9 Tarian Adat Daerah Sulawesi Barat Beserta Gambar dan Penjelasannya

Posted on

Tarian adat daerah Sulawesi Barat merupakan kekayaan budaya lokal yang harus dijaga keberadaannya. Kesenian tari ini jangan sampai hilang di telan oleh zaman. Kita tahu bahwa sekarang ada banyak budaya asing dalam bentuk gerakan berdatangan sebagai dampak dari globalisasi. Sebagian remaja Indonesia sudah banyak yang terpengaruh yaitu mereka suka dengan budaya luar itu dan tidak percaya diri dengan budaya aslinya. Maka dari itu, melalui informasi tari khas Sulawesi Barat ini, kami yakin bahwa kita harus berbuat sesuatu.

Tarian adat Sulawesi Barat ada yang masih bisa bertahan dan ada yang sudah mulai ditinggalkan. Peran pemerintah harus ada dalam menyikapi ini. Pemerintah bisa melalui kebijakannya agar budaya kesenian tari di Sulawesi Barat bisa kembali diminati banyak orang, khususnya warga setempat. Banyak hal bisa dilakukan, salah satunya mengemas budaya tari tersebut menjadi objek wisata sehingga mampu mendatangkan parawisata asing kedaerah yang ibukotanya adalah Mamuju. Atau cara – cara lain bisa dilakukan. Selama ada kemauan, maka disitulah selalu ada jalan jika kita ada keyakinan yang kuat.

Bicara tentang seni tari, sedikit kami sampaikan kepada para pembaca, bahwa melalui blog sederhana ini kami sudah menuliskan beberapa tarian daerah, seperti tarian adat Kalimantan Barat dan tarian adat Kalimantan Timur serta tari adat khas Maluku. Kami sangat optimis, jika informasi mengenai tari eksis di internet, maka akan eksis juga di dunia nyata.

Oke, tanpa berlama – mala lagi, langsung saja kita akan membahas satu persatu tentang apa saja tarian adat daerah Sulawesi Barat. Simak informasinya berikuti ini.

1. Tari Adat Patuddu

Tari Adat Patuddu (holobis)

Tarian daerah Patuddu biasanya dibawakan oleh para penari wanita dengan gerakannya yang lemah gemulai. Alat yang digunakan ialah kipas. Pada zaman dahulu, Tari Patuddu ditampilkan untuk menyambut para prajurit saat pulang dari medan perang. Ketika itu, Kerajaan Balanipa punya cara tersendiri dalam menyambut para pasukan yang pulang dari tempat medan perang, salah satunya adalah dengan menampilkan pertunjukkan Tari Patuddu ini.

Fungsi lain Tari Patuddu yaitu tarian penyambutan atau hiburan sehingga tarian ini sering ditampilkan untuk acara penyambutan para tamu terhormat maupun tamu dari kenegaraan. Ada ungkapan syukur yang tersirat pada gerakan tari yang dimainkan. Ekspresi wajah yang gembira dan senyum adalah bukti nyatanya. Selain itu juga dari gerakannya yang lemah lembut menggambarkan sifat wanita yang suci dan juga penuh kasih.

2. Tari Adat Bulu Londong

Tari Adat Bulu Londong (Youtube)

Tari adat Bulu Londong merupakan seni tari yang berasal dari daerah Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat. Tarian ini dibawakan oleh para penari pria dengan berpakaian dan bersenjata layaknya para prajurit pada zaman dahulu ketika sedang di medan peperangan. Sama dengan tarian perang lainnya, Tari khas Sulawesi Barat termasuk salah satu tarian yang telah hampir punah.

Kemudian, tari Bulu Londong lagi oleh masyarakat dan juga para budayawan. Meski pun tarian ini sudah tidak lagi difungsikan sebagai tarian perang, tapi Tari Bulu Londong sekarang lebih difungsikan sebagai tarian yang sifatnya pertunjukan, sehingga cocok ditampilkan dalam acara seperti penyambutan, perayaan, serta pertunjukan dari seni dan budaya.

3. Tari Adat Mappande Banua/Macceraq Banua

Tari Adat Mappande Banua (Silontong.com)

Tarian yang ditampilkan untuk mappande (memberi makan), banua (kampung) tari ini dilaksanakan sebelum ritual pelantikan raja, dengan didahului penyembelihan hewan berupa kerbau yang diambil darah dari daun telinganya untuk dipercikkan ke delapan arah mata angin.

Tari ini kental nuansa mistisnya. Tidak tahu apakah saat ini masih eksis dan sering dilakukan oleh masyarakat lokal.

