11 Tarian Adat Dayak Tradisional Kalimantan Barat, Gambar dan Penjelasannya

Posted on

Tarian (tari) adat suku dayak tradisional daerah Kalimantan Barat akan disampaikan pada kesempatan kali ini dilengkap dengan gambar dan keterangan atau penjelasan. Bicara adat tentunya kita tidak bisa lepaskan dari sebuah tradisi masa lampau disuatu daerah. Sedangkan bicara suku Dayak, maka tidak bisa kita lepaskan dari masa lalu di daerah Kalimantan, khususnya Kalimantan Barat. Dengan begitu tidak salah jika kami akan ulas tentang tarian yang juga diperankan oleh suku Dayak ketika itu.

Tari adat Kalimantan Barat yang ibukotanya adalah Pontianak ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari budaya tari yang ada di daerah lain yang masih dalam jangkauan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ini dampak yang logis akan kekayaan Indonesia dari sisi sejarah seni tari yang terus diwariskan dari sampai saat ini. Sebagian tarian tersebut masih ada yang dilestarikan, sedang yang lainnya ada yang tinggal namanya saja. Jika memungkinan, bisa dilestarikan lagi oleh masyarakat guna menjawa tradisi para leluhur supaya tidak punah.

Baca : Upacara Adat Kalimantan Barat

Jelang pesta pernikahan, biasanya pada zaman dahulu menggelar tari sebagai ajang hiburan bagi para undangan yang hadir. Begitu pula jika hendak panen lahan pertahian, para nenek moyang dulu juga membuat acara ritual tertentu yang terkadang menampilkan tarian pula.

Apakah tarian yang kami maksudkan ada pada zaman dahulu di Kalimantan Barat? Nah, untuk menjawab pertanyaan ini, maka Anda bisa melihat poin per poin dibawah ini. Namun sebelumnya, ada baiknya kami sampaikan pula bahwa kami sudah menulis artikel terkait yang berjudul tarian adat Kalimantan Timur. Kami beri saran untuk Anda agar membacanya usai selesai membaca informasi ini.

Daftar Tarian Adat Kalimantan Barat Yang Perlu Diketahui

Berikut ini adalah daftar atau list poin per poin mengenai kebudayaan kesenian tari adat yang ada di daerah Kalimantan Barat.

1.Tari Adat Ajat Temuai Datai

Sumber : Wikipedia

Tari Ajat Temuai Datai yang adai di Kalimantan Barat dikabarkan asalnya dari suku yang bernama Suku Dayak Iban. Pada istilah Ajat Temuai Datai terkandung maksud proses pengucapan rasa syukur kepada Sang Pencipta atas kedatangan tamu di tanah didaerah Kalimantan Barat.

Seiring bergulirnya sang waktu, tarian ini kesenian tari penyambutan tamu kenegaraan. Ada beberapa kriteria tamu yang mendapat penyambutan dari tari ini. Salah satunya, pemimpin dari dari lain yang ingin menjalin kerjasama atau sekedar menghadiri undangan.

2. Tari Adat Kondan

Sumber : Google Image

Tari adat Kondan merupakan tarian yang berasal dari Kalimantan Barat, tarian ini memiliki makna yang berbeda antara satu gerakan dengan gerakan yang lainnya. Pada jenis-jenis tarian tertentu ada yang sangat terkenal pada kalangannya sendiri, dan ada juga yang kurang populer disebabkan gerakan yang belum pernah terlihat atau terkesan kaku sama sekali.

Tari Kondan merupakan tarian yang sering dipakai pada acara seperti acara pernikahan, acara adat istiadat ataupun acara keagamaan serta ritual. Ada kesamaan dengan tari daerah yang ada di pulau Jawa. Pada beberapa gerakan menuai tanda tanya dan masih menyimpan misteri pada beberapa gerakan yang dilakukan oleh penari bagi para penonton.

