17 Tarian Adat Daerah Sulawesi Tengah, Gambar dan Penjelasannya

Posted on

Sulawesi Tengah adalah sebuah provinsi yang memiliki ragam tarian daerah yang khas. Ibu kotanya adalah kota Palu dengan luas wilayahnya 61.841,29 km², dan jumlah penduduknya 3.222.241 jiwa. Selain dikenal dengan lagu daerahnya yang berjudul Tananggu Kaili, Sulawesi Tengah juga siap mengenalkan nama – nama tarian daerahnya, mulai dari tarian adat yang sering dilakukan, sampai dengan yang jarang dilakukan.

Tarian adat daerah Sulawesi Tengah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tarian nusantara yang terbentang dari Sabang sampai Merauke. Dengan adanya tarian adat ini, maka secara langsung membuktikan bahwa Indonesia memang kaya akan khazanah budaya dan tidak bisa dinila dengan materi semata. Budaya seni tari sebagai warisan dari para lelhur dahulu harus dijasa sampai kapan pun juga. Kita tidak mau budaya asing menggempurnya. Harus ada proteksi untuk menghalau budaya asing.

Banyak pesan moral yang disampaikan dari pertunjukan sebuah tari. Begitu pula dengan tarian adat Sulawesi Tengah ini. Ada banyak cerita dibaliknya, apakah cerita tentang kehidupan sosial, kisah asmara di zaman dahulu, atau cerita dan kisah perang yang heroik dengan properti senjata tradisional turut ditampilkan.

Sebelumnya, kami sudah menulis beberapa artikel tentang kesenian tari daerah, seperti tarian adat Sulawesi Barat dan tari adat khas Maluku. Dan kami juga sudah menulis tarian adat Bali dan tarian adat Kalimantan Timur. Antara satu artikel dengan artikel yang lain kami yakin akan saling melengkapi dan menjadi arsip digital pada laman internet.

Oke, langsung saja kita kupas satu persatu tentang tarian adat daerah Sulawesi Tengah. Simak berikut ini informasinya.

1. Tari Adat Doplak

Tari adat Doplak ini ditarikan sebanyak 7 orang penari wanita yang terdiri dari seorang yang berperan sebagai palima yaitu kepala penari. Sedang keenam penari lainnya disebut dayang-dayang.

Sekilas, pesan yang disampaikan pada tari Dopalak yaitu menggambarkan bagaimana ketujuh orang tersebut datang membawa dulang, usai itu palima maju terlebih dahulu untuk menyelidiki tempat yang mengandung emas, kemudian diikuti oleh penari lainnya.

Kemudian, mereka semua mulai mengambil pasir yang bercampur emas, lalu pekerjaan mendulang dimulai dengan memakai selendang sebagai penyaring. Hasil saringan berupa emas dimasukkan ke dalam dulang untuk dibawa pulang.

2. Tari Adat Peule Cinde

Tari Adat Peule Cinde (Silontong)

Tari adat Peule Cinde ada beberapa versi sejarah pada masanya sendiri. Sebenarnya, Tari adat ini persis dengan tarian yang lainnya, ada kemungkinan besar bila Tari Peule Cinde bisa berkembang di setiap era, karena penggunannya yang khusus untu penyambutan tamu (terutama tamu tamu yang dianggap agung). Puncak pementasan Tari Peule Cinde adalah dengan menaburkan bunga bunga kepada para tetamunya.

Untuk era kekinian, tari Paule Cinde dapat difungsikan untuk menyambut tamu seperti bupati, walikota atau gubernur dari daerah lain yang ada di pulau Sulawesi atau luar Sulawesi.

3. Tari Adat Lumense

Tari Adat Lumense (Blogger)

Tari adat Lumense  merupakan sebuah tarian yang asalnya dari daerah Tokotu’a. Lumense memiliki arti sebagai terbang tinggi. Kabarnya, tari Lumense sudah ada pada jaman pra sejarah. Tetapi gerakan tari Lumense jaman sekarang, sudah tidak sama dengan Tari Lumense jaman dahulu, karena pada setiap era pasti ada perubahan, baik pada gerakan atau pada kustom yang dikenakan.

