Tak Berkutik! Polisi Tangkap Achiang, Penulis “90 Persen Pribumi Budak Cina”

Posted on

Setelah membuat geger jagad maya dengan komentarnya yang provokatif dan berbau SARA, pemilik akun Achiang ditangkap polisi. Pelaku diketahui bernama Tomi.

Aksi cepat polisi menangkap Achiang disambut gembira warga Kalimantan Barat (Kalbar). Mereka senang karena polisi bertindak cepat menangani kasus tersebut.

“Kami dari Front Perjuangan Rakyat Ketapang (FPRK) mengucapkan terima kasih atas kerja kerasnya kepada Polda Kalbar dan jajarannya yang telah berhasil menangkap dan mengamankan TOMI alias ACHIANG anak dari BONG NI FUK atas tuduhan ujaran Kebencian dan SARA di Medsos FB,” demikian dikatakan Ketua Umum FPRK, Isa Anshari melalui laman Facebooknya, Kamis (3/5).

Isa meminta agar warga Kalimantan Barat tetap menjaga kondusifitas dengan tidak membuat ujaran kebencian di media sosial.

“Kami menghimbau kepada masyarakat Kalbar untuk tidak menghina, mencela, melecehkan siapapun demi terciptanya suasana Kalbar yang Aman dan Kondusif,” tandas Isa.

Sebelumnya, akun Achiang menuliskan kalimat kontroversial di media sosial saat mengomentari postingan acara deklarasi #2019GantiPresiden.

“70% ekonomi indonesia digerakkan oleh cina,,,apa yg mesti ditakutin, 90% pribumi jadi budak cina,,,mau makan apa kalian nanti wkwkwkw bs mati perlahan lahan,” tulis Achiang.

“Tenang nanti p3milu kami sdh siapkan nasi bungkus cukup banyak buat kalian,,, plus uang Rp50 rb disetiap bungkusannya terselip di karet buakakakaka,” tambahnya.

Akun Dendi Fitriadi lantas men-screenshot komentar Achiang dan membagikannya di grup Facebook Pontianak Informasi (PI) lengkap dengan foto Achiang.

“Akun Achiang,, tinggal dikota pontianak,,yg mengtakan pribumi menjadi budak cina,,segera cari dan adili,,Wanted,” tulis Dendi Fitriadi. (pjkst)