7 Nama Pakaian Adat Daerah Maluku, Gambar dan Penjelasannya

Posted on

Nama pakaian adat yang ada di daerah Maluku dan gambar serta penjelasannya sangat mudah ditemukan oleh manusia saat ini. Bisa dengan membaca buku atau mengakses jaringan internet melalui handphone atau laptop. Banyak hal yang bisa kita pelajari dari pakaian khas Maluku ini, mulai dari sejarah, corak, warna, model dan fungsi dari busana yang dikenakan oleh masyarakat setempat pada zaman dahulu.

Daerah Maluku yang beribukota Ambon ini banyak kebudayaannya yang mencerminkan kearifan lokal. Semuanya harus dirawat, termasuk pakaian tradisional yang saat ini sedang kita bahas. Jangan sampai tinggal nama saja baju, celana atau aksesoris yang berasal dari Maluku.

Salah satu cara supaya pakaian klasik Maluku bisa langgeng sampai kapan juga, yaitu dengan mengemasnya menjadi objek wisata. Sembari menjual keindahan alam yang ada di Maluku, tidak salah kita juga menjual kesenian tari Maluku dan juga busananya ke dunia internasional. Peran pemerintah sangat diperlukan dalam hal ini sekaligus dukungan dari masyarakat luas.

Selain itu, lembaga pendidikan harus terus menjadikan pengenalan pakaian adat Maluku sebagai kurikulum atau mata pelajaran yang diajarkan dikelas – kelas. Himbauan kepada murid untuk mensosialisasikannya kepada keluarga mereka juga harus dikuatkan. Dengan begitu, secara otomatis akan berdampak kepada lingkungan sosial.

Lihat: Pakaian Adat Papua

Pada zaman dahulu, masyarakat Maluku mengenakan pakaiannya berdasarkan keperluan. Ada yang untuk keperluan bertani, undangan sampai dengan menghadiri pesta adat. Kini, seiring berjalannya waktu, diprediksi pasti terjadi perubahan dalam gaya hidup masyarkat berbusana. Invasi budaya asing begitu masif terasa dan menyebabkan banyak remaja Indonesia yang lebih mengenal budaya asing daripada budayanya sendiri. Kejadian ini fakta yang bena terjadi dan sangat miris jika terus dibiarkan saja.

Melaui artikel ini, kami mengajak Anda untuk lebih mengenal nama – nama pakaian adat Maluku melalui sarana Komunikasi Daring. Apa sajakah itu? Simak informasinya berikut ini.  

1. Kemeja Baniang Putih Maluku

Kemeja Baniang Putih Maluku via WordPress
Baniang putih ini berbentuk kemeja dengan kerah leher yang bundar dan juga memiliki kancing di bagian depan. Adapun baniang putih ini dipakai oleh laki-laki sebagai baju dalaman untuk kemudian dipadu padankan dengan kebaya dansa yang dipakai sebagai luaran. Adapun untuk yang ini adalah pakaian adat Maluku yang berasal dari kawasan Maluku Tengah. Ada juga yang bilang lebih tepatnya dari Ambon. Sesuai namanya, pakaian khas ini hanya diperuntukkan bagi para laki-laki.

Lihat: Keunikan Pakaian Adat Maluku

2. Setelan Kebaya Dansa Maluku

Setelan Kebaya Dansa Maluku via wikipie

Pakaian adat maluku yang satu ini bagi laki-laki, memiliki perwujudan layaknya kemeja. Namun tidak berkancing dan juga memiliki bentuk kerah yang melingkar. Artinya hanya dipakai / dimasukkan begitu saja tanpa direkatkan lagi memakai kancing. Karena sudah diwakili dengan pemakaian baniang putih sebelumnya. Setelan kebaya dansa ini kerap dipakai pada acara Pesta rakyat Maluku. Adapun untuk perempuannya yaitu memakai kain sarung tenun warna merah dengan motif emas yang khas.

3. Baju Cele atau Kain Salele

Baju Cele via Blogger

Baju adat dari Maluku yang satu ini bisa dibilang merupakan yang paling terkenal. Karena baju ini memang unik dan khas, kental akan nuansa tradisional Maluku yang tentu tidak dimiliki suku lain. Pakaian adat Maluku ini dikenal dengan nama Baju Cele atau biasa disebut juga Baju kain Salele. Jadi jika orang awam melihatnya, biasanya memang akan langsung tertuju pada adat Maluku.

