8 Pengertian Filsafat Pancasila Menurut Ahli dan Secara Etimologi

Posted on

Pengertian filsafat Pancasila menurut para ahli dan secara etimologi merupakan ilmu pengetahuan yang banyak dipelajari disekolah dan universitas. Bahkan bukan cuma itu saja, ada juga pembelajaran terkait artinya secara umum, yuridis dan historis. Hanya saja, seiring kali seiring berjalannya waktu, meski sudah dipelajari, tetap saja lupa.

Maka dari itulah, kami hadirkan informasi definisi filsafat Pancasila melalui laman komunikasi daring dalam bentuk blog. Gunanya, bagi siapa yang lupa, bisa dengan cepat mengingatnya kembali ketika mengunjungi saluran informasi ini.

Bicara tentang Filsafat Pancasila, maka ada dua kata yang menjadi objek pembahasan dari para ahli, khususnya ahli yang berada di Indonesia. Bisa dibilang secara sederhana, belajar filsafat Pancasila adalah mencari lebih dalam tentang kebijaksaan dari Pancasila itu sendiri.

Hampir semua mahasiswa yang kuliah di universitas belajar tentang filsafat Pancasila. Karena mata kuliah ini adalah mata kuliah wajib diajarkan oleh para guru atau dosen. Di era zaman sekarang ini, media belajar pun semakin terbuka lebar dengan hadirnya revolusi informasi. Banyak media dapat dijadikan sarana belajar mengajar. Dan yang lebih revolusioner adalah belajar secara online. Tanpa jumpa alias bertatap muka, proses belajar mengajar tetap berjalan dengan baik dengan alat komunikasi modern.

Definisi Filsafat Pancasila

Kami merasa penting untuk menyampaikan informasi mengenai pengertian filsafat Pancasila menurut para ahli dan berikut poin per poinnya.  

1. Soekarno

Menurut Soekarno,Pancasila merupakan filsafat asli Indonesia yang diambil dari budaya dan tradisi Indonesia dan akulturasi budaya India (hindu-budha), Barat (Kristen) dan Arab (Islam).

Soekarno menambahkan bahwa (ketuhanan) ialah asli berasal dari Indonesia (keadilan sosial) terinspirasi dari konsep ratu adil, Soekarno tidak pernah menyinggung atau memprogandakan (persatuan).

2. Soeharto

Presiden Soeharto menyatakan bahwa filsafat pancasila mengalami perubahan, melalui filsuf-filsuf yang disponsori Departemen Pendidikan Kebudayaan (Depdikbud) semua elemen Barat disingkirkan dan diganti interpretasinya dalam budaya Indonesia sehingga menghasilkan (Pancasila Truly Indonesia).

Dan semua sila dalam pancasila ialah asli Indonesia dan pancasila dijabarkan menjadi lebih rinci yakni dalam butir-butir pancasila.

Lihat: Pengertian Filsafat Hukum

3. Ruslan Abdulgani

Ilmuwan Ruslan Abdulgani menyatakan bahwa Pancasila adalah filsafat negara yang lahir sebagai ideologi kolektif (cita-cita bersama) seluruh bangsa Indonesia.

4. Wikipedia

Filsafat Pancasila adalah penggunaan nilai-nilai pancasila sebagai dasar dan pandangan hidup bernegara. Dalam prinsipnya, Pancasila sebagai filsafat merupakan perluasan manfaat dari yang bermula sebagai dasar dan ideologi, merambah hingga produk filsafat.

5. Kajian Ontologis

Kajian Pancasila merupakan sebagai filsafat yang dimaksudkan sebagai upaya untuk dapat mengetahui pada hakekat dasar dari sila-sila panacasila. Bahwa pada hakekatnya dasar ontologism pancasila ialah manusia, sebab pancasila merupakan subjek hukum pokok dari pancasila itu sendiri. Kemudian pada hakekatnya manusia itu ialah semua kompleksitas makhluk hidup baik sebagai makhluk indivindu sekaligus juga sebagai makhluk sosial.

6. Notonagoro

Notonagoro memberikan defisnisi bahwa Filsafat Pancasila ini memberikan pengetahuan dan pengertian ilmiah yaitu tentang hakikat pancasila.

Secara ontologi, kajian pancasila sebagai filsafat dimaksudkan sebagai upaya untuk mengetahui hakikat dasar sila-sila pancasila.

Lihat: Pengertian Hukum Dagang Menurut Ahli

7. Etimologis

Mengkaji secara etimologis istilah “Pancasila sendiri kabarnya berasal dari Sansekerta dari India (bahasa kasta Brahmana). Adapun bahasa rakyat pada umumnya adalah bahasa Prakerta. Muhammad Yamin menyatakan bahwa dalam bahasa Sansekerta perkataan “Pancasila” memilki dua macam arti secara leksikal yaitu :

“Panca” yang mempunyai arti “lima”

“syila” vokal I pendek yang memiliki arti “batu sendi”, “alas”, atau “dasar”

“syiila” vokal i pendek yaitu artinya “peraturan tingkah laku yang baik, yang penting atau yang senonoh”

Pada bahasa Indonesia kata – kata diatas terutama bahasa Jawa diartikan “susila “ yang memiliki hubungan dengan moralitas. Maka dari itu secara etimologis kata “Pancasila” yang dimaksudkan adalah istilah “Panca Syilla” dengan vokal i pendek yang memilki makna leksikal “berbatu sendi lima” atau secara harfiah “dasar yang memiliki lima unsur”. Adapun istilah “Panca Syiila” dengan huruf Dewanagari i bermakna 5 aturan tingkah laku yang penting.

Itulah Pancasila jika di tinjau secara Etimologis.

8. Secara Terminologis

Momentum proklamasi kemerdekaan yang disaksikan dunia itu dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus 1945 telah melahirkan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Implikasinya, negara merdeka harus mempunyai alat – alat kelengkapan. Hal ini direspon oleh Panitia Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang segera mengadakan sidang. Pada sidangnya tanggal 18 Agustus 1945 telah berhasil mengesahkan UUD Negara Republik Indonesia yang dikenal dengan UUD 1945.

Isi dari UUD 1945 terdiri atas dua bagian yaitu Pembukaan UUD 1945 dan pasal-pasal UUD 1945 yang berisi 37 pasal, 1 aturan Aturan Peralihan yang terdiri atas 4 pasal dan 1 Aturan Tambahan terdiri atas 2 ayat. Pada bagian pembukaan UUD 1945 yang terdiri atas empat alinea tersebut tercantum rumusan Pancasila sebagai berikut :

1. Ketuhanan Yang Maha Esa

2. Kemanusiaan yang adil dan beradab

3. Persatuan Indonesia

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan

5. Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia

Sampai sekarang poin – poin sila dan Pancasila tidak berubah. Ada yang menyatakan bahwa Pancasila sudah final dan tidak perlu dilakukan perubahan. Masalah yang terpenting adalah bagaimana mengimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Lihat: Pengertian Filsafat Ilmu Menurut Ahli

Demikian kami sampaikan terkait dengan informasi yang membahas pengertian filsafat Pancasila menurut para ahli. Semoga saja memberikan manfaat kepada Anda semua. Jangan sampai lupa untuk menyampaikan saran, kritik dan komentar demi perbaikan blog ini kedepan.

Silahkan berkomentar