10 Nama Pakaian Adat Sunda, Untuk Kalangan Bawah dan Atas

Posted on

Nama pakaian adat Sunda ada banyak macamnya. Nama-nama ini disesuaikan dengan jenis dan model yang dikenakan oleh masyarakatnya sendiri. Ada masyarakat yang sering memakai Beskap, maka publik sudah bisa menilai pakaian tersebut pada zaman dahulu biasa dikenakan oleh lapisan atau status sosial dari kalangan mana.

Meski terkesan membedakan status sosial, itulah yang terjadi dengan pakaian adat Sunda. Dan sepertinya semua pakaian daerah hampir mengalami hal yang serupa. Ada pembedaan baju yang dipakai bangsawan dan rakyat biasa.

Banyak cara kita untuk mengenal satu per satu apa – apa saja nama pakaian daerah Sunda, baik yang tradisional dan pakaian yang sudah dimodifikasi menjadi busana modern. Bisa dengan datang ke museum daerah yang ada di propinsi Jawa Barat atau dapat melihat melalui laman komunikasi Daring yang bernama internet. Jadi tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mengenal nama dari pakaian tradisional Sunda. Karena dengan mengenalnya adalah bukti kita menghargai perjalanan dan arti sejarah.

Apakah cukup dengan mengenalnya saja? Kami pikir tidak cukup. Mengapa? Karena setelah mengenalnya, kita harus menjaga dan merawatnya bersama. Dengan begitu, itulah wujud cinta kita kepada kebudayaan Indonesia dan cerminan warga negara yang baik.

Dari berbagai sumber yang ada, akhirnya kami berhasil mengumpulkan nama-nama pakaian adat daerah Sunda, apa saja itu? Simak informasinya berikut ini.

1. Pakaian Adat Beskap

Pakaian Adat Beskap via Indonesianbatik

Beskap adalah salah satu pakaian adat Sunda yang umum dipakai untuk acara – acara resmi baik kelembagaan atau pun pemerintahan daerah dan juga pemerintahan pusat. Beskap merupakan pakaian sejenis kemeja resmi untuk laki-laki. Beskap memiliki tekstur tebal, kerah bajunya juga tidak berlipat.

Adapun warna pakaian Beskap tentu beragam, tetapi biasanya berwarna gelap dan selalu polos. Jika diperhatikan dari dekat, ada perbedaan ukuran potongan beskap pada bagian depan yang tidak simentris. Tujuannya yaitu untuk antisipasi pemakaian aksesoris keris yang mungkin cukup berat. Pola kancingnya juga biasanya menyamping. Beskap hampir pasti selalu dipadupadankan dengan jarik, yakni sejenis kain panjang yang diikatkan untuk menutupi kaki.

2. Untuk Laki-Laki Dari Kalangan Bawah

Pakain Pangsi via Google Image

Kaum dari kalangan bawah di daerah sunda identik dengan kaum petani yang seperti sudah punya gaya pakaian yang khas. Bagi kaum laki-laki dari kalangan menengah kebawah biasanya memakai celana dengan ukuran besar (longgar) atau biasa disebut ‘celana komprang’ atau pangsi. Untuk atasan biasanya mengenakan baju salontréng. Namun seringnya paduan pakaian atas bawah ini disebut sebagai baju pangsi saja.

3. Dipakai Perempuan Dari Kalangan Bawah

Untuk kaum perempuan dari kalangan bawah biasanya mengenakan bawahan Sinjang Bundel yang biasa dipakai sebagai rok sampai betis. Kemudian juga memakai beubeur (sejenis ikat pinggang), kamisol, dan kebaya dilengkapi dengan selendang motif batik. Dan untuk alas kaki itu mengenakan sandal jepit keteplek.

4. Dikenakan Oleh Laki-Laki Dari Kalangan Menengah

jas putih via pinterest

Perbedaan tampilan pakaian adat jenis ini tampak sangat kontras dan jelas dibanding pakaian untuk rakyat jelata. Terlihat lebih rapi dan berwibawa pakaian adat Jawa Barat jenis ini biasa dipakai oleh kaum menengah yang berprofesi sebagai pedagang, pengusaha atau saudagar.

Untuk kaum laki-laki (pria) biasa mengenakan pakaian berwarna putih sejenis jas. dengan nama Baju Bedahan. Dipadukan dengan kain kebat yang disarungkan, memakai sabuk dan juga ikat kepala (bengker). Sebagian orang dalam kalangan saudagar juga biasanya memakai arloji dengan rantai berwarna keemasan. Cara pemakaiannya itu digantung di kantong (saku) pakaian sebagai aksesoris untuk mempercantik tampilan. Sekaligus jadi pembeda juga dengan pakaian yang dikenakan oleh rakyat biasa.

