7 Nama Pakaian Adat Daerah Sulawesi Utara dan Penjelasannya

Posted on

Nama pakaian adat yang berasal dari daerah Sulawesi Utara merupakan bagian dari khazanah budaya Indonesia. Manado adalah ibukota propinsi Sulawesi Utara memiliki banyak kaerifan lokal, baik dalam kesenian dan busana yang sampai kini masih terjaga keberadaanya. Guna menjaga tradisi supaya tidak tinggal sejarah, dan banyak hal yang sudah dilakukan oleh pemerintahan daerah setempat dan mendapat dukungan dari masyarakat setempat.

Pakaian khas Sulawesi Utara memiliki corak dan model yang beda dengan pakaian adat Sulawesi Tenggara meski berada di satu pulau Sulawesi. Perbedaan yang terjadi merupakan ciri khas masing-masing pakaian daerah guna memperkaya kebudayaan nusantara. Artinya, perbedaan menjadi upaya saling melengkapi kekurangan yang ada. Bukankah Indonesia dibangun atas dasar perbedaan yang ada? Bisa saja antar pakaian daerah yang satu dengan yang lain ada kesamaan. Dan hal ini ada beberapa faktor yang melatarbelakanginya, salah satunya adalah pembauran budaya terjadi terhadap busana tradisional antar daerah.    

Untuk mendapat informasi dan gambar serta penjelasan dari pakaian tradisional Sulawesi Utara, kami siap membantu Anda. Kami sudah melakukan pencarian dan mengumpulkan nama – nama pakaian zaman dahulu yang kerap di kenakan oleh masyarakat adat didaerah ini untuk berbagai keperluan, apakah undangan, pesta sampai untuk keperluan berperang. Kita paham bahwa untuk mendapatkan informasi pakaian adat, kita tidak harus datang ke Sulawesi Utara. Dengan mengakses internet bisa dengan cepat kita temukan apa yang kita inginkan. Namun, jika Anda punya banyak waktu dan kelebihan biaya, tidak ada larangan untuk megunjungi daerah Sulawesi Utara untuk mendapatkan informasi dari sumbernya langsung. Hal ini tentu lebih baik.

Sebelum membacara isi dari artikel ini, sekedar informasi tambahan untuk Anda, bahwa melalaui blog terkait ini kami sudah banyak menulis ulasan tentang pakaian daerah yang ada di Indonesia, mulai dari pakaian adat Aceh, pakaian adat Bali dan pakaian adat Papua serta pakaian adat dayak Kalimantan.

Apa saja nama pakaian adat daerah Sulawesi Utara? Berikut innformasinya.

1. Busana Adat Bolaang Mongondow

Bolaang Mongondow via blogger

Bolaang Mongondow merupakan suku di daerah Sulawesi Utara yang pernah membentuk sebuah kerajaan pada zaman dulu. Karena kemajuan kebudayaannya,beraneka ragam jenis pakaian adat Sulawesi Utara pun hadir dan menjadi warisan budaya hingga saat ini.

Busana yang dipakai setiap hari oleh masyarakat suku Bolaang Mongondow adalah kulit kayu atau pelepah nenas yang diambil seratnya. Serat yang disebut oleh masyarakat disana dengan nama “lanut” ini kemudian ditenun menjadi kain. Kemudian serat tersebut dijahit dan menjadi busana sehari-hari masyarakat suku Bolaang Mangondow.

2. Pakaian Adat Gorontalo

Pakaian Adat Gorontalo via wkipe.co.id

Pakaian sehari-hari masyarakat Gorontalo berbahan kapas mentah yang sudah dipintal menjadi benang. Untuk pakaian wanita, pakaian adat Gorontalo ini mempunyai ciri berbentuk kebaya tanpa motif dan sarung sebagai bawahannya. Aksesoris tambahan untuk wanita memakai gelang padeta, ikat pinggang, dan lainnya.

Sedangkan untuk pria menggunakan pakaian berlengan pendek dengan tambahan aksesoris tudung makuta, kalung bakso dan pasimeni. Pada umumnya pakaian adat ini digunakan waktu acara pernikahan. Pakaian adat Sulawesi Utara yang dikenal dengan pakaian Gorontalo ini mempunyai filosofi tersendiri terkait warna yang digunakan.

3. Pakaian Kohongian

Pakaian adat Sulawesi Utara ini tidak sembarangan suku atau masyarakat bisa memakainya. Pakaian Kohongian merupakan pakaian adat yang digunakan pada upacara pernikahan anggota masyarakat dengan status sosial satu tingkat dibawahnya kaum bangsawan.

