20 Tarian Adat Daerah Sumatera Selatan dan Penjelasannya Serta Gambar

Posted on

Tarian adat daerah Sumateri Selatan merupakan kesenian yang harus mendapat perhatian dari semua lapisan masyarakat yang ada di negara Indonesia. Ada banyak seni tari di Sumatera Selatan yang kini nasibnya seperti tidak jelas alias sudah hampir hilang ditelan sejarah. Dampak dari globalisasi budaya asing salah satu penyebabnya. Maka dari itu kami sangat menmahai arti penting dari pembahasan mengenai tarian tradisional Sumatera Selatan ini.

Kota Palembang ditetapkan sebagai ibukota propinsi Sumatera Selatan. Selain dokenal dengan ragam kulinernya yang khas, Sumatera Selatan juga memiliki kesenian daerah yang khas dan menarik, baik ditinjau dari pengertian sejarah mengenainya dan juga fungsi tari itu sendiri.

Nah, sebelum kita lebih jauh membahas mengenai sejarah tari seperti artikel sejarah tari Saman di Aceh dan sejarah tari Piring di Padang, ada baiknya kami kenalkan kepada Anda satu persatu mengenai apa saja tarian adat yang asalnya dari Sumatera Selatan.

Simak informasinya berikut ini

1. Tari Adat Silampari

Tari Adat Silampari (Youtube)

Istilah Silampari terdiri dari dua kata yang berasal dari bahasa Palembang. Silam berati hilang dan pari berarti peri. Terinspirasi dari kisah rakyat mengenai Dayang Torek dan Bujang Penulup, Tarian ini menceritakan kisah seorang perempuan yang menjadi peri kemudian menghilang, sehingga tari ini dinamakan Tari Silampari.

Tari Silampari atau dikenal juga dengan nama tari silampari Kahyangan Tinggi mulai dikenal oleh masyarakat umum pada tahun 1941 saat ditampilkan pada acara pembuatan Watervang, sebuah bendungan buatan kolonial Belanda di Lubuklinggau, Sumatera Selatan.

Baca juga: Tarian Adat Khas Maluku

2. Tari Adat Penguton

Tari Adat Penguton via Morgesiwe

Tari penguton ini sering ditampilakan dalam upacara penyambut kedatangan pembesar negara pada masa awal kemerdekaan. Pada tahun 1950, Tari Penguton diakui oleh Pemerintah Provinsi sebagai akar dari terciptanya sekapur sirih yaitu lahirnya tari “Gending Sriwijaya”. Tari ini juga pernah dibawa ke Istana Negara sebagai persembahan budaya.

Tari Penguton merupakan tarian Sumatera Selatan yang berasal dari Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Tarian Sekapur Sirih ini telah ada sejak abad XVIII, meski saat itu hanya berupa gerakan maknawi dengan komposisi sederhana. Adapun pada tahun 1920, gerak, pola lantai serta musik pengiringnya disempurnakan oleh keluarga Pangeran Bakri.

3. Tari Adat Bujang Gadis Beladas

Tari Adat Bujang Gadis Beladas via Indonesiakaya

Tari Bujang Gadis Beladas biasanya dibawakan oleh penari laki-laki dan perempuan berjumlah tujuh yang menghadirkan gerak lincah dan ceria. Mereka memakai pakaian tradisional Sumatera Selatan yang telah dimodifikasi. Tarian ini merupakan tari kreasi yang menggambarkan keceriaan muda-mudi Ogan Komering Ilir.

Tarian ini dipentaskan dengan iringan musik yang mengkombinasikan alat musik tradisional dan modern. Alat musik tradisional yang digunakan diantaranya, jimbe, kendang dan akordian. Sebagai tari hiburan, Tari Bujang Gadis ini sering dipertunjukkan di berbagai acara hajatan, seperti pernikahan, sunatan atau acara lainnya.

4. Tari Adat Petake Gerinjing

Tari Adat Petake Gerinjing via Indonesiakaya

Tarian ini merupakan tari kreasi yang menceritakan tentang masyarakat yang tinggal di daerah Pagar alam, provinsi Sumatera Selatan. Dalam tarian ini digambarkan kondisi masyarakat yang mendapat azab dikarenakan tidak mematuhi norma-norrna dan adat-istiadat yang ada. Azab tersebut digambarkan dengan datangnya bencana banjir bandang yang menyapu peradaban.

Garapan gerak tarian ini memadukan antara tradisional dan kontemporer. Datangnya bencana banjir bandang sebagai azab. Kemudian disimbolkan dengan bentangan dari kain yang terus digoyang-goyang seperli menyerupai gelombang air. Masyarakat didalamnya panik dan berusaha melankan diri.