Baju adat ini bertekstur tebal namun tetap nyaman dipakai. Bagian depan dibalut dengan ornamen hiasan motif emas atau perak. Dengan ciri utamanya yaitu punya corak garis-garis yang seakan membentuk kotak-kotak kecil. Untuk warnanya sendiri biasanya dominan warna merah terang.

Adapun baju adat cele ini kerap dipakai oleh masyarakat Maluku untuk kegiatan upacara adat tertentu. Seperti Panas Pela, Cuci Negeri dan juga upacara pelantikan Raja di satu kampuang.

Lihat: Pakaian Adat Betawi

4. Setelan Baju Nona Rok

Setelan Baju Nona via idntimes

Untuk yang terakhir ini bernama Baju Nona Rok. Terdiri dari kebaya putih dengan lengan panjang dan bahan brokat yang lembut dan punya motif kembang. Menyerupai baju cele, pakaian ini juga dilengkapi dengan aksesoris sanggul atau konde, peing atau ikat pinggang.

Adapun haspel atau konde dengan hiasan konde yang digunakan juga sama persis dengan yang dipakai pada setelan baju cele. Terdiri dari sisir konde, dan bunga ron.

5. Pakaian Kebesaran Raja Maluku

Pakaian adat ini adalah berupa jubah panjang yang menjulur sampai kaki. Sebagai pelengkap dikenakan juga ikat pinggang dengan warna merah dan juga kain syal diikatkan di pundak dengan ikatan di depan dada. Juga disertai tongkat kehormatan dan mahkota raja berupa penutup kepala khas yang tentu semakin menambah kegagahan dari pakaian terhormat yang satu ini.

Busana Raja ini tentu tidak semua bisa memakainya. Mungkin hanya satu – satunya model pakaian yang dikenakan sang raja. Biasanya raja mengenakannya saat ada acara kerajaan seperti menyambut tamu yang datang.

Lihat: Tarian Adat Maluku

6. Kebaya Putih Tangan Panjang

Kebaya Putih Tangan Panjang via kalinnachef

Para perempuan Maluku kerap menggunakan pakaian ini untuk berbagai keperluan, seperti upacara adat istiadat maupun keagamaan di Gereja. Pada mulainya, kebaya putih jenis ini hanya dipakai di kalangan bangsawan, keluarga kerjaan dan juga pendeta.

Kebaya jenis ini terbuat dari bahan borkat dengan warna putih bersih. Dengan tambahan kancing pada bagian depan dan tangan baju. Lalu untuk dalaman kebaya ini dipakaikan sejenis kaos putih dengan panjang lengan sebatas siku. Penggunaan kebaya ini juga biasanya dipadupadankan dengan konde / karkupeng dan juga kain tentun warna merah beragam motif.

7. Baju Lengan Panjang & Kebaya Hitam Gereja

Sebagaimana namanya, jenis pakaian ini lebih dikhususkan untuk dipakai pada acara peribadatan di Gereja oleh umat kristen. Ya seperti diketahui di awal bahwa penduduk beragama kristen di Maluku cukup banyak. Ada sekitar hampir setengahnya penduduk di sana menganut agama kristen.

Hal ini kemudian menjadikan salah satu baju adatnya yakni kebaya menjadi baju adat khusus Gereja oleh para jemaat perempuan. Dengan warnanya yang hitam cerah dan polos. Tidak lupa untuk mendukung tampilan tetap digunakan sanggul atau konde pada rambut.

Adapun untuk laki-lakinya juga memakai baju sejenis jas luaran berwarna hitam. Sebagai pelengkap dari perempuan yang memakai kebaya hitam gereja. Pemakaiannya didahului dengan penggunaan kemeja berwarna putih.

Lihat: Pakaian Adat Aceh

Kami rasa untuk sementari cukup dahulu uraian tentang kumpulan nama – nama pakaian adat daerah Maluku. Jika dirasa perlu dilakukan penambahan poin, maka akan kami lakukan pembaruan pada tulisan ini. Jangan lupa bagikan informasi ini kepada teman – teman Anda yang ada di jaringan sosial media. Mana tahu ada teman Anda yang membutuhkan info ini. Jangan lupa berikan komentar, kritik atau saran dengan menulisnya di kolom komentar yang ada di bawah.