Pada umumnya, Tari Lumense dilaksakan atau digelar untuk menyambut tamu pada pesta pesta rakyat. Jumlah penari yang berperan biasanya penari perempuan yang berjumlah 12 orang, 6 orang berperan sebagai laki-laki dan 6 lainnya berperan sebagai perempuan. Meski semua penari adalah kaum hawa, namun Tari Lumense merupakan tarian yang melambangkan pasangan antara pria dan wanita.

4. Tari Adat Baliore

Tarian adat Baliore menceritakan tentang kelincahan gadis – gadis Sulawesi Tengah yang bergembira saat pesta panen tiba. Dalam pertunjukkannya, mereka menari-nari dengan lincahnya. Hentakan ritmis tetabuhan, terutama gendang semakin menambah dinamisnya tarian ini.

Tari ini merupakan tari kreasi yang diangkat dari Dingkula. Selain gerakannya, tarian ini mempunyai keunikan pada pakaian dan aksesorisnya.

Pada pakaian penari Baliore terdiri atas blus lengan pendek berwarna hijau modifikasi baju poko’ yang dihiasi dengan benang kuning. Pada bagian bawah memakai celana yang panjangnya 3/4 yang dalam bahasa Kaili disebut  Puruka  Pajana, berwarna hitam dihiasi benang emas. Sebagai pelapis pinggul digunakan rok pendek  yang dalam bahasa Kaili disebut  Ro’mbuku, warnanya merah dan kuning serta memakai ban pinggang yang dalam bahasa Kaili disebut Pende, berwarna hitam yang bersulamkan benang emas.

5. Tari Adat Raego

Tari Adat Raego (Sportourism)

Kesenia tari Raego merupakan sejenis tarian untuk menyambut kepulangan para pahlawan dari medan perang. Para pahlawan yang pulang sudah dipastikan membawa kemenangan atas musuhnya. Beberapa syarat dalam melakukan tarian ini, yaitu para penari diantaranya meminta restu kepada pemangku adat, setelah itu mencari wanita pasangan menari yang belum menikah.

6. Tari Adat Dopalak

Tari Adat Dopalak diperankan sebanyak 7 orang penari wanita, seorang diantaranya berperan sebagai palima yaitu kepala penari. Keenam penari lainnya disebut dayang-dayang. Iringan musik tari Dopalak adalah seperangkat kakula, durasi waktu pertunjukkan ini biasanya kurang lebih 7 (tujuh) menit.

7. Tari Adat Moraego

Tari adat Moraego yang berasal dari Sulawesi Tengah ini merupakan tarian yang masih udentik dengan peperangan. Penari tampil dengan tema yang mirip dengan suasan perang. Suasana heroik dipertontonkan oleh mereka kepada para penonton yang hadir.

Tidak tahu apakah sekarang tarian ini masih dipertunjukkan lagi. Karena sekarang sudah tidak ada perang seperti zaman dahulu kala. Para pasukan angkatan bersenjata kita hari ini lebih kepada menjaga kedaulatan negara di daerah tertentu. Haruskah jenis tarian ini dilakukan modifikasi?

8. Tari Adat Balia

Tari adat Balia (etnis)

Tari adat Balia merupakan sejenis tarian yang erat dengan kepercayaan animism, yakni pemujaan terhadap benda keramat, khususnya yang berhubungan dengan pengobatan tradisional terhadap seseorang yang terkena pengaruh roh jahat dari alam gaib.

Arti dari Balia ialah tantang dia (Bali = tantang, ia = dia), yang artinya melawan setan yang telah membawa penyakit dalam tubuh manusia. Balia sendiri dinilai sebagai prajurit kesehatan yang mampu untuk memberantas atau menyembuhkan penyakit.

Masuk atau tidaknya makhluk-makhluk tersebut ditentukan oleh irama pukulan alat musik tradisional Gimba (gendang), Lalove (seruling) yang mengiringi jalannya upacara adat ini.

9. Tari Adat Torompio

Tari Adat Torompio (deskgram)

Tari adat Torompio  mempunyai arti adalah “angin berputar”. Tari ini menggambarkan seorang yang sedang jatuh cinta. Ini terlihat dengan gerakan tarian yang dinamis dengan gerakan berputar-putar. Ini juga kenapa tarian ini disebut juga Torompio.

