9 Nama Alat Musik Tradisional Khas Batak Toba dan Penjelasan

Posted on

Alat musik tradisional khas Batak Toba dan penjelasan merupakan ulasan informasi yang membahas tentang alat kesenian musik yang ada di daerah Batak Toba. Alat tersebut adalah warisan seniman dari zaman ke zaman sampai sekarang ini. Apakah semuanya masih digunakan? Hal inilah yang masih kita telusuri.

Alat musik Batak Toba tergolong unik dari segi fungsi dan suara yang dihasilkan. Biasanya, alat tersebut akan ditampailkan pada acara – acara tertentu, seperti acara upacara adat Sumatera Utara. Selain tiu, juga dipertontonkan untuk mengiringi tarian daerah Sumut.

Bahan untuk membuat alat musik yang merupakan bagian dari alat musik Sumatera Utara ini sangatlah sederhana. Karena masih tergolong alat musik manual, maka bahan untuk membuatnya selalu tersedia. Kayu, bambu dan tumbuhan lain merupakan bahan bakunya. Ada beberapa alat yang memerlukan besi untuk membuatnya.

Untuk melestarikannya, banyak aksi yang bisa dilakukan. Dengan mengenalkannya kepada para wisatawan yang sedang menikmati paket wisata Danau Toba 2 hari 1 malam. Kemudian bisa menjualnya melalui sarana Komunikasi Daring dengan teknik marketing yang revolusioner agar banyak yang beli. Dukungan dan peran pemerintah sangat strategis untuk mewujudkannya.

Sekolah harus menjadi sarana untuk mempelajari secara mendalam tentang apa – apa saja alat musik tradisional Batak Toba. Bukan cuma itu saja, pelajaran harus sampai mengetahui sejarah dan perkembangan di Indonesia harus disampaikan guru kepada siswa.

Oke, berikut adalah urutan nama – nama alat musik tradisional Batak Toba yang populer.

1. Hesek

Hesek via Wikipedia

Hesek adalah salah satu alat musik Batak Toba yang memiliki peran sebagai instrumen pembawa tempo (ketukan dasar) yang terbuat dari pecahan logam atau besi dan kadang kala dipukul dengan botol kosong. Instrumen ini dimainkan dengan cara mengadu pecahan logam tersebut sesuai dengan irama dari suatu lagu. Dengan segala keunikannya, alat musik ini termasuk kedalam klasifikasi idiophone.

2. Sarune Bolon

Sarune Bolon Batak Toba via carousell

Sarune Bolon adalah alat musik tiup yang paling besar yang terdapat pada masyarakat Toba. Alat musik ini digunakan dalam ensambel musik yang paling besar juga, yaitu gondang bolon. Sarune bolon dalam ensambel berfungsi sebagai pembawa melodi utama. Dalam ensambel gondang bolon biasanya hanya dimainkan satu buah saja. Pemainnya disebut “parsarune”.

Teknik bermain alat musik ini adalah dengan menggunakan istilah marsiulak hosa, yang artinya seorang pemain Sarune dapat melakukan tiupan tanpa putus-putus dengan mengatur pernapasan, sambil menghirup udara kembali lewat hidung sembari meniup Sarune. Teknik ini dikenal hampir pada semua etnis Batak.

3. Gondang

Gordang via FB

Gondang terbuat dari kayu yang dilapisi dengan kulit sapi atau kerbau. Biasanya gordang terdiri dari 6 sampai 9 gendang yang telah disusun. Alat musik Gordang biasa digunakan untuk mengiringi musik gondang pada upacara dan acara yang bersifat tradisional.

Ukuran dari setiap gendang yang tersusun tidaklah sama. Gendang-gendang ini diurutkan dari yang kecil hingga semakin besar ke arah kanan. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan irama yang pas saat dimainkan.

4. Ihutan

Ihutan memiliki persamaan dengan alat musik tradisional Panggora. Ihutan sejenis Gung berpencu yang digunakan dalam satu ensambel dengan tiga gung lainnya. Yang membedakannya dengan gong lainnya adalah ukurannya, bunyi, dan teknik atau cara permainannya.

Ihutan berukuran dengan garis menengah (diameter) lebih kecil sedikit dari oloan, yaitu 31 cm, tinggi (tebal) 8 cm, dan diameter pencu lebih kurang 11 cm. Ritemnya konstan dan bersahut-sahutan dengan gong oloan (litany), sehingga bunyi sahut-sahutan antara dua gong ini secara onomatope disebut polol-polol. Gong ini juga dimainkan dengan menggunakan satu stick yang terbuat dari kayu yang diobungkus dengan kain atau karet. Dimainkan oleh satu orang pemain.

5. Odap

Odap via Youtube

Odap (double headed drum) adalah salah satu alat musik Batak Toba, yakni gendang dua sisi yang berperan sebagai pembawa ritem variable. Instrument ini dimainkan untuk lagu-lagu tertentu dalam gondang sabangunan dan sering digunakan ketika pawai. Klasifikasi instrumen ini termasuk ke dalam kelompok membranophone.

Odap terbuat dari bahan kayu nangka dan kulit lembu serta tali pengencang/pengikat terbuat dari rotan. Ukuran tingginya lebih kurang 34 –37 cm, diameter membran sisi satu 26 cm, dan diametermembran sisi 2 lebih kurang 12 –14 cm.

