8 Pakaian Adat Khas Aceh Yang Dipakai Pria dan Wanita

Posted on

Pakaian adat khas Aceh dan keunikannya adalah khazanah budaya bangsa yang harus terus dan terus dipelihara oleh setiap generasi kini dan nanti. Budaya ini menjadi kebanggaan bangsa Indonesia dimata dunia internasional yang tidak bisa dinilai dengan materi semata. Nilai sejarah sangat mahal harganya dan jangan sampai diklaim oleh bangsa lain seperti yang sudah – sudah.

Jika ditelusuri dengan seksama, banyak nilai yang terkandung pada pakaian adat Aceh ini. Mulai dari pemilihan nama pakaiannya sampai bahan yang digunakan untuk menjadikannya sebagai penutup kulit manusia. Nama pakaian adat Aceh memang berbeda dengan nama pakaian adat dari daerah lain. Nama yang ada memakai bahasa daerah sebagai ciri khas.

Hampir setiap acara mengharuskan para masyarakat Aceh memakai pakaian adatnya, mulai dari acara sunatan, pesta perkawinan sampai acara kenegaraan.

Baca : Keunikan Pakaian Adat Aceh

Selain nama dan bahan pakaian adat Aceh, warna juga menjadi ciri khas tersendiri yang menarik berbagai mata untuk melihatnya. Perpaduan warna yang sati dengan yang lain membuat Aceh memang unik menyajikan budayanya.

Baiklah, langsung saja kita akan bahas satu persatu mengenai busana adat Aceh.

Kumpulan Pakaian Adat Aceh Dari Masa Ke Masa

Paling tidak beberapa pakaian dibawah ini yang sudah bisa mewakili untuk Anda ketahui. Simak informasinya berikut ini.

1. Ulee Balang

Pakaian-Ulee-Balang
Sumber : Twitter

Kita masuk pada pakaian adat Aceh yang pertama, yaitu bernama Ulee Balang. Terjadi perbedaan pada pakaian untuk pria dan wanita. Jika pakaian adat pria disebut baju Linto Baro, maka pakaian adat untuk wanita disebut baju Daro Baro.

Konon, pakaian tradisional Aceh ini cuma dipakai oleh para sultan dan pembesar kerajaan, tetapi saat ini keduanya lebih sering dipakai oleh para pengantin pada pesta pernikahan. Kedua pakaian tersebut punya keunikan tersendiri sebagai ciri khas di setiap bagian-bagiannya.

Baca: Kata Buat Diri Sendiri Yang Lagi Sakit

2. Celana Sileuweu

Pakaian-Celana-Sileuweu
Sumber : Silontong.com

Celana Sileuweu ialah celana panjang yang dikenakan pada pakaian adat Aceh untuk laki-laki yang berwarna hitam. Namun, celana atau dalam bahasa Aceh, celana yang disebut Sileuweu ini terbuat dari bahan kain katun. Ada yang menyatakan nama celana ini ialah Celana Cekak Musang, yaitu Celana khas dari adat Melayu dan menjadi kebiasaan warga Aceh mengenakannya.

Celana cekak musang dilengkapi dengan pemaiakan sarung dari kain songket berbahan dasar sutra. Kain sarung seperti Ija Lamgugap, Ija sangket atau Ija krong ini akan diikatkan kebagian pinggang dengan batas panjang lutut atau sekitar 10 cm di atas lutut.

3. Baju Meukeusah

Baju-Meukeusah
Sumber : Google Image

Baju Meukeusah adalah baju khas Aceh berbahas halus nan mahal yang terbuat dari hasil tenunan anak bangsa. Baju adat Aceh ini biasanya mempunyai warna dasar hitam. Kabarnya, warna hitam adalah simbol kebesaran dalam adat Aceh.

Ada bauran adntara budaya Aceh dengan China pada baju ini. Anda bisa melihatnya di kerah baju, yaitu sulaman benang emas seperti pada kerah baju China. Sejarahnya, pelaut China zaman dhulu kala berlayar sampai ke laut Aceh.

Baca : Alat Musik Tradisional Aceh

4. Senjata Tradisional Pada Pakaian Adat Aceh

Hampir sama dengan pakaian adat dari daerah lain, pakaian adat Aceh juga dilengkapi dengan penggunaan senjata tradisional pada daerah terntentu. Senjata tradisional Aceh tersebut bernama Rencong.

Rencong adalah senjata tradisional kha Aceh yang umumnya biasanya diselipkan ke bagian lipatan sarung atau di bagian pinggang. Di bagian gagang atau kepala rencong akan menonjol keluar.

5. Baju Kurung Aceh

Baju-Kurung-Aceh
Sumber : Silontong.com

Baju atasan untuk wanita Aceh adalah baju kurung lengan panjang. Baju kurung ini mempunyai kerah dan motif sulaman benang emas yang khas seperti baju China. Melihat dari bentuknya, baju ini terbilang gombor panjang hingga pinggul untuk menutup seluruh lekuk dan aurat tubuh dari yang mengenakannya. Konon, dari bentuk dan motifnya tersebut, menunjukan bahwa baju ini adalah hasil perpaduan budaya Melayu, Arab, dan Tionghoa.

Baca : Upacara Adat Aceh

6. Celana Cekak Musang

Untuk jenis celana Aceh yang ini, celana yang dipakai pada pakaian adat Aceh untuk pria dan wanita sama saja. Celana cekak musang dilengkapi dengan lilitan sarung sepanjang lutut sebagai penghiasnya. Anda akan dengan mudah melihat wanita Aceh memakai celana ini, yaitu ketika ada pertunjukan tari Saman.

7. Penutup Kepala dan Perhiasan Wanita Aceh

Sesuai dengan julukan serambi Mekkah yang ada, pakaian adat dari Provinsi Aceh untuk wanita sebisa mungkin dibuat menutup seluruh auratnya, termasuk pada bagian kepalanya. Karena rambut wanita adalah aura yang tidak boleh dilihat selain mahramnya.

Pada bagian kepala wanita Aceh ditutup dengan kerudung bertahtakan bunga-bunga segar yang disebut patham dhoi. Kepala dan bagian tubuh lainnya juga akan dilengkapi dengan beragam pernik perhiasan seperti tusuk sanggul anting, gelang, kalung, dan lain sebagainya.

Baca: Caption Sakit Hati Tapi Bijak

8. Tutup Kepala untuk Baju Adat Aceh

Meukeutop
Sumber : umm.ac.id

Jika tadi adalah penutp kepada untuk wanita Aceh, amak sekarang adalah kopiah sebagai penutup kepala pelengkap pakaian adat Aceh yang dipakai oleh pria Aceh. Kopiah ini bernama Meukeutop.

Meukotop adalah kopiah berbentuk lonjong ke atas, kopiah ini dilengkapi oleh lilitan Tangkulok. Lilitan ini terbuat dari tenunan sutra berbahan emas yang berbentuk bintang segi 8 (delapan).

Baca : Makanan Tradisional Aceh

Anda jika hendak mendapat informasi lebih jelas mengenai pakaian adat Aceh, kami sarankan untuk datang ke Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) sesuai dengan jadwal yang telah Anda tentukan. Dengan begitu Anda bisa datang ke museum dan menyaksikan langsung budaya pakaian Aceh. Selain itu, Anda bisa menikmati destinasi wisata Aceh yang begitu menggoda. Jika membutuhkan tranportasi darat, Anda bisa rental mobil di Aceh sesuai dengan keperluan, bisa pakai supir atau lepas kunci.

Silahkan berkomentar