22 Kebiasaan Orang Bali, Dari Yang Aneh Sampai Bikin Geleng Kepala

Posted on

Kebiasaan orang Bali adalah rutinitas perilaku yang diulang-ulang secara teratur dan cenderung terjadi secara tidak sadar yang merupakan sebuah peristiwa di daerah yang disebut Pulau Dewata.

Hal ini menjadi keunikan tersendiri dimata dunia, khususnya dunia wisata (travelling). Selain alamnya yang menawan, ternyata semua aktivitas yang jadi kebiasaan, adat, tradisi dan upacara di Bali kini menjadi daya tarik yang bukan hanya berlaku untuk turis mancanegara saja, melainkan warga Indonesia sendiri.

Maka muncullan ide untuk mengumpulkan semua kebiasaan yang berlaku di Bali sampai kini dan masik eksis, baik yang sifatnya sosial dan keagamaan.

Berdasarkan informasi dari Wikipedia, pemeluk Islam di Bali merupakan agama minoritas yang dianut oleh 433.899 jiwa atau 10,05% dari 4.317.404 jiwa penduduk Bali. Konsentrasi terbesar umat Islam di Bali terdapat di Kota Denpasar dengan jumlah 200 ribu jiwa lebih. Perlu diketahui bahwa tidak semua kebiasaan Bali dilakukan oleh pemeluk Islam.

Sebagai mayoritas, pemeluk agama Hindu menjadi sorotan publik. Apa yang dilakukan olehnya, maka seolah – olah mewakili yang lain. Padahal tidak demikian bagi Anda yang mempunyai pengetahuan diatas rata – rata.

Untuk kamu yang ingin tahu apa saja kebiasaan orang Bali, simak berikut ini informasinya.

1. Canang Sari

Sebuah gambar yang terkait dengan kebiasaan orang Bali
Sumber: Travelblog

Dikenal sebagai upakara (peralatan) keagamaan umat Hindu di daerah Bali untuk persembahan setiap harinya (ibadah ritual). Persembahan ini bisa dijumpai di beberapa Pura atau rumah ibadah penganut agaman hindu, ada pun bisa juga di tempat sembahyang kecil di beberapa rumah, dan di jalanan sebagai sisi dari sebuah persembahan yang dalam kapasitas besar.

2. Ngayah

Terkait dengan artikel kebiasaan orang Bali
sumber: Bobo

Merupakan kewajiban sosial warga Bali sebagai implementasi tuntunan karma marga yang diterapkan secara bergotong-royong dengan hati yang ikhlas tulus baik di tempat yang bernama banjar atau pada tempat yang dianggap mereka suci.

Pengertian kata Ngayah secara harafiah bisa disimpulkan lakukan tugas tanpa mendapatkan gaji alias kerja tanpa pamrih. Aktivitas ini umumnya dikerjakan secara suka-rela mendekati upacara di pura.

Karena sudah menjadi kebiasaan turun temurun, maka warga Bali mengerjakannya dengan penuh keikhlasan.

3. Sangkep atau Paruman

Yaitu rapat antara anggota dusun yang umumnya dilaksanakan di balai dusun. Sangkap (Sangkep) merupakan sesuatu yang di mana masyarakat bergabung untuk membahas permasalahan yang mencul ditengah – tengah masyarakat guna mencari jalan keluar.

4. Menjunjung Tinggi Adat dan Budaya

Meskipun daerah Bali secara terus-terusan dikunjungi banyak turis dari beragam kelompok dengan budaya dan karakternya masing-masing, hal tersebut tidak membuat warga Bali melupakan adat dan budayanya. Mayoritas warga Bali konsisten menjunjung tinggi adat dan budaya mereka, seperti

4.1. Budaya pernikahan yang umum disebutkan Pawiwahan

Termasuk kedalam pelengkap artikel kebiasaan orang Bali
sumber: popbela

Pawiwahan (nikah) adalah tradisi adat perkawinan Hindu di Bali (termasuk dalam manusa yadnya) dimana dalam pernikahan menurut pandangan orang bali disebutkan merupakan :

Ikatan lahir bathin antara seorang pria dan wanita sebagai suami istri dalam menjalani bahtera rumah tangga.

4.2. Budaya Kematian dengan upacara Ngaben

Deskripsi tentang Ngaben bisa Anda temukan pada laman internet.

4.3. Budaya potong gigi yang umum disebutkan Mapandes

Anda bisa dengan mudah temukan tentang keterangan Mapandes secara detail dengan browsing melalui laman pencarian.

Adat dan budaya tersebut sebagai kekhasan tertentu yang membuat wisatawan asing (mancanegara) kerasan di Bali karena tidak mereka dapatkan di wilayah asal mereka.

5. Selalu Punyai Kamar Kosong

Untuk kamu yang ingin ke Bali, tidak perlu cemas jika tidak kebagian kamar hotel atau tempat sewa kamar murah. Coba beranikan diri untuk minta ijin di salah satunya rumah warga Bali terutamanya di wilayah rekreasi. Biasanya, mereka akan suka memberinya tumpangan bermalam barang satu hari atau 2 (dua) hari.