4. Tari Adat Salabose Daeng Poralle

Munculnya tari ini kabarnya diilhami dari Salabose, Daeng Poralle, yang merupakan Maraqdia (raja) pertama yang diangkat untuk memerintah kerajaan Banggae, tarian ini melambangkan perjuangan sang raja saat menghadapi perompak laut dari suku Tidung.

Keberanian dan spirit pahlawan dalam berperang sangat terasa pada pertunjukan tari ini.

5. Tari Adat Toerang Batu

Tari Adat Toerang Batu (rey1024.com)

Tari Toerang Batu merupakan tarian yang termasuk atau sejenis tarian perang yang berasal dari Provinsi Sulawesi Barat. Pada umumnya, Tarian ini digelar oleh para penari pria sebagai para prajurit, sedangkan para penari wanita hanya sebagai pendukung tari. Dikabarkan, Tari Toerang Batu ini juga hampir punah.

Pada zaman dahulu sebelum Tari Toerang Batu ini dimulai, biasanya akan didahului dengan beberapa ritual khusus yang sifatnya sakral, seperti pemberian sesajen serta melakukan doa. Kemudian para prajurit yang akan berperang akan diuji terlebih dahulu dengan cara melompati telur yang telah diletakan diatas batu setinggi satu meter lebih. Prajurit yang dapat lolos dari ujian ini, maka prajurit tersebut akan mengikuti perang, sedangkan bagi prajurit yang tidak lolos akan ditempatkan dibagian logistik pasukan. Kemudian acaranya dilanjutkan dengan Tari Toerang Batu.

6. Tari Adat Ma’ Bundu

Tari Adat Ma’ Bundu (WordPress)

Tari adat Ma’Bundu adalah tarian perang yang dikombinasikan dengan beberapa tarian tradisional yang berasal dari Mamuju, Sulawesi Barat, di kecamatan Bonehau dan Kecamatan Kalumpang. Tarian ini berisi pesan tentang sebuah ketangkasan dan kekebalan terhadap senjata-senjata tajam. Mereka dan yang keluar menjadi pemenang akan membawa ulu tau atau penggalan kepala musuh.

Umumnya jumlah orang yang ikut dalam tari ini adalah 10 orang. Mereka memakai pakaian adat yakni BEI yang dihiasi oleh beberapa ukir-ukiran yang terbuat dari kerang kecil. Pada bagian kepala memakai topi dengan tanduk dan juga palo-palo. Sedang di bagian tangan memakai gelang (potto balussu). Adapun alat yang dijadikan sebagai properti adalah berupa tombak sebagai aksesoris tarian.

7. Tari Adat Sayang Pattuqduq

Tari Adat Sayang Pattuqduq (Pesonamandar)

Tari adat Sayang Pattuqduq ialah kesenian tradisional yang berasal dari Mandar, Sulawesi Barat. Kata Saiyyang memiliki arti kuda, sedangkan kata Pattuqdud artinya penari. Bila digabungkan maka akan menjadi kuda yang menari, ahli memainkan gerakan kaki dan juga kepala. Pada umumnya, tarian ini dimainkan pada sebuah acara selametan anak yang telah khatam Al Qur’an, anak tersebut lalu akan menunggang kuda serta diarak keliling kampung. Biasanya kegiatan ini dilaksanakan pada saat peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW, penjemputan tamu kehormatan, dan juga sarana hiburan.

8. Tari Adat Bamba Manurung

Tari Adat Bamba Manurung (Youtube)

Tari adat Bamba Manurung ialah sebuah tarian tradisional yang asal daerahnya adalah Mamuju, yang dikenal sebagai ibukota dari provinsi Sulawesi Barat. Biasanya, tari Manurung ini dilaksanakan diacara-acara pesta adat di Mamuju serta dihadapan para tokoh adat dan penghulu.

Pada pertunjukannya, mereka yang berperan sebagai penari akan memakai pakaian adat khas Provinsi Sulawesi Barat yakni Baju Badu, dengan aksesoris bunga beru-beru atau bunga melati yang menghiasi dibagian kepala. Untuk propertinya, mereka akan membawa kipas seperti halnya pada tarian Patuddu.

9. Tari Kipas Majene

Belum banyak infromasi yang didapatkan terkait dengan tari Kipas Mejen ini. Hanya saja gerakan tarinya bisa dilihat pada video berikut ini.

Jika Ada punya informasi tambahan silahkan kabari kami. Atau Anda dapat menulisnya pada kolom komentar.

Baca : Alat Musik Tradisional Indonesia

Akhirnya, kerja keras ini selesai sudah. Butuh waktu dan konsentrasi untuk selesaikan artikel yang berjudul tarian adat daerah Sulawesi Barat ini. Semoga bermnafaat kepada para pembaca.

Silahkan berkomentar