Menghina dengan Sebut 90 Persen Pribumi Budak China, Akhiang Bonyok Dikeroyok FPI, Kepalanya Bocor

Posted on

Postingan akun Facebook Achiang berbuah petaka. Seorang warga keturunan bernama Tan Hok Ngie alias Akhiang (49) dikeroyok massa FPI lantaran diduga sebagai pemilik akun Achiang.

Akibat pengeroyokan tersebut, warga Gang Teratai Putih, RT 005/RW 027, Desa Parit Baru Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat itu, bersimbah darah. Kepalanya bocor dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Kejadian bermula saat akun Achiang menuliskan kalimat kontroversial di postingan Facebook Dendi Fitriadi.

“70% ekonomi indonesia digerakkan oleh cina,,,apa yg mesti ditakutin, 90% pribumi jadi budak cina,,,mau makan apa kalian nanti wkwkwkw bs mati perlahan lahan,” tulis Achiang.

“Tenang nanti p3milu kami sdh siapkan nasi bungkus cukup banyak buat kalian,,, plus uang Rp50 rb disetiap bungkusannya terselip di karet buakakakaka,” tambahnya.

Dendi Fitriadi lantas men-screenshot komentar Achiang dan membagikannya di grup Facebook Pontianak Informasi (PI) lengkap dengan foto Achiang.

“Akun Achiang,, tinggal dikota pontianak,,yg mengtakan pribumi menjadi budak cina,,segera cari dan adili,,Wanted,” tulis Dendi Fitriadi.

Postingan itu kemudian menyebar dan menyulut emosi sebagian warga Kota Pontianak. Warga bersama massa FPI lantas mencari pemilik Achiang.

Ketua FPI Kubu Raya Pontianak dengan nama panggilan Jampang Macan Putih beserta kurang lebih 20 anggota FPI mendatangi Rumah Makan Vegetarian milik Akhiang pada 1 Mei 2018.

Massa FPI menuding Akhiang merupakan pemilik akun Achiang yang menghina pribumi. Akhiang sempat membantah, namun massa FPI tak percaya. Akhirnya, massa FPI mengeroyok Akhiang hingga berdarah-darah.

Credit: Pojoksatu dan Facebook

Silahkan berkomentar