Cinta yang dimaksdukan ialah gelora cinta kasih untuk semua kehidupan, seperti: cinta tanah air, cinta sesama umat, cinta kepada tamu-tamu (menghargai tamu-tamu) dan lain sebagainya. Hanya saja, yang lebih menonjol ialah cinta kasih antar sesama remaja atau muda-mudi, sehingga tarian ini lebih dikenal sebagai tarian muda-mudi.

Pada pertunjukkannya, tarian Torompio sangat ditentukan oleh syair lagu pengiring yang dinyanyikan oleh penari dan pengiring tari.

Pada zaman dahulu kala, gerakan tarian ini secara spontan oleh para remaja dengan jumlah yang tidak terbatas. Tempat yang dipakai ialah halaman terbuka, seperti halaman rumah atau tempat tertentu yang agak luas. Dan undangan yang hadir, para penontonnya muda-mudi yang berdiri dan membentuk lingkaran, karena tari ini didominasi oleh komposisi lingkaran dan berbaris.

10. Tari Adat Pajoge

Tari Adat Pajoge (Blogger)

Tari adat Pajoge adalah tarian tradisional yang berasal dari lingkungan istana kerajaan dimasa lalu. Tari ini ditarikan ketika hendak pelantikan sang raja. Para penari terdiri atas tujuh orang penari wanita dan penari pria. Bisa disimpulkan, bahwa fungsi tari adat Pajoge adalah:

10.1. Sebagai Sarana Hiburan

Hiburan adalah hak rakyat dan sebagai raja yang berkuasa di suatu wailyah sudah sewajarnya menyajikan hiburan kepada rakyatnya. Tari adat Pajoge adalah salah satu hiburan yang dibuat oleh raja di masa lagu

10.2. Sarana Penghubung Antara Raja & Rakyat

Dalam kehidupan biasa, mungkin ada sarana lain yang dapat menghubungkan raja dengan rakyat. Hanya saja dalam jumlah yang massal, sarana tari inilah yang bisa dipakai. Karena digelar diruang yang luas sehingga dapat menampung banyak undangan dari berbagai lapisan masyarakat.

10.3. Sarana Dekatkan Diri Raja Kepada Rakyat

Suasana hiburan tidalah bersifat formal karena lebih nyantai. Dalam suasana santai ini, sangat efektif dipakai untuk membangun kedekatan hubungan sang raja dengan rakyat secara emosional.

11. Tari Adat Pamonte

Tari Adat Pamonte (Antaranews)

Pamonte memiliki arti menuai padi. Tari adat Pamonte khas khas daerah Sulawesi Tengah ini menggambarkan kegiatan para petani pada saat musim panen padi tiba. Tampak mereka memetik dan menuai padi secara bergotong-royong. Pesta panen ini dikenal dengan adat vunja yakni tradisi masyarakat setempat dalam mensyukuri keberhasilan panen yang diraih bersama.

Pada tarian ini tampak jelas proses pengolahan padi menjadi beras yang siap untuk dimasak. Mulai dari padi dipetik, menumbuk sampai menapis. Gerakan tari Pamonte sendiri mengikuti syair lagu yang dinyanyikan oleh seorang yang ditugaskan. Persis seorang petani, para penari memakai topi caping dalam tarian. Pakaian tari Pamonte pada umumnya terdiri dari kebaya berwarna Merah dan dihiasi dengan benang emas, serta dilengkapi dengan kerudung warna merah.

12. Tari Adat Jepeng

Tari adat Jepeng adalah tarian yang unik dari tarian yang lain. Karena tarian ini bernafaskan Islam. Zaman dulu tari Jepeng cuma ditarikan oleh kaum dewasa secara berpasangan, pada acara pesta perkawinan, khitanan, syukuran dan sebagainya. Tetapi seiring perkembangan zaman, tari ini mulai dikreasikan, sehingga dapat diterapkan oleh perempuan dan pria secara berpasangan. Apakah nafas Islamnya sudah tiada lagi?

