9 Nama Pakaian Adat Yogyakarta, Gambar dan Ciri Khasnya

Posted on

Nama pakaian adat daerah Yogyakarta (Jogja) dan gambar serta ciri khasnya adalah budaya asli Indonesia yang harus dipelajari dan kemudian dilestarikan keberadaannya dari masa ke masa. Banyak hal yang bisa dipelajari dari busana khas dari Jogja ini, mulai dari warnanya, desain atau motifnya, sejarah dan untuk acara apa dikenakan. Selain itu, apakah sampai saat ini masih ada baju, rok atau celana asli Yogyakarta yang dipakai oleh masyarakat setempat.

Untuk cari tahu akan nama pakaian tradisional Yogyakarta, ada banyak cara dapat dilakukan. Bisa dengan membaca buku, berdikusi dengan dengan teman atau guru, datang ke museum yang ada di Jogja, atau bisa juga browsing pada internet sebagai alat komunikasi modern. Biasanya, orang zaman sekarang lebih memilih opsi yang terakhir dengan alasan lebih cepat.

Informasi dan penjelasan mengenai pakaian klasik Yogyakarta harus terus dipublikasi, baik secara langsung yang bisa disampaikan dalam berbagai forum masyarakat atau bisa juga menggunakan sarana Komunikasi Daring. Semakin sering disosialisasikan, maka busana asli Yogyakarta ini akan semakin populer. Dan bisa juga mengundang wisatawan asing berdatangan sehingga menambah devisa negara Indonesia.

Dengan membaca artikel ini, maka Anda akan mengetahui tentang: nama, deskripsi pakaian, penjelasan dan ulasan terkait lainnya. Karena melalui blog ini, kami sudah banyak mempublikasikan tentang pakaian daerah yang ada di daerah lain, sebut saja seperti pakaian adat Dayak Kalimantan, pakaian adat Sunda, pakaian adat Betawi dan masih banyak lagi. Dengan membaca semua itu, maka Anda secara tidak langsung dapat memabandingkan ciri khas pakaian adat Yogyakarta dengan yang lainnya.

Apa saja nama –nama pakaian adat Yogyakarta yang pernah ada? Berikut informasinya.    

1. Pakaian Untuk Pejabat Keraton

Baju Ageng via viva.co.id

Pakaian adat yang biasa digunakan oleh para pejabat keraton disebut dengan nama baju Ageng. Pakaian ini terdiri dari bajun model jas laken yang berwarna biru tua disertai kerah berdiri, serta tidak lupa juga rangkapan sutra yang warnanya juga biru tua, dan mencapai panjang sampai bokong, lalu dilengkapi juga dengan kancing dari sepuhan emas. Untuk bawahannya berupa celana berwarna hitam dengan menggunakan topi yang berwarna biru tua dan terbuat dari bahan laken dengan dibuat model bulat-panjang yang mancapai tinggi 8 cm.

2. Pakaian Untuk Putri Raja

baju Semekanan via Silontong.com

Dalam kegiatan kesehariannya puteri raja yang sudah dewasa menggunakan baju Semekanan. Pakaian ini terdiri dari kain penutup dada yang panjang dan mencapai lebar sampi separu dari lebar kain panjang biasa. Dilengkapi juga dengan memakai kain nyamping atau batik, baju kebaya dari bahan katun, semekan tririk dan juga memakai perhiasan yang terdiri dari subang, gelang dan juga cincin. Tatanan rambutnya juga dibuat sanggul tekuk polos tanpa dilengkapi hiasan.

Lihat: Pakaian Adat Maluku

3. Pakaian Puteri Raja Yang sudah Menikah

Semekan tritik via backpakerjakarta

Keraton Yogyakarta mempunyai aturan sendiri bagi para puteri raja dalam mengenakan pakaian sehari-hari. untuk puteri raja yang sudah menikah berbeda dengan puteri raja yang belum menikah. Pakaian yang biasa digunakan oleh putri raja yang sudah menikah berupa Semekan tritik dengan dilengkapi tengahan, baju kebaya berbahan katun, kain batik atau jarik, sanggul tekuk polos tanpa adanya hiasan serta tidak lupa juga memakai berbagai macam perhiasan, mulai dari subang, cncin dan juga sapu tangan berwarna merah.

4. Pakaian Untuk Upacara Ageng

busana Keprabon via Okezone

Pakaian ini merupakan pakaian yang digunakan oleh para sultan pada saat upacara ageng, pakaian ini disebut dengan nama busana Keprabon. Jenis busana ini juga dibedakan lagi menjadi 3 jenis, yaitu busana dodotan, kanigaran dan juga kaprajuritan. Busana dodotan biasanya akan di pakai saat acara upacara garebeg, jumengeng dalem atau penobatan raja, dan juga dalam upacara pernikahan atau pisowana.

