5 Rumah Adat Daerah Kalimantan Barat dan Penjelasannya

Posted on

Rumah adah di daerah Kalimantan Barat adalah aset budaya yang harus dipelihara sampai kapan pun juga. Salah satu memeliharanya adalah dengan mempelajariannya. Ada banyak hal yang bisa kita pelajari dari rumah khas daerah yang ibukotanya adalah Pontianak ini. Kita bisa belajar mulai dari arti sejarah dari tempat tinggalnya, arsitek bangunannya, warna dan estetika, gambar serta macam-macam keunikannya.

Tentu, selain dipelajari, proses untuk melestarikan hunian tradisional yang ada di Kalimantan Barat ini adalah menjadikannya sebagai destinasi wisata yang bisa dikunjungi para turis, baik dari wisatawan lokal maupun mancanegara. Untuk pekerjaan ini masuk kedalam ranah pemerintah yang bisa dikaitkan dengan dinas pariwisata.

Usai ditetapkan sebagai destinasi wisata, maka semua unsur masyarakat yang adai di Kalbar ikut mensosialisasikan tentang apa yang menarik dari rumah tradisional Kalimantan Barat untuk dikunjungi. Proses ini bisa menggunakan banyak media, mulai dari media cetak dan media komunikasi Daring.

Dengan begitu, kita tidak akan menjadikan rumah adat Kalimantan Barat sebagai sejarah saja, namun menjadikannyasebagai nilai lebih dari sebuah warisan situs sejarah daerah yang dapat menghasilkan pemasukan bagi daerah dan mendongkrak ekonomi lokal. Dimana warga setempat dapat menghasilkan uang tambahan selain bekerja di pabrik.

Kita tidak tahu didaerah lain apakah sudah diterapkan hal ini. Kita ambil contoh apakah sudah diterapkan pada rumah khas Kalimantan Timur atau daerah lainnya. Namun seperti beberapa rumah adat di Aceh sudah banyak didatangi oleh wisatawan dari luar negeri, terutama dari negara Malaysia.

Baiklah, tanpa memperpanjang waktu lagi, langsung saja kita akan bahasa satu persatu apa saja rumah adat daerah Kalimantan Barat yang wajib kita ketahui.

1. Rumah Adat Melayu

Rumah Adat Melayu Kalimantan Barat via Rmolkalbar

Suku Melayu tidak hanya terdapat di pulau Sumatera saja namun di pulau Kalimantan khususnya Kalimantan Barat juga bisa ditemukan banyak rumah adat Melayu yang terdiri Balai Kerja dengan fungsi untuk Sekretariat Pertemuan Balai Rakyat, taman bermain dan juga sebagai kios untuk penjualan. Semua ruangan yang ada di rumah adat Kalimantan Barat ini memiliki fungsi yang berbeda beda seperti untuk acara adat, penginapan, pengobatan dan juga pertunjukkan acara lain.

Rumah adat ini juga menjadi pusat kebudayaan Melayu yang ada di Kalimantan Barat. Sesudah diresmikan, rumah adat Melayu ini juga menjadi destinasi wisatawan luar negeri yang berkunjung ke daerah ini. 

Bangunan rumah adat Kalimantan Barat ini bagian atapnya mendapat pengaruh dari atap bangunan Jawa. Fungsi dari model atap segitiga dengan tinggi 30 derajat ini adalah udara yang mengalir tidak panas dan tidak terperangkap dalam ruangan tersebut. Rumah ini juga memiliki kolong pada bagian bawah rumah yang tinggi dan digunakan untuk parkir kendaraan yang sedang berkunjung dan akan digunakan untuk kendaraan warga setempat untuk hari hari biasa.

2. Rumah Adat Panjang

Rumah Adat Panjang via Wikipedia

Rumah adat ini menjadi pusat dari kehidupan dari masyarakat Dayak di Kalimantan Barat. Saat ini, rumah adat Kalimantan Barat ini bisa dikatakan sudah hampir punah karena jumlahnya yang sudah semakin sedikit. Ketika tahun 1960, pemerintah menghancurkan beberapa rumah panjang karena dicurigai menganut paham komunis. Rumah adat Kalimantan Barat ini juga sangat identik dengan rumah adat di Kalimantan Tengah yang disebabkan karena lokasinya saling berdekatan.