5. Tari Adat Ngantat Dendan

Tari Adat Ngantat Dendan via Majalasteras

Tarian ini merupakan tari kreasi yang digarap khusus sebagai tarian yang menggambarkan iring-iringan dari pengantin pria didalam pernikahan adat Kota Lubuk linggau, provinsi Sumatera Selatan. Dalam budaya Lubuk linggau, Jaras didalam pernikahan adat digunakan sebagai wadah untuk menampung barang-barang yang telah diminta oleh mempelai perempuan sebagai mahar dari pernikahan.

Ciri utama pada tari Ngantat Dendan adalah penggunaan properti yang berupa Jaras, yaitu rantang besar yang diikat memakai selendang dan diletakkan di bagian kepala. Jaras didalam rombongan mempelai laki-laki biasanya akan dibawa oleh kaum hawa. baik itu ibu-ibu maupun para gadis. Hal tersebut dikarenakan ketika budaya tersebut diimplementasikan ke dalam bentuk tarian. tarian tersebut hanya dipentaskan oleh kaum hawa.

6. Tari Sendratari Konga Raja Buaye

Tari Sendratari Konga Raja Buaye via Indonesiakaya

Sendratari Konga Raja Buaye merupakan tarian kreasi yang diangkat dari sebuah legenda masyarakat di Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan. Legenda tersebut menceritakan tentang seorang raja bernama buaya yang mengancam keberadaan masyarakat di sebuah dusun di Kabupaten Musi Rawas. Raja buaya ini merupakan jelmaan dari seorang puteri yang cantik. Kemudian datanglah seorang pemuda yang memiliki wajah yang begitu tampan. Tanpa pertumpahan darah, raja buaya mampu ditaklukan oleh sang pemuda tesebut. sampai akhimya masyarakat terbebas dari ancaman binatang buaya pemangsa.

Dilihat dari segi kostum yang dikenakan, para penari dari sendratari Konga Raja Buaye ini dibagi atas 3 (tiga) kategori peran yaitu, masyarakat, para buaya dan juga pasukan pemuda tampan. Penari yang memerankan masyarakat biasanya mengenakan pakaian tradisional perempuan khas Sumatera Selatan. sedangkan para buaya biasanya mengenakan topeng rupa buaya lengkap dengan lidah yang menjulur-julur. dan pasukan pemuda biasanya mengenakan pakaian tradisional laki-laki khas Sumatera Selatan.

Baca juga: Tarian Adat Sulawesi Tengah

7. Tari Adat Seluang Mudik

Tari Adat Seluang Mudik via Indonesiakaya

Tari Seluang Mudik adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari Kabupaten banyuasin, Sumatera Selatan. Tarian ini merupakan tari kreasi yang menceritakan tentang tingkah laku dan juga gerak-gerik ikan seluang di musim seluang mudik.

Ikan Seluang atau nama latinnya Rasbora Argrytaenia merupakan jenis ikan air tawar yang banyak hidup di rawa-rawa dan juga banyak berkembang biak di negara Asia Tenggara. Ikan seluang ini juga mempunyai kebiasaan unik, yaitu selalu berkumpul dan juga berpindah tempat secara bergerombol serla bersamaan. Fenomena unik pada ikan seluang mudik inilah yang kerap dijumpai setiap tahun di rawa atau danau di Provinsi Sumatera Selatan.

8. Tari Adat Madik (Nindai)

Tari Madik (Nindai) merupakan salah satu tarian tradisional yang berasal Provinsi Sumatera Selatan. Tarian ini kerap dipakai oleh masyarakat disana dalam acara menifai calon menantunya. Di Provinsi Sumatera Selatan sendiri terdapat kebudayaan dimana orang tua dari mempelai pria akan berkunjung ke rumah besan guna menilai calon mantunya. Proses menilai dan juga melihat inilah yang disebut dengan Nindai atau Madik.

9. Tari Adat Putri Bekhusek

Tari Adat Putri Bekhusek via Blogger

Kata Bukhsek pada tarian ini artinya adalah bermain. Sesuai dengan namanya bahwa tarian ini artinya adalah tarian putri yang sedang bermain. Tari Putri Bekhusek merupakan salah satu tarian yang berasal dari Ogan Komering Ulu (OKU), Provinsi Sumatera Selatan. Tarian ini sekaligus juga melambangkan kemakmuran daerah setempat dan juga Provinsi Sumatera Selatan pada umumnya.

