Presiden Jokowi Kecewa Banyak Menterinya Pergi ke Luar Negeri di Tengah Kasus Covid-19 Sedang Tinggi

Posted on

Presiden Joko Widodo kecewa di tengah kasus Covid-19 Tanah Air sedang tinggi-tingginya banyak menteri melakukan kunjungan kerja ke luar negeri.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung menjelaskan Presiden Jokowi telah menegaskan dalam PPKM Darurat ini tentutnya sense of crisis seluruh kementerian/lembaga dan para pimpinan harus ada.

Untuk itu, Presiden menginstuksikan seluruh menteri dan kepala lembaga dilarang untuk bepergian ke luar negeri.

Pramono menjelaskan, menteri yang diizinkan presiden untuk bepergian ke luar negeri hanya menteri luar negeri karena sesuai bidang tugasnya. Sisanya harus minta izin langsung ke presiden.

“Yang lainnya kalau ada hal yang bersifat khusus harus mendapat izin langsung dari bapak presiden,” ujar Pramono Anung, Jumat (16/7/2021).

Diketahui beberapa hari belakangan, para pembantu presiden melakukan lawatan kerja ke luar negeri di tengah angka kasus Covid-19 sedang tinggi.

Semisal Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang melakukan kunjungan kerja ke Prancis pada akhir Juni lalu.

Menteri PAN dan Kepala Bappenas Suharso Monoarfa yang menghadiri pertemuan G20 di Italia pada akhir Juni lalu.

Selanjutnya Menko Perekonomian Airlangga hartarto kunjungan kerja selama dua hari ke Singapura pada 13-14 Juli 2021.

Belakangan ini, ada Menteri Perdagangan M Lutfi dan Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia yang ke Amerika Serikat untuk memperkuat hubungan Indonesia-AS di bawah pemerintahan baru Presiden Joe Biden.

Dalam rilis Kementerian Perdagangan, kunjungan Mendag Lutfi bersama Meninves Bahlil ke AS dijadwalkan sejak 9 hingga 18 Juli 2021. (kompas)

Silahkan berkomentar