Mahathir Mohamad Tak Setuju Pengkritiknya Ditangkap, Ustadz Tengku: “Andai Sahaja Penguasa di Sini Macam Pak Cik”

by

Perdana Menteri Malaysia terpilih Mahathir Mohamad mengeluarkan pernyataan dan kebijakan yang mengejutkan. Ia tidak setuju pengkritiknya di media sosial ditangkap.

Hal itu langsung disampaikannnya kepada pihak kepolisian untuk tidak menindak orang-orang yang mengkritiknya baik di Facebook maupun di Twitter.

Tak hanya itu, Ia bahkan berencana mengubah Undang-Undang Komunikasi dan Multimedia serta Undang-Undang Anti-Hoaks yang selama ini dinilai sebagai senjata Najib untuk membungkam kritik.

“Saya tak bersetuju tindakan diambil kepada mereka yang mengkritik saya. Saya sudah maklumkan kepada pihak polis berkenaan ini. Undang-undang ini akan dikaji apabila parlimen bersidang kelak,” kata Mahathir melalui akun Twitter pribadinya, @chedetofficial, Jumat (18/5/2018) lalu.

Pernyataan Mahathir yang juga disampaikan ke media itu menuai banyak pujian. Twit tersebut difavoritkan 14 ribu pengguna Twitter.

Menanggapi pernyataan Mahathir, Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain mengatakan dirinya akan sangat berbahagia jika penguasa di sini seperti Mahathir.

“Tuan Dr. Mahathir Muhammad Tidak Mau yg Mengkritik Beliau di Tangkap Polisi. Beliau Sdh Perintahkan Polisi dan Minta UU Diubah Saat Sidang Parlemen. “Aduh Pak Cik, Andai Sahaja Penguasa di Sini Macam Pak Cik Betapa Bahagianya Hati Kami…” Moge Cepat Gak nye Perubahan Tu Datang” tulis Tengku Zulkarnai melalui akun Twitter pribadinya, @ustadtengkuzul, Ahad (20/5/2018).

Kemudian ustadz Zul pun menyampaikan tentang presiden di Indonesia dahulu yang tidak membungkan pengkritik.

“Pak Cik Mahathir, Dulu Ade Penguase Kami Dihina Mahasiswa dgn Gaya Org Buta, Tapi Beliau Maafkan Mereka(Semoge Arwah Beliau Dimuliakan Allah Amin).
Ade Lagi Penguase Kami yg Dihina Pakai Kerbau Dituliskan di Badan Kerbau”SiBuYa”,tapi Beliau Juga Tdk Tangkap Mereka.
Entah Kini…,” kicau akun @ustadtengkuzul.

Loading...

Silahkan Berkomentar