orang sedih dan tidak bisa melakukan kontrol terhadap kesedihannya. Senyumpun susah dilakukan. Selalu membawa kesedihan kemana – mana. Ini adalah contoh yang tidak baik. Setiap orang punya masalah masing – masing, namun tidak harus di pertontonkan kepada semua orang.

Ada baiknya kesediahn tersebut dikonsultasikan kepada orang yang kita percaya, seperti suami, orang tua atau teman dekat yang mau mendengar permasalahan kita. Kita yakin bahwa mereka tidak akan cerita kesiapa.

Tips Menghilangkan Sedih Dikeluarga

Semua masalah pasti ada solusinya. Namun tidak semua orang bisa dengan mudah menemukan solusi atas permasalahan yang dialaminya. Maka dari itu, butuh tips untuk mengetahui bagaimana caranya.

Melalui artikel ini kami sampaikan tipsnya.

Berikut informasinya:

1. Ceritakan kondisi sejujurnya

Kejadian sedih memang harus di rasionalkan dalam pikiran. Menceritakan secara lengkap kronologinya, maka akan dengan mudah menemukan cara penyelesaiannya. Contohnya saja, sedih di keluarga terjadi karena kehilangan salah satu anggota keluarga. Maka pendekatan agama yang menyatakan “semua datang dari Allah dan akan kembali kepada Allah” adalah pilihak terbaik.

2. Perlunya Penyadaran Kepala Keluarga

Sebagai kepala keluarga harus melakukan netralisasi atas kejadian yang ada. Jangan dibiarkan berlarut kesedihan tersebut. Upaya penyadaran sangat diperlukan dengan segera.

3. Pahamkan Urgensi Keluarga Produktif

Dengan terus bersedih, maka tidak akan melahirkan kerja yang produktif dikeluarga. Maka dengan itu semangat untuk menjadi keluarga produktif akan sia – sia saja.

Proses pemahaman untuk menjadikan keluarga produktif sangatlah diperlukan. Salah satu caranya ialan dengan tidak berlama – lama dalam kondisi sedih.

4. Hikmah Sedih

Diharapkan sedih yang terjadi mampu memberikan sebuah pelajaran yang bermakna terhadap keluarga. Ambil hikmahnya dan jangan lagi terus bersedih.

Idealnya kesedihan harus membuahkan sikap optimisme dalam keluarga.

Baca: Kata Buat Diri Sendiri Yang Tidak Tampan

Semoga tips diatas bisa menjadi rujukan bagi Anda yang saat ini sedang dilanda kesedihan. Jangan sampai kesedihan tersebut terus berlarut – larut.

Kumpulan kata-kata sedih tentang masalah keluarga sebaiknya jangan di internalisasi dalam pikiran. Khawatir akan menimbulkan sikap pesimis dalam menjalani kehidupan yang penuh dengan tantangan. Cukup tahu saja sudah menjadi poin penting.

Silahkan berkomentar