Rumah adat ini dulunya terbuat dari kayu dengan panjang sekitar 180 meter dan lebar 6 meter dengan ruangan sebanyak 50 ruangan. Bangunan ini juga memiliki beberapa bagian yakni teras atau juga disebut dengan pante, ruang tamu yang disebut dengan samik serta ruang keluarga. Dalam ruang tamu juga terdapat sebuah meja yang disebut dengan pene dengan fungsi untuk tempat berbicara atau menerima tamu. Pene ini memiliki bentuk lingkaran yang juga bisa dipakai sebagai tempat meletakkan makanan atau minuman ketika akan menyambut tamu.

Lihat: Rumah Adat Sumatera Barat

3. Rumah Adat Betang

Rumah Adat Betang via WordPress

Umumnya, rumah adat betang ini dihuni oleh keluarga besar suku Dayak sehingga sangat besar. Rumah betang memiliki panjang 150 meter dan lebar 30 meter dan bahkan sebagian juga dibangun lebih besar dari itu. Keunikan rumah adat Kalimantan Barat ini terlihat dari bentuknya yang sangat bervariasi tergantung dari seberapa banyak anggota keluarganya.

Rumah Adat Betang Kalimantan Barat ini dibangun dalam bentuk panggung dengan ketinggian tiga hingga lima meter dari permukaan tanah. Tujuan dari pembuatan rumah yang tinggi dari permukaan tanah adalah untuk mengantisipasi datangnya banjir. Masyarakat biasanya akan hidup bersama dan berkelompok dalam satu rumah secara turun temurun atau tradisi.

Masing masing rumah tangga atau keluarga akan tinggal dalam satu bilik atau ruangan yang sudah disekat dalam rumah betang berukuran besar tersebut. Selain itu, suku Dayak biasanya juga memiliki beberapa rumah tunggal yang dibangun sementara waktu yang bisa digunakan untuk aktivitas ladang. Rumah tunggal ini dibuat karena jarak antara ladang dengan tempat pemukiman penduduk yang cukup jauh.

4. Rumah Adat Baluk

Rumah Adat Baluk via WordPress

Bentuk rumah ini terlihat berbeda jika dibandingkan dengan rumah adat suku Dayak lain. Rumah adat baluk ini digunakan masyarakat suku Dayak Bidayuh dalam acara ritual tahunan atau nibak’ng sesudah musim penggarapan ladang tahun berikutnya yang biasanya dilakukan pada tanggal 15 Juni. Bentuk rumah ini bundar dan memiliki diameter sekitar 10 meter dan tinggi kurang lebih 10 meter serta tinggi sekitar 12 meter yang disanggah dengan sekitar 20 tiang kayu dan beberapa kayu penopang lainnya dan juga satu batang tiang yang dipakai sebagai tangga berbentuk seperti titian.

Arti dibalik ketinggian bangunan rumah adat ini adalah untuk memberi gambaran tentang kedudukan atau tempat Kamang Triyuh yang harus dihormati. Rumah adat Kalimantan Barat ini masih bisa kita lihat hingga sekarang di Kecamatan Siding, Desa Hli Buei, Dusun Sebujit yang berjarak lebih kurang 134 KM dari ibukota Bengkayang dan bisa ditempuh dengan motor air selama lebih kurang 2 jam.

5. Rumah Adat Betang Radakng

Rumah Adat Betang Radakng via Borneochanel

Rumah adat Dayak Radakng di Pontianak, Kalimantan Barat ini bahkan sudah mendapat anugerah rekor dunia dari MURI sebab bahkan Indonesia sendiri belum memiliki ukuran bangunan seperti rumah adat suku Dayak Radakng. Rumah adat Kalimantan Barat ini memiliki panjang sekitar 138 meter dan tinggi sekitar 7 meter yang sekaligus juga menjadi bangunan paling mewah di daerah perkotaan.

Betang radakng merupakan rumah adat Kalimantan Barat yang disebut juga dengan rumah panjang atau rumah betang yang diambil dari bahasa Dayak Kanayatn. Rumah adat ini memang dirancang khusus agar bisa menampung hingga 600 orang pada ruang utamanya. Bangunan ini juga dilengkapi dengan ukuran halaman luas sehingga bisa dijadikan tempat untuk melaksanakan acara budaya lokal.

Lihat juga: Rumah Adat Sumatera Selatan

Bagaimana? Apakah ada yang masih kurang jelas terkait penjelasan rumah adat daerah Kalimantan Barat? Jika ada, Anda jangan sungkan untuk bertanya yang bisa disampaikan melalui kolom komentar dibawah. Terima kasih sudah datang kemari.

Silahkan berkomentar