Cara memainkannya adalah, bagian gendang dijepit dengan kaki, lalu dipukul dengan alat pemukul, sehingga bunyinya menghasilkan suara dap…, dap…, dap…, dan seterusnya. Alat musik ini juga dipakai dalam ensambel Gondang Sabangunan.

6. Panggora

Panggora via dictio

Panggora adalah alat musik yang berjenis Gong tetapi mempunyai bunyi yang lumayan unik. Panggora merupakan gong yang paling besar dengan diameter mencapai 37 cm dengan tebal 6 cm. Panggora dibuat dari logam seperti besi, kuningan atau perunggu. Suara yang dikeluarkan juga nyaring dan keras.

Keunikan suara dari alat musik Panggora ini berasal dari pukulan dengan menggunakan stik, lalu setelah suara muncul nanti diredam dengan menggunakan tangan.

7. Garantung

Garantung Batak Toba via Silontong

merupakan alat musik tradisional dari toba, provinsi Sumatera Utara. Alat musik ini  terbuat dari kayu dan bentuknya ditata rapi dan mempunyai 5 bilah nada yang berfungsi sebagai pembawa melodi. Garantung masuk dalam golongan Xylophone (batang-batang yang mengeluarkan nada). Alat musik Garantung memiliki susunan yang terdiri dari 7 wilahan yang tersusun rapi, digantung diatas kotak yang kegunaannya sebagai resonatornya.

Selain untuk pengiring melodi, Garantung terkenal juga sebagai penstabil ritme variable di setiap lagu-lagu tertentu dengan menggunakannya dengan teknik Mamalu. Garantung digunakan dengan dua buah stik di tangan kanan dan kiri. Teknik yang sering digunakan ialah tangan kiri sebagai pembawa melofi dan ritme (memukul bagian tankai Garantung sekaligus saat memainkan lagu).

8. Taganing

Taganing Batak Toba via Bukalapak

Taganing merupakan bagian dari alat musik Batak Toba yang mempunyai 5 buah gendang yang berfungsi untuk mengatur ritme di beberapa lagu daerah. Bentuk dari Taganin seperti Gordang, hanya saja ukurannya yang bermacam-macam, yang paling besar merupakan Gendang yang paling kanan, semakin ke kiri ukurannya menjadi semakin kecil dan suara yang dikeluarkan berbeda karena memang itu tujuannya. Taganing bisa disebut juga Drum set melodis, alat musik ini digantung di sebuah rak yang sama.

Taganing sering dimainkan oleh 1 – 2 orang saja yang memainkan sebuah stik untuk memukul alat ini. Dibandingkan dengan Gordang, Taganing mempunyai musik yang terdengar lebih melodis.

9. Hapetan (Hasapi)

Hapetan Batak Toba via Blogger

Alat musik ini memiliki bentuk fisik yang sangat mirip dengan kecapi. Hapetan merupakan alat musik petik tradisional asli Sumut. Hal ini menyebabkan beberapa suku asli Sumatra Utara seringkali menyebut Hapetan sebagai Hasapi, Kecapi atau pun Kecapi.

Alat musik tradisi ini dimasukkan ke dalam kelompok alat musik dawai atau juga senar. Alat musik hapetan sendiri, terdiri dari beberapa bagian, di antaranya :

9.1. Hasapi Ende atau disebut Pluked Lute dua senar

Yaitu instrumen yang membawakan melodi dan juga instrumen yang dinilai paling penting di dalam sebuah ensambel gondang hasapi.

9.2. Hasapi Doal atau Pluked Flude dua senar

Yaitu instrumen yang satu ini mirip seperti hasapi ende. Hanya saja dalam permainannya, hasapi doal memiliki peran untuk membawakan ritem konstan.

Kesimpulan

Ternyata suku Batak Toba kaya akan kesenian musiknya. Kami yakin masih banyak lagi alat musiknya. Hanya saja karena keterbatasan waktu tidak semuanya dipublikasikan di blog ini.

Warga Batak Toba merupakan warga yang gemar bermain musik dan memiliki jiwa seni yang tinggi. Hal itu terlihat dari jenis – jenis alat musik yang di wariskan dari zaman dahulu. Semua itu harus mendapat apresiasi.

Kita tidak tahu sampai kapan alat musik yang dimiliki Batak Toba akan tetap eksis. Kita berharap bukan hanya alat musiknya saja yang eksis, tetapi bisa dikenal di kancah nasional dan bersaing dengan alat musik dari luar negeri.

Dalam rangka melestarikan alat musik Batak Toba, peran dari pemerintah sangatlah penting. Banyak aksi yang bisa dilakukan oleh pemerintah daerah dan pusat untuk melestarikannya dengan dukungan penuh dari masyarakat.

Lihat: Kebudayaan Suku Batak Sumatera Utara

Demikian informasi tentang alat musik Batak Toba dan penjelasanna ini kami sampaikan melalui blog ini. Semoa saj amemebrikan manfaat kepad apra pembaca yang budiman. Mari sama – sama kita lestarikan warisan sejarah dari nenek moyang terdahulu. Jangan sampai tinggal sejarah.  

Oh iya, jangan lupa baca juga alat musik Aceh dan bandingkan perbedaannya. Sampaikan komentar Anda dibawah ini.

Silahkan berkomentar