Pengertian Devaluasi, 3 Contoh dan 4 Dampaknya Bagi Negara

Posted on

Pengertian Devaluasi adalah topik yang menarik untuk disampaikan pada kesempatan ini. Penjelasan dan contoh mengenai Devaluasi sangat erat kaitannya dengan perekonomian negara. Apakah aksi Devaluasi bermanfaat untuk pertumbuhan ekonomi? Atau malah sebaliknya?

Jawaban dari pertanyaan diatas akan menjadi jelas dengan kita mengetahui apa arti Devaluasi. Dan berikut ini akan kita bahas bersama apa sebenarnya maksud dari Devaluasi yang tidak hanya orang ekomoni saja yang harus mengetahuinya. Sebagai pembelajar sejati harus mengetahui banyak hal demi perbaikan bersama. Apalagi istilah devaluasi sangat berhubungan dengan isu ekonomi sebuah negara dan akan berdampak kepada kehidupan masyarakat secara keseluruhan. Kalau kita tidak mengetahuinya, maka sangat disayangkan.

Arti Devaluasi

Banyak sumber yang sudah dibaca baik melalui buku ekonomi maupun browsing di Komunikasi Daring melalui alat komunikasi modern yang bernama laptop. Dari hal tersebut, maka terwujud yang namanya sebuah kesimpulan dari definisi Devaluasi yang tuntas dan lengkap penjelasannya.

Devaluasi adalah menurunnya nilai mata uang dalam negeri terhadap mata uang luar negeri. Jika hal tersebut terjadi, biasanya pemerintah melakukan intervensi agar nilai mata uang dalam negeri tetap stabil. Istilah devaluasi lebih sering dikaitkan dengan menurunnya nilai uang satu negara terhadap nilai mata uang asing. Devaluasi juga merujuk kepada kebijakan pemerintah.

Devaluasi merupakan suatu kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk menurunkan nilai mata uang dalam negeri atas mata uang negara asing. Dampak dari kebijakan Devaluasi, nilai mata uang asing terhadap rupiah akan semakin naik. Inilah yang mengakibatkan harga barang impor akan semakin naik jika dinilai dengan mata uang dalam negeri.

Atau lebih singkatnya, pengertian devaluasi adalah keadaan dimana mata uang lokal memiliki kurs atau harga yang semakin murah secara internasional. Devaluasi ini sangat mempengaruhi perekonomian suatu negara terutama dalam kegiatan perdagangan internasional. Jika diatur dengan baik, sebenarnya akan memberikan perbaikan dalam bidang ekonomi negara dan sekaligus manfaatnya dirasakan oleh masyarakat.

Dari pengertian diatas ada beberapa peran penting dalam penerapan Devaluasi, yaitu Pemerintah sebagai pengambil kebijakan, mata uang sebagai ala tukar, produk ekspor dan impor dan daya beli adalah hal terkait lainnya.

Sejarah Indonesia pernah mencatat bahwa pemerintah pernah melahirkan kebijakan Devaluasi pada tahun 1978 dan 1983.   

Devaluasi via alinea.id

Sejarah dan Contoh Devaluasi di Indonesia

Berdasarkan hasil pencarian yang dilakukan, paling tidak ada 3 (tiga) kali pemerintahan Indonesia melakukan kebijakan ekonomi terkait Devaluasi. Dan kebijakan itu terjadi pada zaman pemerintahan Soeharto.

Pertama: 15 November 1978

Melalui Menteri Keuangan Ali Wardhana, Pemerintahan Presiden Soeharto, meski Indonesia ketika itu mendapat rezeki kenaikan harga minyak akibat Perang Arab-Israel 1973, namun anehnya Pertamina justru nyaris bangkrut dengan hutang sebesar US$10 miliar dan Ibnu Sutowo mengundurkan diri sebagai Direktur Utama pada tahun 1976. Lalu pada 15 November 1978, pemerintah melakukan Devaluasi rupiah dari Rp415,00 menjadi Rp625,00 per 1 US$.

Kedua: 30 Maret 1983

Pada masa Pemerintahan Presiden Soeharto melalui Menteri Keuangan Radius Prawiro. Ketika itu, Menkeu Radius Prawiro melakuakn Devaluasi rupiah sampai 48%, hampir sama dengan menggunting nilai separuh. Kurs 1 dolar AS naik dari Rp702,50 menjadi Rp970,00.