Pada pagelarannya, tarian adat ini diiringi kesenian marawasi, bersama-sama dengan alat musik tradisional Indonesia lainnya seperti gambus, dan biola (viol)

13. Tari Adat Pontanu

Tari Adat Pontanu (nosararasulteng)

Tari adat Pontanu ini menceritakan tentang cara menenun yang dilakukan oleh gadis-gadis Kaili. Bahan yang ditenun adalah kain sarung Donggala atau yang lebih dikenal dengan Buye Sabe. Dunia mengakuinya, bahwa sarung Donggala mempunyai motif warna yang indah diperkaya dengan sulaman benang emas membuat sarung Donggala dikenal dimana-mana sebagai tenunan khas Sulawesi Tengah. Keindahan itu tidak lengkap jika hanya dilihat saja, maka pada zaman dulu dibuatlah tarian yang bernama tarian Pontanu guna mengabadikannya..

14. Tari Adat Posisani

Tari Adat Posisiani (Youtube)

Tari adat Posisani memiliki pengertian yaitu perkenalan. Tari adat ini menggambarkan realitas kegembiraan kaum muda-mudi pada acara pesta. Semuanya mengekspresikan gembiranya bersama sambil menari dan menyanyi. Sebagian wanita menari dengan memainkan kerincing. Pada momen inilah mereka berkenalan antara satu dengan yang lainnya, kemudian mereka menemukan pasangan hidup. .

15. Tari Adat Anitu

Tari adat Anitu dikenal di daerah Kulawi dan Palu Kabupaten Donggala. Jumlah penarinya mencapai 6 orang wanita.

Hal yang penting diperhatikan pada formasi tarian Adat Anitu, yaitu:

15.1. Membentuk dua deretan ke belakang

Keenam penari membuat formasi 2 (dua) barisan dari depan kebelakang. Siapa yang menempati posisi depan dan belakang sudah disiapkan pada mereka latihan. Sehingga sudah mahir saat pertunjukkan dan tidak terjadi kesalahan.

15.2. Tangan penari diletakkan disebelah penari lainnya

Posisi tangan harus serentak pada bahu penari yang berada disebelahnya. Kemudian gerakan membuka dan menutup telapak tangan juga dilakukan secara berulang – ulang. Aksi ini akan terlihat sering dilakukan pada tari ini.

Selain itu, ada pula gerakan tangan seperti menumbuk dan mengayunkan kedua tangan sambil memegang ujung selendang.

16. Tari Adat Dero

Nama lain tari adat Dero adalah Modero. Tari tradisional ini dikenal sebagai tari persahabatan yang biasa dilakukan banyak orang dengan formasi melingkar. Selain itu, tari ini juga dikenal sebagai tari perdamaian yang ada di Sulawesi Tengah. Hal ini terlihat jelas pada gerakan tarinya, yakni, para peserta tari saling berpegangan tangan yang menandakan rasa persatuan dan persahabatan, meskipun sebelumnya belum saling mengenal. Pada umumnya, tarian ini diiringi organ tunggal dengan dua orang penyanyi.

Tari Dero bukan warisan leluhur. Seni tari ini ada ketika zaman Jepang di perang dunia ke II. Saat ini tari Dero telah dikembangkan dalam bentuk yang lebih popular bagi para pemuda sebagai sarana mencari pasangan di suatu keramaian.

17. Tari Adat Pepoinaya

Tari adat Pepoinaya adalah tari pengucapan syukur atas segala berkah dan karunia yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Ada yang bilang bahwa tari ini merupakan pengembangan dari upacara adat Wurake dari Kabupaten Poso. Tari Pepoinaya memakai busana daerah Kecamatan Lore Selatan Kabupaten Poso yang disebut Baju Bada.

Pakaian ini terdiri dari blus lengan pendek sebatas siku (bahasa Bada : Kaeva) berwama merah muda yang diaplikasi dengan pita warna-warni. Pada bagian bawah, menggunakan rok bersusun dua (bahasa Bada : Wini) berwarna biru, yang diaplikasi dengan Pita wama merah dan merah muda.

Baca : Pengertian Seni Tari

Demkian uraian tentang tarian adat daerah Sulawesi Barat ini kami sampaikan. Semoga memberikan banyak manfaat kepada Anda. Jangan lupa share kepada teman-teman. Sampaikan kritik dan saran Anda pada kolom komentar.

Silahkan berkomentar