5. Untuk Perempuan Dari Kalangan Menengah

Kebaya via Tokopedia

Kaum wanita dari kalangan menengah ini biasa mengenakan atasan pakaian kebaya dengan aneka warna. Baju Kebayan ini dipadukan dengan sanggul kepala dan kain kebat sebagai rok bawahan. Ikat pinggang dan selendang berwarna juga tidak ketinggalan. Alas kakinya menggunakan sandal kelom geulis (selop). Aksesoris lain yang juga biasa dipakai antara lain seperti kalung, anting, gelang, cincin emas atau perak.

6. Untuk Laki-Laki Dari Kalangan Atas

Bagi kaum bangsawan pria, baju adat Sunda yang digunakan adalah terdiri dari Jas bahan beludru hitam. Jas tersebut konon disulam dengan benang emas pada bagian ujung lengan. Celana panjang motif serupa dengan jas, dan sabuk emas. Lalu menggunakan bendo juga sebagai tutup kepala dan untuk alas kaki yaitu menggunakan sandal selop hitam.

7. Untuk Perempuan Dari Kalangan Atas

Kebaya Beludru Hitam via Google

Adapun untuk perempuan, pakaian adat Sunda yang dikenakan adalah kebaya dengan bahan beludru hitam. Disulam dengan tambahan mute atau manik-manik. Tak lupa kain kebat dengan motif rereng sebagai bawahan. Dan untuk alas kaki itu menggunakan selop dengan bahan beludru hitam.

Kaum Perempuan ini biasanya memakai tambahan akseseoris berupa sanggul rambut, cincin, giwang dan bros. Tak ketinggalan juga tusuk konde, peniti rantai dan perhiasan lainnya yang biasanya bertahtakan berlian ataupun emas.

8. Dipakai Anak Laki-laki Sunda

Nama pakaian adat Sunda yang biasa dikenakan oleh anak laki-laki adalah Beskap. Dan Menggunakan jas dan kain kebat batik sebagai bawahan. Kemduian yang tidak kalah penting adalah pemakaian Bendo (tutup kepala khas Sunda). Menjadikan tampilan anak laki-laki menjadi gagah bak ksatria, namun juga lucu dan menggemaskan.

9. Dikenakan Anak Perempuan

Pakaian adat Sunda untuk anak perempuan adalah kebaya sama seperti pakaian untuk perempuan dewasa namun kebaya yang digunakan memiliki motif sederhana dan berwarna polos putih dipadukan dengan kain kebat sebagai bawahan. Dan rambut yang tidak lupa untuk disanggul.

10. Yang Biasa Dipakai Pengantin Sunda

Pakaian Pengantin Sunda via Harnas

Pada umumnya pakaian adat Sunda untuk pengantin ini terinspirasi dari busana putri di masa Kerajaan Sunda masa lalu. Di bagian kepala, rata-rata menggunakan sejenis mahkota perhiasan yang dinamakan Siger. Maknanya adalah sebagai perlambang kehormatan dan sifat bijak.

Adapun baju adat Sunda untuk pengantin sekarang ini telah dimofifikasi sedemikian rupa agar terlihat lebih menarik dan modern. Namun tanpa menghilangkan kesan dan nilai adat tradisionalnya. Artinya modifikasinya tentu tidak dilakukan menyeluruh, melainkan hanya beberapa bagian tertentu saja.

Busana atau baju yang dikenakan pengantin wanita Sunda adalah sejenis kebaya brokat dengan warna krem, kuning, dan lain – lain. Aksesoris perhiasan yang dikenakan meliputi gelang, cincin permata dan 2 kalung (pendek dan panjang) yang dipakai bersamaan. Untuk bawahannya yaitu menggunakan kain batik kebat Lereng Eneng Prada.

Adapun untuk pengantin prianya mengenakan Jas Buka Prangwedana yang warnanya biasanya disesuaikan dengan warna kebaya pengantin wanita. Begitupun dengan kain batik yang dipakai, supaya selaras maka harus disamakan warnanya dengan pengantin wanita. Yang tidak kalah penting adalah penutup kepala (Bendo) dengan hiasan permata. Kemudian di bagian bawah, dipakaikan juga Boro Sarangka, yakni sejenis kantong atau tempat untuk menyimpan keris.

Lihat: 5 Keunikan Pakaian Adat Jawa Barat

Demikian ulasan kali ini yang mengangkat judul nama pakaian adat Sunda. Semoga memberikan banyak manfaat kepada para pembaca yang budiman. Jangan sungkan untuk memberikan kritik dan saran kepada kepada kami. Anda dapat menulis pada laman kolom komentar.  

Oh iya, pakaian khas yang telah menjadi kebiasaan adat masyarakat Sunda ini jangan sampai tidak dilestarikan oleh pemerintahan Indonesia.

2 comments

Silahkan berkomentar