Ketiga: 12 September 1986

Masih pada masa Pemerintahan Presiden Soeharto melalui kebijakan Menteri Keuangan Radius Prawiro. Yang kedua kalinya, pada 12 September 1986 Radius Prawiro kembali melakukan Devaluasi mata uang rupiah sebesar 47%, dari Rp1.134,00 ke Rp1.664,00 per 1 dolar AS.

Sasaran Dari Devaluasi

Dibalik penurunan mata uang dalam negeri dan penaikan mata uang luar negeri, paling tidak ada beberapa sasaran atau tujuan dari kebijakan Devaluasi yang di ambil oleh pemerintah. Berikut poinnya:

1. Demi peningkatan dalam bidang ekspor sehingga bisa menekan jumlah impor yang datang dari negara lain. Dengan aktivitas ekonomi ini, diharapkan akan ada perbaikan pada sistem dan ilmu ekonomi yang dikenal dengan nama Balance of Payment.

2. Harapan pemerintah adanya peningkatan pada penggunaan produksi dalam negeri oleh masyarakat. Dan target tercapai apabila barang impor yang datang dari luar negeri harganya lebih mahal dari barang produksi dalam negeri.

3. Menciptakan kesetimbangan Balance of Payment dan diharapkan kurs mata uang asing menjadi relatif stabil terhadap mata uang rupiah.

Berdasarkan sasaran Devaluasi yang dijabarkan diatas, maka dapat diambil kesimpulan terkait dampak yang akan terjadi dengan terjadinya Devaluasi:

1. Berkurangnya Jumlah Impor

Harga varang dari luar negeri akan semakin mahal, maka masyarakat tidak akan sanggup untuk membelinya. Jika hal ini terjadi, maka secara otomatis jumlah barang impor yang masuk ke dalam negeri akan mengalami pengurangan yang signifikan. Dampak lainnya, adalah tercipta pola pikir masyarakat bahwa membli barang karya dalam negeri bisa membantu perbaikan eokonomi. Dengan masyarakat ramai menggunakan produk dalam negeri, maka bisa mempengaruhi pendapatan perkapita suatu negara.

2. Bertambahnya Jumlah Produk Ekspor

Bila mana mata uang dalam negeri nilanya turun dari sebelumnya di dunia internasional, maka warga asing akan terbangun persepsinya dan melihat produk dalam negeri dirasa murah. Dengan begitu, pemerintah akan di dorong untuk banyak melakukan ekspor keluar negeri.

Jumlah produk ekspor yang terus meningkat sekaligusa akan meningkatkan jumlah peredaran mata uang asing seperti dolar dalam suatu negara sehingga bisa memperbaiki posisi BOP (balance of payment) dan BOT (balance of trade).

3. Produk Dalam Negeri Semakin Bersaing

Jika produk dalam negeri sudah menjadi pilihan banyak masyarakat dunia, tidak hanya masyarakat dalam negeri saja, maka secara langsung posisi persaingan akan mengalami kenaikan. Para pengusaha dalam negeri akan melihat kejadian ini sebagai peluang yang harus dimaksimalkan dalam persaingan di pasar internasional. Produk dalam negeri yang akan dijual kepada masyarakat internasional pun semakin beraneka ragam itemnya.

4. Meningkatnya Devisa Negara

Akibat terjadinya ketidakseimbangan antara kegiatan ekspor dan impor dimana volume ekspor lebih tinggi dibandingkan volume impor akan memberi keuntungan pada pasar internasional sehingga akhirnya cadangan devisa dalam negeri terus mengalami peningkatan.

Lalu, cadangan devisa yang meningkat itu bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan ataupun mendirikan suatu perusahaan yang bisa menyediakan lapangan kerja guna mengurangi pengangguran di dalam negeri. Dan jika para pengangguran dalam negeri sudah habis, saatnya melakukan impor tenaga kerja asing.

Lihat: Pengertian Akuntansi Menurut Para Ahli

Demikian ulasan yang lengkai ini mengenai pengertian Devaluasi, contoh dan dampaknya terhadap sebuah negara, khususnya negara Indonesia. Semoga Anda merasakan manfaat dari informasi yang penting ini. Dan jangan lupa bagikan kepada teman Anda yang ada dijaringan media sosial. Saran dan kritik serta saran dari Anda bisa disampaikan melalui laman kolom komentar yang ada dibawah. Terima kasih sudah mampir.