Pengertian Alat Pembayaran Non Tunai, Jenis dan Contohnya

Posted on

Pengertian alat pembayaran non tunai dan contohnya merupakan informasi yang sangat penting dan bermanfaat untuk diketahui oran yang hidup pada zaman sekarang ini, yaitu zaman yang serba digital. Alat pembelian mau tidak mau juga ikut terdigitalisasi dengan mendapat dukungan penuh dari pemerintah. Selaras dengan hal ini, sistem non tunai juga sudah menjadi kebutuhan transaksi jual beli yang lebih efektif dan efisien. Hemat waktu, tenaga dan biaya.

Pengertian alat pembayaran non tunai adalah alat tukar yang dipakai untuk transaksi barang atau jasa dengan pembayaran tidak dalam bentuk cash (kertas/logam). Dinegara Indonesia sudah sejak tahun 1990 an sistem transaksi non tunai diberlakukan. Kehadirannya saling melengkapi dengan sistem pembayaran tunai dan tidak harus dipertentangkan disebabkan masing – masing punyai kelebihan dan kekurangan.

Belum banyak para ahli yang memberikan pendapatnya terkait dengan pengertian pembayaran non tunai. Defisini yang ada banyak ditemukan pada laman komunikasi daring dan sifatnya pun umum. Yang menjelaskan tentang sistem pembayaran sudah banyak pendapat ahli menyampaikan pendapatnya, namun belum untuk pembayaran non tunai. Tidak tahu apa sebabnya.

Pada bentuknya, instrumen pembayaran non tunai ini ada yang berbentuk kartu, kertas dan ada pula yang berbasis digital yaitu dengan format user dan password di akun sebuah platform. Pada transaksi online, kehadiran alat pembayaran non tunai sangat membantu para pihak pembeli dan penjual melakukan transaksi di dunia maya karena jarak mereka yang tidak berdekatan.

Transaksi Online (Vondanote)

Alasan Menggunakan Pembayaran Non Tunai

Tiada suatu akibat tanpa adanya sebab. Begitu pula kehadiran dari pembayaran non tunai di dunia, khususnya di Indonesia.

Setelah ditelusiri, kami menemukan 2 (dua) alasan kenapa sistem pembayaran non tunai ini hadir. Berikut penjelasanya.

1. Praktis

Proses pembayaran yang tidak ribet adalah suatu hal yang menyenangkan. Pembeli produk tidak harus membawa uang kertas/logam untuk membeli kebutuhan. Cukup dengan alat seperti Anjungan Tunai Mandiri (ATM) atau e-money saja.

Bayangkan jika membawa uang cash yang harus dihitung ulang jika belanja dalam kebutuhan besar. Belum lagi kondisi uang yang kadang jauh dari kelayakan. Cukup menguras energi. Dengan pembayaran non tunai, manusia tidak perlu membawa uang fisik kemana – mana.

2. Tuntutan Zaman

Perubahan kearah digitalisasi semakin tidak terbendung. Kini semua serba digital dalam hampir semua lini kehidupan. Contohnya saja absensi yang dulu dicatat dalam sebuah kertas, kini sudah memakai alat yang bernama Fingerprint. Dan ini sudah pasti tidak mungkin tidak diberlakukan pada transaksi dengan instrumen uang. Berbagai macam inovasi pun dilakukan untuk membuat sistem pembayaran non tunai, mulai dari berbasis kartu sampai dengan berbasis kertas, uang elektornik dan mobile banking. Semuanya hadir sebagai tuntunan dari sebuah zaman, bukan? Dan rasanya saat ini sangat jarang ditemukan orang yang tidak mempunyai kartu ATM.

Jenis dan Contoh Pembayaran Non Tunai

Selanjutnya kita akan mengenai satu persatu jenis dari pembayaran non tunai. Sebagian dari Anda mungkin sudah pernah ada yang tahu. Namun sebagian yang lain mungkin masih ada yang terasa asing.

1. Pembayaran Berbasis Warkat

Berdasarkan informasi yang didapat menyatakan bahwa Warkat adalah dokumen yang merupakan instrumen perbankan. Atau dalam bahasa yang lebih lugas, Warkat adalah surat berharga (bernilai) dimana pihak bank mengeluarkannya sebagai sebagai instrumen penarikan dana nasabah yang memiliki fasilitas Rekening Giro/Rekening Koran.

Instrumen berbasis warkat yang umum digunakan perbankan antara lain:

1.1. Cek

Ilustrasi Cek (WordPress)

Cek adalah sebuahn instruksi berifat tertulis nasabah (konsumen) kepada institusi perbankan untuk menarik dana dengan jumlah tertentu atas namanya atau atas unjuk. Perlu diingat, cek dinyatakan sah dan resmi jika ada tandatangan orang yang bersangkutan.