Hal ini sesuai salah satunya karakter karakter mereka, yakni Belog Polos yang memiliki arti menyilahkan orang asing masuk tanpa pemikiran. Tetapi tamu harus tetap jaga perilaku dan santun sopan.

6. Ngaben

Merupakan upacara kremasi atau pembakaran orang mati di Bali, Indonesia. Upacara adat Ngaben sebuah ritual yang sudah dilaksanakan untuk mengirimi mayat pada kehidupan kedepan.

Hal ini tentu berlaku untuk orang Bali yang beragama Hindu saja, sedang mereka yang beragama di luar Hindu tidak melakukan hal ini, khususnya agama Islam.

7. Selalu Siap Jadi Pemandu Wisata

Warga Bali punya peluang pendapatan dengan menjadi guide (pemandu wisata). Banyak turis yang tidak tahu peta di Bali dan membutuhkan guide selama mereka berlibur. Tentu saja orang Bali yang terima peluang ini hari bisa berbahasa Inggris jika tamunya dari luar negeri.

Jika tamunya datang dari dalam negeri, maka cukup memakai bahasa Indonesia saja.

8. Memenjor

Ulasan yang memiliki kaitan dengan kebiasaan orang Bali
sumber: streetbali

Ada istilah lain di beberapa wilayah lain di Bali dengan mengatakan tradisi Ngelawang, yaitu  ialah tarian barong dimainkan oleh satu kelompok orang. Dengan melingkari banjar (baris) pada tempat yang sudah di tentukan. Aksi dari tari ini bagi warga Bali untuk menyingkirkan arwah jahat.

9. Ngupin

Ialah kebiasaan orang Bali yang biasanya dilaksanakan antara saudara, menolong secara suka-rela. Ngupin memiliki arti sama-sama menolong keluarga yang melangsungkan aktivitas atau upacara keagamaan. Kebiasaan sama-sama menolong ini dilaksanakan oleh golongan laki – laki / wanita pada suatu lingkungan tertentu.

10. Mebanten Saiban atau Ngejot

Sebagai satu tradisi Hindu di Bali yang umum dilaksanakan tiap hari sesudah usai mengolah pada pagi hari. Mesaiban atau Mejotan disebutkan dengan Yadnya Sesa, sebagai Yadnya yang paling sederhana adalah aktualisasi Panca Yadnya yang dilaksanan umat Hindu di kehidupan setiap hari.

11. Melasti

Ialah sebuah upacara penyucian diri untuk menyongsong hari Raya Nyepi oleh semua umat Hindu di Bali. Tujuan dari dilakukannya upacara Melasti adalah untuk menghanyutkan kotoran alam memakai air kehidupan.

12. Jago Dalam Bahasa Inggris

Daerah Bali banyak didatangi turis dari berbagai negara di seluruh dunia. Hal ini membuat warga Bali terutamanya warga pesisir bisa belajar Bahasa Inggris secara mudah dari beberapa turis.

Dengan metode belajar yang dikenal “learning by doing”, mereka cepat menyerap dan bisa mahir dalam bahasa beberapa turis, khususnya bahasa Inggris sebagai bahasa umum yang dipakai oleh para turis.

Dampaknya sangat signifikan, banyak turis kerasan di Bali karena mereka tidak lagi harus belajar bahasa Indonesia.

13. Selalu Jaga Alam

Ada keyakinan bagi warga Bali terkait dengan Karma Phala, yang memiliki arti apa yang kita tanam itu yang bakal kita tuai. Warga Bali memandang alam bukan hanya peninggalan nenek moyang yang perlu dijaga tapi juga sebuah sakral yang perlu selalu dilestarikan.

Beberapa buktinya adalah mereka menolak terkait dengan perubahan alam wisata di Bali, salah satunya Bali Tolak Reklamasi.

14. Punyai Jiwa Seni Tinggi

Kesenian musik, seni tari, dan patung ialah tiga sektor kesenian sebagai pusat fokus eksploitasi kreasi seni warga Bali. Untuk kesenian musik bisa di lihat dari salah satu kreasinya yang bernama Gamelan tradisional Bali yang memiliki alunan merdu suaranya.

Warga Bali sering memakai alat musik gamelan untuk menemani kegiatan budaya dan sosial serta keagamaan. Bisa disebut, hal ini menjadi salah satu diantara kekhasan dan daya magnet untuk beberapa wisatawan asing.

15. Mudah Beragul dan Cepat Akrab

Warga Bali suka ketika dapat bercakap-cakap dengan siapa saja, khususnya dengan turis asing. Uniknya, mereka bisa dengan mudah dekat dengan siapapun. Meskipun dengan modal keterampilan bahasa Inggris yang seadanya.