Tidak tahu apakah peraturan ini masih dipatuhi sampai sekarang. Jika Anda tahu, silahkan sampaikan pendapat pada kolom komentar.Tujuan blog ini hadir untuk membangun informasi dua arah, tidak hanya dari kami saya. Anda pun berhak sampaikan argumentasi jika tidak sependapat dengan sajian informasi dari kami.

4. Busana Simpal

Busana Simpal mempunyai fungsi yang hampir mirip dengan busana Kohongian. Busana Simpal merupakan busana yang khusus diperuntukkan bagi masyarakat yang termasuk ke dalam golongan pendamping pemerintah di kerajaan. Pakaian adat busana Simpal pun digunakannya pada saat upacara pernikahan.

Lihat: Tarian Adat Sulawesi Utara

5. Pakaian Adat Minahasa Bajang

Pakaian Adat Minahasa Bajang via Silontong.com

Suku Minahasa mendiami Wilayah disekitar semenanjung Sulawesi Utara, Sebab itu suku Minahasa memiliki pakaian adat yang khas dari sulawesi utara. suku ini dikenal dengan peradabannya yang lebih maju bila dibandingkan dengan suku lain pada zamannya.

Beberapa bukti menunjukkan hal tersebut, seperti dari aspek pengetahuan dan keterampilan orang-orang dalam memintal kapas menjadi kain yang lebih nyaman digunakan untuk busana sehari-hari yang disebut dengan nama Bajang.

6. Pakaian Tonaas Wangko dan Walian Wangko

Tonaas Wangko via Manadotoday

Pada dasarnya kedua pakaian ini merupakan pakaian pemuka adat. Pakaian Tonaas Wangko adalah pakaian kemeja dengan lengan panjang yang kerahnya tinggi, berkancing tanpa saku. Warna dari baju ini dominan warna hitam dihiasi motif bunga padi dileher baju, ujung lengan dan sepanjang ujung baju bagian depan yang terbelah.

Semua motif dari baju ini berwarna kuning keemasan. Sebagai pelengkap pakaian ini dipakailah topi berwarna merah yang dihiasi motif bunga padi warna kuning keemasan juga. Sedangkan untuk pakaian adat yang Walian Wangko pria merupakan modifikasi bentuk dari pakaian Tonaas Wangko, cuma lebih panjang seperti jubah.

Pakaian yang warna putih dihiasi corak bunga padi. Juga dilengkapi topi porong nimiles, yang terbuat dari lilitan dua buah kain berwarna merah hitam dan kuning emas, sebuah lambang penyatuan 2 unsur alam, yaitu langit dan bumi, dunia dan alam baka.

Sedangkan pakaian untuk wanita, menggunakan  kebaya panjang warna putih atau ungu, kain sarong batik warna gelap dan topi mahkota. Dipadukan dengan selempang warna kuning atau merah, kalung leher, selop, dan sanggul. Hiasan yang digunakan ialah motif bunga terompet.

7. Pakaian Sangihe dan Talaud

Sangihe via perpustakaan.id

Pakaian adat Sulawesi Utara berasal dari suku Sangihe Talaud. Busana ini biasanya cuma digunakan saat upacara Tulude. Pakaian adat ini terbuat dari serat kofo atau semacam tanaman pisang serta serat pisang yang kuat. Kemudian serat ini ditenun, dipintal dan dijahit menjadi selembar pakaian yang dikenal dengan nama busana Laku Tepu.

Laku Tepu adalah jenis pakaian adat yang berupa baju lengan panjang dan untaiannya hingga ke tumit. Pakaian tersebut dipakai bersama aksesoris lain yang berupa popehe (ikat pinggang), bandang (selendang di bahu), paporong (penutup kepala), dan kahiwu (rok rumbai). Pria dan wanita boleh menggunakan pakaian serta perlengkapan tersebut. Biasanya berwarna dasar merah, kuning, hijau, atau warna-warna yang cerah lainnya.

Lihat: Pakaian Adat Sunda

Kami rasa cukup ulasan kami mengenai nama – nama pakaian adat daerah Sulawesi Utara pada kesempatan ini. Bisa jadi akan dilakukan pembaruan jika ditemukan informasi terkait tentang hal ini. Saran dan kritik serta komentar silahkan Anda sampaikan dikolom komentar yang letaknya ada di bawah. Terima kasih atas waktunya karena sudah mampir di blog ini.