1.2. Bilyet Giro

Bilyet Giro merupakan surat instruksi dari nasabah (konsumen) kepada institusi bank yang memelihara rekening giro nasabah tersebut. Bentuk perintahnya ialah memindahbukukan sejumlah uang dari rekening yang bersangkutan kepada pihak penerima. Pihak penerima dengan nama atau juga nomor rekening disuatu bank.

1.3. Nota Debet

Nota Debit merupakan surat bukti terjadinya pengurangan utang usaha disebabkan ada kegiatan pengembalian barang dagangan atau penurunan harga yang dibuat oleh pihak pembeli. Arti nota debit adalah mendebit (mengurangi) utang usaha pembeli yang harus dilunasi.

1.4. Nota Kredit

Nota Kredit ialah surat bukti terjadinya pengurangan piutang usaha karena adanya pengembalian barang dagangan atau penurunan harga karena terjadinya kerusakan atau ketidaksesuaian kualitas/kuantitas barang yang dikirim dengan yang dipesan.

2. Pembayaran Dengan Instrumen Kartu (APMK) dan Elektronik

Selain memakai kertas, sistem pembayaran non tunai yang perlu diketahui adalah memakai kartu dan sistem elektronik. Berikut penjelasannya.

1. Kartu ATM/Debit

Kartu debit (debere) adalah sebuah kartu dengan sistem pembayaran secara elektronik yang biasanya dikeluarkan oleh institusi perbankan. Kegunaan dari kartu debit sebagai pengganti pembayaran dengan uang tunai. Kartu yang banyak dipakai ini mengacu kepada saldo tabungan bank (jumlah uang) nasabah di bank yang menerbitkan kartu. Fungsi lain dari kartu ini untuk memudahkan nasabah dalam melakukan pembayaran dalam pembelian barang/jasa.

2. Kartu Kredit (Credit Card)

Beda dengan kartu debit, kartu kredit merupakan kartu yang diterbitkan oleh institusi perbankan atau perusahaan pengelola kartu kredit. Pada kartu tersebut ada bagi orang untuk menggunakannya sebagai alat pembayaran secara kredit guna mendapatkan barang atau jasa yang dibutuhkan. Tidak selamanya untuk belanja produk, ada kalanya pengguna kartu kredit menarik uang cash.

Di pusat perbelajan biasanya banyak dijumpai sales kartu kredit yang menawarkan kepada para pengunjung untuk mendaftar. Level dari kartu kredit juga bermacam – macam, ada yang dananya terbatas sampai dengan unlimited. Perberlakuan ini disesuaikan dengan kriteria dari pada pengguna oleh lembaga yang berwenang.

3. Kartu Prabayar (prepaid)

Kartu prabayar digunakan untuk melakukan transaksi pembelian barang/jasa persis dengan kartu debit/kartu kredit. Tetap saja Anda melakukan transaksi pembelian tanpa uang tunai atau cek. Biasanya kartu prabayar tidak terkait dengan rekening bank. Kartu prabayar memiliki saldo atau jumlah uang sesuai dengan kemauan penggunanya menambahkan. Contoh kartu prabayar seperti e-toll.

4. Uang elektronik (e-money)

Uang elektronik yang dalam hal ini identik dengan uang digital adalah uang yang dipakai untuk transaksi di pasar daring dengan alat komunikasi terkini, yaitu transaksi yang melibatkan penggunaan internet (user internet), baik fiber optik, radio link dan sinyal.

Contoh dari uang elektronik adalah Paypal, OVO, DOKU dan Gopay. Saat ini sudah banyak layanan sejenis untuk memudahkan pengguna internet yang mau bertranksasi secara online.

5. e-Voucher

e-Voucher adalah promo diskon atau potongan harga terhadap barang atau jasa yang dikeluarkan oleh toko online. Hal ini sering dilakukan marketplace seperti Amazon, eBay dan Bukalapak.

Metode penggunaannya adalah dengan memasukkan kata – kata kepada sebuah menu yang disediakan. Jika masa e-Voucher masih berlaku, maka harga produk atau jasa akan terpotong alias transaksi berhasil. Potongan harga tergantung dari kebijakan yang dikeluarkan oleh provider.

Cukup demikian dahulu informasi mengenai pengertian alat pembayaran non tunai yang disertai dengan contoh dan jenisnya. Semoga memberikan manfaat lebih kepada para pembaca yang budiman.