Hal tersebut menjadi daya tarik orang untuk datang ke Bali. Terkenal bahwa suasana kekeluargaan bisa cepat terbangun antara pendatang dengan warga lokal.

16. Menjadikan Tamu Sebagai Raja

Sebagian besar sudah menjadi kebiasaan orang Bali akan memandang tamu yang datang sebagai raja yang perlu selalu dilayani. Bukan karena Bali sebagai destinasi wisata, namun sikap ini sudah menjadi budaya dari dahulu kala hingga kini. Bali tetap begitu melayani tamu yang datang dan menjadikan mereka sebagai raja.

17. Punyai Banyak Ritual Yang Unik

Sebagain warga Bali mempunyai banyak kegiatan atau ritual unik yang membuat beberapa wisatawan kagum, satu diantaranya yakni ritual Mesaiban atau Ngejot. Ritual ini merupakan tradisi kecil yang sudah dilakukan saat pagi hari dengan menyajikan makanan yang diolah di sangkal (pura kecil) sebagai bentuk terima kasih atas anugerah Yang Maha Kuasa.

Namun ritual ini tidak berlaku bagi mereka yang beragama di luar keyakinan Hindu.

18. Wajahnya Gampang Senyum

Hampir serupa seperti wilayah yang lain di negara kesatuan republik Indonesia (NKRI), orang Bali itu wajahnya murah untuk senyum. Mereka tidak malu untuk melempar senyum ke siapa saja termasuk ke turis dari domestik dan luar negeri.

Dengan senyuman membuat suasana di Bali menjadi lebih nyaman dan para turis semakin betah.

19. Nyepi

Yaitu hari raya umat Hindu yang dirayakan tiap tahun Baru Saka. Tepatnya jatuh pada perhitungan Tilem Kesanga (IX) yang dipercaya sebagai hari penyucian dewa-dewa yang ada di pusat samudera yang bawa intisari kehidupan. Karena itu umat Hindu lakukan penyembahan suci pada mereka.

20. Sopan Santun

Ialah kebiasaan orang Bali yang diperlihatkan ke orang yang lebih tua dan juga yang muda. Dengan sikap sopan santun ini, banyak memberikan kesan positif dari pendatang kepada Bali itu sendiri. Dampaknya pengunjung Bali semakin bertambah dari waktu ke waktu.

21. Sebutan kata “Bli”

Untuk orang Bali panggilan kata Bli ini mempunyai arti kakak, panggilan itu ditujukan kepada orang yang sudah dikenal secara bai, khususnya panggilan ke orang lelaki yang umurnya lebih tua dari kita, terkecuali apabila sudah tahu jalinan kekeluargaannya seperti sapaan kepada paman.

22. Kain Poleng

Ialah kain yang bukan pakaian Bali namun memiliki warna putih hitam. Kain yang diikatkan pada pohon besar itu ialah lambang dari penghormatan manusia ke alam, dari dulu nenek moyang orang Bali telah memberinya kita beberapa contoh yang bagus untuk melestarikan alam, oleh karena itu generasi selanjutnya harus tahu apa sebetulnya makna yang ada dari tiap hal yang diturunkan oleh para nenek moyang kita.

Apakah Kebiasaan Bisa Berubah?

Ini yang jadi pertanyaan. Dan jawabannya biarlah waktu yang akan menjelaskannya. Perubahan suatu kebiasaan dipastikan ada sebabnya. Mereka yang ingin berubah tentu tidak salah. Namun jangan sampai perubahan tersebut malah memberikan dampak buruk.

Logikanya sederhana, warga Bali mayoritas pemeluk Hindu dan 10 persen saja pemeluk agama Islam. Jika perubahan mayoritas pemeluk agama terjadi, tentu akan berdampak kepada beberapa kebiasaan akan di rubah atau di ganti sesuai dengan pemeluk agama. Maka mungkin pemeluk agama Islam akan menjalankan ritual agama lain dan begitu juga sebaliknya.

Diluar negeri ada kejadian yang mengabarkan sebuah (beberapa) gereja di rubah menjadi masjid suatu hal yang biasa. Dan ini membuat kita harus open mind dengan realitas. Sejarah mengajarkan kita tentang banyak hal yang berubah.

Anda tahu Konstantinopel yang ditaklukkan oleh Muhammad Al Fatih? Beberapa sendi kehidupan berubah. Namun ada juga yang tetap seperti dijaminnya kebebasan melaksanakan ibadah ritual agama lain, selain Islam. Artinya, sesuatu bisa saja berubah karena suatu dan bisa juga tetap. Teori sebab dan akibat berlaku.

Baca: Sewa Mobil Murah di Bali

Demikian kami sampaikan informasi mengenai kebiasaan orang Bali untuk para pembaca yang baik hatinya. Kita harus terus memandang positif apa yang ada dari dulu dan kini menjadi kebiasaan. Jika kamu suka dengan artikel ini silahkan share kepada orang lain dan jangan sungkan untuk menyampaikan komentar.

Silahkan berkomentar