10. Tari Adat Tanggai

Tari Adat Tanggai via Wikipedia

Tari Tanggai merupakan salah satu tari tradisional yang berasal dari kebudayaan masyarakat Palembang di Sumatera Selatan. Tarian ini merupakan tarian selamat datang atau tari penyambutan tamu dan sebagai bentuk penghormatan. Tari Tanggai adalah salah satu tarian tradisional yang cukup populer di Sumatera Selatan khususnya di Palembang.

Tidak ada yang tahu secara persis bagaimana sejarah tari tanggai ini dimulai, tetapi menurut beberapa sumber bahwa asal usul dari Tari Tanggai bermula dari sebuah tradisi atau sebuah ritual persembahan masyarakat Budha di Provinsi Sumatera Selatan terhadap para dewa. Pengaruhnya kebudayaan Tionghoa di dalam tarian ini juga sangat kental mengingat dahulu kala kerajaan Sriwijaya yang berpusat di Provinsi Sumatera Selatan merupakan pusat penyebaran agama Budha di Indonesia.

Baca juga: Tarian Adat Sulawesi Utara

11. Tari Adat Pagar Pengantin

Tari Adat Pagar Pengantin via Blogger

Tari Pagar Pengantin mempunyai arti khusus yakni melambangkan sebuah perpisahan para pengantin perempuan dari masa remajanya serta dengan kedua orang tuanya. Dimana sesudah menikah mereka akan menjadi tanggung jawab suami. Tari Pagar Pengantin merupakan tarian tradisional yang berasal dari Palembang Sumatera Selatan. Tari Pagar Pengantin umumnya akan ditampilkan saat ketika resepsi pernikahan.

12. Tari Adat Gending Sriwijaya

Tari Adat Gending via Kamerabudaya

Tarian ini merupakan tarian kolosal dari peninggalan kerajaan Sriwijaya. Dahulunya tarian ini hanya dipentaskan oleh kalangan internal kerajaan saja sebagai tarian penyambutan bagi para tamu kerajaan. Saat ini Tan Gending Sriwijaya kerap dipentaskan oleh masyarakat Palembang didalam berbagai acara seperti pernikahan, pertemuan instansi pemerintahan sampai dalam berbagai perhelatan budaya.

13. Tari Adat Tenun Songket

Tari Adat Tenun Songket via Silontong

Tari Tenun Songket merupakan tarian khas Sumatera Selatan yang terinspirasi dari tradisi menenun masyarakat Palembang. Seperti diketahui, Kain Songket Palembang merupakan peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang kini menjadi salah satu jenis tekstil terbaik di dunia.

Tari Tenun Songket atau Tari Rampak Kipas Songket Brada menggambarkan ketekunan dan kegembiraan gadis Palembang saat menenun. Jumlah penarinya dinamis, namun biasanya lima penari perempuan. Mereka menggunakan baju kurung serta kain songket, ada juga properti berupa kipas.

14. Tari Adat Kebagh

Tari Adat Kebagh via Blogger

Tari Kebagh atau Tari Kemban Bidudari atau Tari Bidudari ini tercipta di Dusun Padang Langgar atau sekarang disebut Dusun Pelang Kenidai. Tari ini dahulu kala dilakukan oleh para bidudari atau bidadari. Dikisahkan sebelum terbang kekayangan, bidadari bungsu menarikan tari ini. Tari Kebagh sendiri tidak asal ditampilkan.

Tari ini untuk menyambut petinggi atau raja pada jaman dahulu. Bahkan, untuk sebelum membawakan Tari Kebagh harus dilaksanakan beberapa ritual agar berjalan lancar dan para penari tampil secantik bidadari. Tari Kebagh dibawakan dengan iringan musik khas dan pakaian khas Besemah. Tari ini memiliki gerakan seraya terbang dengan tangan melambai-lambai. Tari Kebagh merupakan tari khas Besemah yang sudah ada sejak zaman nenek moyang dahulu.

Baca juga: Tarian Adat Sulawesi Selatan

15. Tari Adat Kubu

Tari Adat Kubu via Indonesiakaya

Tari Kubu adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari Suku Kubu. Suku Kubu merupakan suku yang menetap di perbatasan antara Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan. Kehidupannya yang masih semi-nomaden pada sekitar hutan Taman Nasional Bukit 12, menjadikan masyarakat Kubu ini masih mempunyai pola kehidupan yang homogen. Hal itu terlihat dari pola mata pencarian masyarakat Suku Kubu yang masih terfokus dikegiatan berladang dan berburu.

