5 Keunikan Rumah Adat Tradisional Lamin Kalimantan Timur Yang Keren

Posted on

Keunikan rumah adat Lamin yang terletak di Kalimantan Timur menarik untuk diulas pada kesempatan ini. Rumah dari suku Dayak ini bukan saja berfungsi untuk tempat tinggal, namun juga sebagai sebagai tempat digelarnya acara adat bersama warga setempat. Inilah yang kemudian disebutkan bahwa rumah adat Lamin hampir sama dengan rumah adat Tongkonan yang sifatnya multifungsi.

Pada artikel ini, kita akan coba membahas tentang apa saja ciri khas dari rumah adat Lamin, baik dari sisi bentuk maupun fungsi, gambar serta penjelasan singkat guna menambah wawasan para pembaca yang budiman. Diresmikan pada tahun 1967 oleh pemerintah Indonesia, rumah Lamin ternyata bisa memuat lebih dari satu keluarga. Untuk jumlah berapa banyak keluarga bisa ditampung, di poin bawah akan kami sampaikan.

Rumah Lamin mempunyai beberapa ciri khas yang umumnya dapat langsung dikenali dengan mudah. Pada badan rumah Lamin, banyak dijumpai ukiran-ukiran atau gambar yang memiliki makna bagi masyarakat Dayak di Kalimantan Timur. Salah satu fungsi dari ukiran-ukiran atau gambar pada tubuh rumah Lamin adalah untuk menjaga keluarga yang hidup dalam rumah dari bahaya. Bahaya disini adalah ilmu-ilmu hitam yang umumnya ada di masyarakat Dayak yang digunakan untuk mencelakai warga setempat.

Baca : Upacara Adat Tradisional Kalimantan Timur Beserta Gambarnya dan Penjelasan

Sebelum membahas lebih lanjut, kami ingin sampaikan kepada pembaca bahwa pada kesempatan yang lalu, kami sudah menulis beberapa mengenai keunikan rumah adat Indonesia pada blog ini. Mulai dari keunikan rumah adat Tongkonan dan keunikan rumah adat tradisional Honai Papua  serta keunikan rumah adat Tambi Sulawesi Tengah.

Baiklah, langsung saja kita bahas satu persatu mengenai keunikan rumah adat Lamin Kaltim yang berhasil kami himpun dari beberapa sumber. Selamat menyimak.

Ulasan tentang rumah adat Lamin yang unik
Sumber : Blogger

1. Ukurannya Yang Besar

Info dari laman Wikipedia menuliskan bahwa ukuran rumah Laim adalah  panjang sekitar 300 meter, lebar 15 meter, dan tinggi kurang lebih 3 meter. Luar biasa besarnya, bukan? Jadi tidak heran jika disebutkan rumah Lamin memiliki ukuran yang tidaklah kecil. Bahkan orang yang bisa hadir dalam rumah tersebut bisa mencapai 1000 orang.  

2. Untuk Banyak Keluarga

Dengan ukuran yang besar, rumah Lamin difungsikan untuk menampung banyak keluarga guna tinggal didalamnya. Jumlah keluarga yang bisa tinggal didalam rumah Lamin bisa mencapai 60 keluarga. Tidak tahu apakah untuk biaya membangun rumah Lamin ini para keluarga yang tinggal didalamnya dipunngut biaya atau gratis.

Secara tidak langsung, pesan yang ini disampaikan bahwa masyarakat Kaltim pada masa lalu senang bersama – sama dalam suatu tempat. Salah satu mangfaatnya adalah mudah untuk melakukan komunikasi dan koordinasi atar sesama keluarga dan kerabat yang berada di satu rumah.

Baca : Alat Pengaman Rumah dari Maling

3. Warna Dominan Yang Dipakai Ialah Hitam dan Kuning

Informasi tentang rumah adat Lamin dan penjelasannya
Sumber : Bobo

Bagi Anda yang sudah pernah melihat Rumah Lamin, maka sudah tahu warna kuning dan hitam yang mendominasi. Meski begitu, tidak hanya dua warna tersebut yang menghiasi tampilan rumah, ada warna lainnya. Diyakini mereka tidak asal dalam memilih warna. Namun mempunyai makna tersendiri yang mencerminkan kearifan lokal.

Seiring kemajuan zaman, bisa saja warna rumah Lamin terjadi perubahan. Dengan alasan mordenisasi. Namun jangan sampai menghilangkan esensi dari rumah itu sendiri. Selain dari bentuknya, nilai warna rumah juga menjadi suatu yang bernilai tinggi.

4. Multifungsi

Zaman dahulu belum banyak tempat – tempat yang di gunakan untuk acara tertentu, seperti aula, hall atau gendung pertemuan. Maka dari itu, rumah menjadi pilihan untuk warga Dayak melakukan acara adat. Rumah Lamin selain berfungsi sebagai tempat tinggal juga sering terlihat upacara-upacara perkawinan, kelahiran, kematian, pesta sebelum menanam padi, pesta sesudah panen, dan lain-lain. Tidak sampai disitu, warga setempat juga memfungsikan rumah Lamin sebagai memelihara ternak.

Baca : Alat Pemanen Padi

5. Ada Gambar Kepala Naga

Uraian tentang rumah nusantara yang bernama Lamin
Sumber : Penjelajah

Keunikan lainnya, pada bagian ujung atap rumah Lamin terlihat ukiran kepala Naga yang terbuat dari kayu. Diyakini simbol naga merupakan simbol keagungan, budi luhur, dan kepahlawanan. Hal ini tentu beda dengan kepala kerbau yang ada di rumah adat Tongkonan yang asli dari hewan, bukan ukiran. Kita ketahui, ular naga bisa dibilang adalah mitos tanpa ada bentuk fisiknya. Tampilan yang hanyalah imajinasi yang sang pembuatnya. Anehnya, kenapa masyarakat Dayak Kaltim menjadikan simbol ya? Disinilah yang disebut sebagai keunikan dari rumah adat Lamin.

Demikian uraian mengenai keunikan rumah adat Lamin untuk Anda. Semoga dengan adanya informasi rumah adat suku dayak Kalimantan Timur ini dapat memberikan wawasan kepada para pembaca, baik yang datang dari kalangan akademisi maupun umum. Jika Anda punya saran atau kritik terhadap artikel atau ulasan mengenai rumah Lamin yang kami sajikan ini, silahkan sampaikan melalui kolom komentar. Dengan senang hati kami akan membacanya. Dan jika kami merasa ada yang perlu dilakukan koreksi, dengan senang hati kami akan lakukan.

Baca : Nama Rumah Adat Kalimantan Timur

Sedikit menambahkan, peran pemerintah sangatlah penting guna melestarikan aset bangsa yang bernama rumah adat Lamin ini. Kita berharap keberadaan punah di telan sejarah. Apapaun dan dari daerah mana yang namanya situs sejarah nusantara harus terus mendapat perawatan maksimal.  

Credit :

_https://brainly.co.id/tugas/9563782

_https://id.wikipedia.org/wiki/Rumah_Lamin

_https://www.wisatapedia.net/index.php/telusur/kalimantan-timur/komponen-budaya/lamin/

Silahkan berkomentar