Niat Mau Permalukan Anies-Sandi Dengan ‘Isu Pemborosan’, Jokower Ini Malu Sendiri Akhirnya

Posted on

Serangan demi serangan di media sosial terus dialami oleh Pemprov DKI Jakarta yang saat ini dipimpin oleh Bubernur Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno.

Serangan kali ini datang dari pendukung setia Jokowi. Diduga niatnya mau permalukan Anies- Sandi dengan isu pemborosan selama bulan puasa Ramadhan 1439 H. Tapi apa mau dikata, tidak berhasil.

Adalah akun @hariadhi menulis (16/5/18):

“Manteman, untuk mengkritisi pemborosan ala @aniesbaswedan @sandiuno, gimana kalau kita adakan urunan Bukber Relawan. Kita lihat 100juta bisa kasi makan orang puasa sebanyak anggaran 1,16 Miliar ala Pemprov @DKIJakarta ga?”.

Tudingan via twitter tersebut dilengkapi dengan sebuah gambar dalam bentuk Meme.

Dalam waktu cepat, akun @SuaraAnies menjawab tudingan Jokower itu dengan fakta yang sebenarnya.

Menurut @SuaraAnies, anggaran dana untuk ‘bukber’ selama ramdhan itu tidak memakai anggaran dari APBD melainkan bantuan dari beberapa organisasi, seperti Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Dompet Dhuafa. Jadi, program tersebut bukanlah sebuah pemborosan. Tudingan Jokower terbantahkan.

“Manteman, untuk mengkritisi kebingungan ala @hariadhi coba hitung di kalkulator masing2: 223RW x 20 hari x 400paket x 20rb harga per paket makanan = berapa hasilnya?”

“Dan ini adalah urunan dana lewat ACT dan Dompet Dhuafa, bukan pemborosan pakai anggaran/ APBD,” jawab akun @SuaraAnies (16/5/18) atas fitnah yang disampaikan oleh pendukung Jokowi itu.

Akun Suara Anies Baswedan juga mempersilahkan jika ada relawan Jokowi yang mau bikin acara bukber di Jakarta.

“Anyway, kalau mau bikin sendiri di luar Pemprov kita dukung juga kok. Nanti kita bantu RT bukber relawannya. Buat kita makin banyak yg saling bantu sesama warga makin bagus. :),” kicau akun @SuaraAnies.

Mendapati jawaban dari @SuaraAnies, akun pendukung Jokowi itu pun langsung bungkam. Inilah akibatnya jika cuma mengetahui informasi tidak secara detail. Malu sendiri jadinya.

Silahkan berkomentar