Tari kreasi Kubu ini lahir karna terinspirasi dari kebiasaan masyarakat kubu yang melakukan upacara pengobatan tradisional untuk menyembuhkan orang yang sedang sakit.Tarian ini ditarikan oleh 5 (lima) orang laki-laki dan 5 (Iima) orang perempuan. dengan mengenakan pakaian yang umumnya digunakan oleh masyarakat suku Kubu dalam kesehariannya.

16. Tari Adat Mejeng Besuko

Tari Adat Mejeng Besuko via Blogger

Tari Mejeng Besuko merupakan tarian yang berasal dari provinsi Sumatera Selatan. Tarian ini merupakan warisan budaya dari nenek moyang kita pada zaman dahulu, dikarenakan pada zaman dahulu tidak ada iringan music yang seperti sekarang membuat tarian pada zaman dahulu tidak terlihat menarik dan terkesan kuno.

Gerakan-gerakan dari tarian yang ada sekarang pun tidak lebih pastilah mengikuti perkembangan zaman yang dahulu, dimana seperti yang kita tahu gerakan-gerakan yang ada sekarang adalah merupakan pembaharuan dari gerakan-gerakan yang sudah ada terlebih dahulu pada masa nenek moyang kita.

17. Tari Adat Gegerit

Tari Adat Gegerit via Indonesiakaya

Secara etimologi kata Gegerit ini dapat diartikan dengan lelah atau capek. Tarian ini merupakan tari tradisional Lahat yang menceritakan tentang sebuah perjuangan kaum perempuan di dalam menghadapi penjajahan. Hal tersebut tergambar pada gerakan setengah jongkok sambil terus memainkan sayap-sayap di bahu.

Tari Gerigit biasanya ditarikan oleh 4 (empat) orang penari yang keseluruhannya seorang perempuan. Para penari ini mengenakan baju adat Lahat berwara merah marun. Di bagian bahunya terdapat kain songket yang menyerupai sayap. Sementara itu pada bagian kepala dihias dengan berbagai hiasan seperti ayun-ayun, cempako, pilis, dan teratai. Tari tradisional gegerit ini merupakan tarian yang sejak dahulu selalu ditarikan secara turun temurun oleh masyarakat Lahat.

Baca juga: Tarian Adat Sulawesi Tenggara

18. Tari Adat Kipas Serumpun

Tari Adat Kipas Serumpun via Google Image

Tari Kipas Serumpun adalah tari kreasi yang berasal dari Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Tari Kipas Serumpun ini mengandung makna tentang pentingnya sikap gotong-royong antara sesama manusia. Sikap gotong-royong ini menyatu dalam kegembiraan yang tergambar didalam sebuah pesta rakyat. Tarian ini juga menceritakan tentang jalinan persahabatan diantara masyarakat. Banyuasin sendiri merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan yang dihuni banyak suku dan agama. Tari Kipas Serumpun inilah yang kemudian diciptakan dan digunakan untuk menyatukan mereka dalam kegembiraan.

19. Tari Adat Rodat Cempako

Tari Adat Rodat Cempako via Blogger

Tari Rodat Cempako merupakan tarian tradisional yang berasal dari kebudayaan masyarakat Provinsi Sumatera Selatan yang dipengaruhi oleh gerakan dari Timur Tengah. Tarian ini adalah salah satu tarian masyarakat Provinsi Sumatera Selatan yang bernafaskan agama Islam.

20. Tari Sebimbing Sekundang

Tari Sebimbing Sekundang via Youtube

Tari Sebimbing Sekundang merupakan tari tradisional yang berasal dari kebudayaan masyarakat di Kabupaten Ogan Komering Ulu. Tarian ini umumnya akan ditampilkan dalam penyambutan para tamu kehormalan yang sedang berkunjung di daerah ini. Dalam pertunjukannya Tari Sebimbing Sekundang dapat dipentaskan baik itu di dalam gedung maupun di tempat terbuka dan dilakukan sebanyak 9 penari.

Dimana 1 orang puteri akan membawa tepak, 2 orang penari akan membawa rempah-rempah, 1 orang akan membawa  payung agung dan 2 orang akan menjadi pengawal. Tepak atau Pengasan sendiri adalah sarana utama pada tarian tradisional ini dan berisikan daun sirih yang sudah diracik dengan menggunakan getah gambir sehingga sudah siap untuk disuguhkan kepada tamu kehormatan sebagai bentuk penerimaan dan juga pengakuan dari masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ulu.

Baca: Tarian Adat Kalimantan Selatan

Demikian informasi tentang tarian adat daerah Sumatera Selatan ini kami sampaikan. Semoga memberikan manfaat. Kami ucapkan terima kasih sudah mampir ke blog ini.