Pakaian ini terdiri dari kuluk biru yang dihiasi mundri, kampuh konca setunggal. dana chinde gubeg, moga renda yang berwarna kuning, rante, timang atau kretep, pethat jeruk sak ajar, karset serta keris branggah.

5. Pakaian Surjan dan Jarik

Surjan via elevenia

Pakaian ini merupakan pakaian adat yang di kenakan oleh para pria atau laki-laki dewasa di Yogyakarta. Surjan adalah nama bajunya, sedangkan jarik adalah kain batik yang digunakan sebagai bawahan. Lalu untuk aksesoris pelengkapnya dengan memakai pnutup kepala berupa blangkon yang memang menjadi suatu kewajiban saat menggunakan baju surjan. Selain wajib memakai blangkon, juga harus memakai alas kaki yaitu berupa sendal atau selop.

6. Pakaian Untuk Wanita Dewasa

kebaya via pinterest

Atasan berupa kebaya dan bawahan berupa kain batik atau jarik merupakan pakaian adat yang digunakan oleh wanita dewasa di Yogyakarta. Ciri khas lain yang paling terlihat jelas adalah pemakaian sanggul atau konde pada ramput. Untuk bahan kain yang biasanya di pilih adalah bahan kain yang terbuat dari katun, sutra, nilon, lurik, sunduri atau bahan sintetis lainnya.

Teknik pembuatannya juga sangat banyak, antara lain adalah dengan di tenun, dirajut, dicelup atau juga dibatik. Lalu untuk kebaya sebagai atasannya biasanya akan terbuata dari bahan seperti beludru, sutra atau brokat.

Lihat: Pakaian Adat Papua

7. Pakaian Anak Laki-Laki

Kencongan via Silontong.com

Baju adat yang digunakan oleh anak laki-laki di Yoyakarta disebut dengan nama Kencongan. Kencongan ini biasanya terdiri dari baju surjan, lonthong tririk dan juga kamus songketan dengan cathok yang bahan pembuatannya dari suwasa atau emas berkadar rendah sebagai ikat pinggangnya. Lalu beda lagi dengan pakaian yang digunakan sebagai pakaian sehari-hari.

Apabila digunkan untuk kegiatan sehari-hari, maka akan terdiri dari baju surjan, kain batik dengan wiru pada bagian tengahnya, kamus songketan, lonthong tritik, timang dan juga tidak lupa untuk memakai penutup kepala berupa destar.

8. Pakaian untuk Anak Perempuan

Baju adat yang digunakan oleh anak perempuan di Yogyakarta disebut dengan nama Sabukwala Padintenan. Baju adat ini sendiri berbentuk kain batik atau jarik yang meiliki motif parang. Untuk aksesoris pelengkapnya antara lain adalah ceplok atau gringsing, baju berbahan katun, kamus yang berhiaskan motif flora atau fauna sebagai ikat pinggang, lonthong tritik serta tidak lupa untuk memakai cathok yang terbuat dari perak dan berbentuk seperti kupu-kupu, burung garuda atupun burung merak.

9. Pakaian Untuk Abdi Dalem

Sikep Alit via Silontong.com

Seluruh pegawai atau karyawan keraton yang ummnya tinggal di daerah sekitar keraton disebut dengan nama Abdi dalem. Abdi dalem ini juga memiliki pakaian khusus yang berupa dua macam pakaian, antara lain adalah Sikep Alit dan Langenarjan.

Satu Set Sikep alit sendiri terdiri dari kain batik sawitan, baju hitan yang terbuat dari bahan lakin yang disertai dengan kancing baju yang terbuat dari tembaga atau kuningan yang disepuh dengan emas berjumlah kurang lebih 7 sampai 9 kancing, destar sebagai penutup kepala, keris model gayaman yang di pakai pada pinggang sebelang kanan belakang., memakai selop sebagai alas kaki, topi pet berwarna hitam dengan pasmen emas. Pakaian inilah yang biasanya digunakan pada kegiatan sehari-hari para abdi dalem keraton.

Lihat: Pakaian Adat Aceh dan Keunikan Busana Tradisional Aceh

Dari poin perpoin daftar nama pakaian adat Yogyakarta diatas, kami meyakini Anda sudah bisa mengenal busana zaman dahulu yang dipakai oleh masyarakat Jogja. Kini saatnya Anda untuk membagikan informasi penting ini kepada jaringan teman-teman yang ada di sosial media (Facebook, Twitter). Kemudian, kami juga menunggu komentar dari kalian, baik dalam bentuk saran atau pun kritik. Silahkan tulis pada kolom yang ada di bawah.

Silahkan berkomentar