Setelah Larang Menteri Kampanye, Jokowi Tunjuk Mensesneg Cari Cawapres

Posted on

Dulu Presiden Jokowi mengingatkan para menteri kabinet kerja untuk fokus menyelesaikan tugas. Terlebih akan memasuki tahun politik 2018.

Jokowi menegaskan, tugas menteri memang membantu Presiden dalam membangun negeri ini. Segala kebijakan harus berorientasi kepada rakyat.

“Ya karena memang pemerintah itu bekerja untuk rakyat, masyarakat bukan untuk siapa-siapa,” kata Jokowi saat membuka Rakernas III Projo, di Britama Arena Sport Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin, 4 September 2017.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu tak ingin menteri malah ikut sibuk memikirkan kampanye. Ujungnya, program dan tugas yang diemban menjadi terbengkalai. “Jangan belum-belum sudah mau kampanye. Tidak usah kampanye-kampanye,” ujar Jokowi.

Jokowi menilai, tugas kampanye bisa diambil oleh para relawan. Relawan akan turun ke masyarakat untuk menyampaikan hasil kerja pemerintah selama ini.

“Yang kampanye itu bagiannya Projo. Bener tidak? Saya tak urusi kerja saja. Bener enggak? Karena banyak sekali yang kita kerjakan fokus pada pembangunan infrastruktur,” ucap Jokowi, demikian dilansir Liputan6.

Kini, seperti lupa apa yang diucapkan, Jokowi malah menyuruh menterinya untuk mencari Cawapres bagi Jokowi yang akan maju di Pilpres 2019 mendatang.

Dilansir dari media Jawapos yang mengangkat judul berita: “Presiden Jokowi Tunjuk Mensesneg Pratikno Cari Cawapres”

Berita tersebut dipublikasikan pada, hari Senin, 12 Mar 2018, dan berikut isinya:

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan telah menunjuk Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, untuk menjaring Calon Wakil Presiden yang bakal mendampingi dirinya di 2019 mendatang.

Menanggapi hal ini, Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hendrawan Supratikno mengaku sudah mendengar tim yang dibentuk oleh Jokowi tersebut.

“Oh itu yang tim Pak Jokowi itu,” ujar Hendrawan saat dihubungi, Senin (12/3).

Anggota Komisi XI DPR itu juga tidak mempermasalahkan Jokowi memilih Pratikno untuk menjaring calon pasangannya di 2019 mendatang. Alasannya Praktikno adalah seorang akademisi yang dianggap netral.

“Kan memang Pak Pratikno dianggap orang yang paling dekat, paling dipercaya, orang kampus. Sehingga kalau orang kampus dianggap imparsial, tidak mudah berpihak,” katanya.

Kemungkinan lain Jokowi memilih Praktikno, karena dia sebagai orang kepercayaan Jokowi. Sehingga apabila ada informasi yang sifatnya internal bisa dirahasiakan oleh Praktikno.

Namun demikian, Hendrawan mengatakan, walaupun Presiden Jokowi menunjuk Mensesneg Pratikno untuk mencari pendamping. Namun pada akhirnya yang berhak menentukan siapa pendamping Jokowi adalah partai pengusung Jokowi.

“Karena di UUD 1945 yang berhak mencalonkan paangan capres dan cawapres itu adalah partai politik,” pungkasnya.

Silahkan berkomentar