Pengiriman Senjata Api Kembali Terjadi, Siapa Dalangnya?

by

Mantabz.com – Belum juga tuntas pengusutan pembelian senjata oleh pihak Polri yang hingga kini masih tertahan di cargo bandara Soekarno-Hatta, publik kembali dibuat tercengang dengan pembelian senjata lainnya.

Seperti dilansir betvnews.com, Bandara Fatmawati Bengkulu mendadak heboh. Dibagian cargo ditemukan senjata api kiriman dari Jakarta, Rabu siang (4/10). Info dari Tim Intel Korem 041 Gamas ada 5 box senjata berbagai ukuran yang dikirim ke Bengkulu dengan tujuan kantor BNN Propinsi Bengkulu.

Tim Intel Korem mendapat laporan adanya senjata api ini berdasarkan laporan pihak Bandara Fatmawati. Setelah di periksa, ditemukan 26 senjata aktif tepatnya 21 senjata jenis pistol dan 5 senjata laras panjang.

Penggeledahan di cargo Bandara Fatmawati ini pun berjalan dengan ketat. Seluruh personil TNI mulai dari PM, TNI, AL, BNN, bersama-sama melakukan pemeriksaan di bandara.

“Betul, sekarang saya ada di cargo bandara” kata Fajar, Tim Intel Korem 041 gamas melalui pesan singkatnya.

5 box ini diketahui dikirim dari BNN pusat ke BNN Provinsi Bengkulu. Berisikan paket senjata api mulai dari senjata jenis pistol, soft gun, senjata laras panjang, rompi, mantel, dan lain-lain. Namun yang ditahan sementara adalah 21 senjata jenis pistol dan 5 senjata laras panjang. Untuk rompi dan barang-barang lain tetap bisa diambil oleh pihak BNN.

“Barang-barangnya tiba terlebih dahulu pada rabu siang. Lalu orangnya menyusul dan tiba di Bengkulu pada rabu sore. Saat ini senjata-senjata dan orangnya kami periksa dulu” kata info resmi Tim Intel Korem.

Sementara itu M Noor Said selaku humas BNN propinsi Bengkulu, tampak hadir dalam penggeledahan yang dilakukan di cargo bandara. Namun ia enggan berkomentar banyak terkait permasalahan senjata api aktif yang ditahan oleh pihak TNI ini.

“Nanti ya” kata M Noor Said.

Rangkaian pengiriman senjata ini tentu menimbulkan pertanyaan. Tak pelak, publik pun menjadi curiga. Bukan tanpa alasan timbul kecurigaan mengingat isu yang berkembang terkait pergerakan komunisme di Indonesia.

Loading...