Rupiah Tembus Rp14.000, Wapres JK: China Maju karena Yuan Melemah

Posted on

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan bahwa pemerintah Republik Rakyat China atau RRC, pernah membuat kebijakan melemahkan mata uangnya, yuan. Kebijakan itu, merupakan salah satu strategi untuk mengambil manfaat dari melemahnya nilai mata uang.

Menurut JK, sudut pandang yang sama harus diambil menyikapi melemahnya rupiah yang menembus Rp14.000 per dolar AS.

Mengutip kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), nilai tukar rupiah pada hari ini, Selasa 8 Mei 2018, berada di angka Rp14.036 per dolar AS, atau melemah dibanding awal pekan ini, Senin 7 Mei 2018, di level Rp13.936 per dolar AS.

“Jangan lupa, kemajuan China juga dengan melemahkan yuan,” ujar JK di Kantor Wakil Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 8 Mei 2018.

JK menyampaikan, salah satu keuntungan dari melemahnya rupiah adalah meningkatnya keuntungan para eksportir yang menerima pembayaran mereka dalam mata uang dolar. Sementara itu, para importir bisa memberi keuntungan kepada industri dalam negeri dengan tidak lagi melakukan impor sejumlah bahan baku akibat harganya yang menjadi mahal.

“Orang (importir) bisa didorong ke perusahaan dalam negeri, akibat impor mahal,” ujar JK.

JK berpandangan, Bank Indonesia bisa mulai melakukan intervensi, jika nilai tukar rupiah terus melemah. Meski demikian, menurutnya, sudut pandang positif tetap perlu diambil menyikapi pelemahan tertinggi ini.

“Dengan sedikit, pelan-pelan, rupiah melemah, berarti pendapatan eksportir akan lebih besar. Dan juga (industri) dalam negeri akan menjadi lebih naik pendapatannya,” ujar JK.

Credit: Viva, CNN

Silahkan berkomentar