3. Tari Adat Pedang Mualang

Sumber : Blogger

Tari adat Pedang Mualang merupakan sebuah tarian tunggal tradisional yang pada umumnya dipentaskan guna menghibur masyarakat setempat, seperti acara Gawai Belaki Bini (pesta pernikahan), acara Gawai Dayak (pesta panen padi), dan acara adat istiadat lainnya. Pada pertunjukannya, tarian tersebut lebih mengedepankan pada gerakan yang sangat aktraktif dengan memakai alat perang yang bernama pedang sebagai propertinya.

Jika merujuk pada sejarah, bahwa tarian ini dilakukan oleh para kesatria guna mendatangkan rasa semangat dan kepercayaan dalam berperang sebelum melaksanakan ekspedisi Mengayau. Dampaknya untuk memperkuat kepercayaan mereka bahwa saat berperang harus menang didalam melawan baik itu serangan maupun dalam menyerang lawannya.

Baca : Keunikan Pakaian Adat Kalimantan Barat

4. Tari Adat Monong

Sumber : BackpakerJakarta

Tari adat Monong memiliki nama lain, yakni tari Manang. Kesenian daerah ini merupakan sebuah tari terapi kepada orang yang sedang sakit. Fungsi lainnya ialah diyakini masyarakat daerah untuk menangkal penyakit. Pada pergelerannya, penari bertindak persis seorang dukun dengan menggunakan jampi-jampi. Kental suasana mistis.

Tari Monong juga sering di sebut dengan nama Tari Baliatn. Dalam tarian tersebut, para anggita yang sakit juga ikut serta dan di pimpin oleh seorang dukun.

Begitulah pada zaman dahulu, saat ini sudah banyak rumah sakit yang jadi tempat pengobatan bagi manusia yang terhinggap penyakit.

5. Tari Adat Jonggan

Tari Adat Jonggan (Blogger)

Tari adat Jonggan merupakan kebudayaan masyarakat Dayak kanayant di Kalimantan barat. Pengambilan nama Jonggan sendiri di ambil dari bahasa Dayak yang memiliki arti joget atau menari. Pada setiap gerak dan lekukan tubuh sang penari mengambarkan sukacita dan kebahagiaan masyarakat Dayak.

Jonggan dibawakan yang berperan  sebagai hiburan pada saat pagelaran upacara adat Kalimantan Barat, sebagai ajang mencari jodoh, sebagai kenikmatan estetis dan penggambaran simbolik.

Ungkapan syukur sudah menjadi kebiasaan pada zaman dahulu di wilayah Indonesia.

6. Tari Adat Bopureh

Tari Adat Bopureh (Indonesiakaya.com)

Tari adat Bopureh merupakan sebuah deskripsi tentang kisah cinta antar dua manusia yang terhalang adat. Yakni kisah tentang cinta pemuda Dayak Djongkang atau lebih dikenal sebagai Jangkang dengan wanita dari suku Dayak Kanayan. Mereka berdua tidak kuasa berbuat apa-apa. Hal ini disebabkan ada aturan yang berlaku. Bunyi aturan adat itu melarang bagi masyarakat Dayak menikah dengan orang diluar kelompoknya.

Bopureh sendiri dalam bahasa Jangkang yang berarti “silsilah”. Tari ini pada umumnya dibawakan oleh 10 orang penari. Pada 2 orang penari merupakan tokoh utama yang memerankan sepasang kekasih, sedang 8 orang penari lainnya ialah penari pelengkap. Di bagian tengah pementasan, 8 penari membentuk lingkaran, dengan penari pria dipusatnya.

7. Tari Adat Ayun Pala

Tari Adat Ayun Pala (Wikipedia)

Tari adat Ayun Pala umumnya merupakan satu diantara ragam tari-tarian suku Dayak Mualang. Tari adat dari daerah Kalimantan Barat yang dibawakan secara tunggal ini disajikan setelah para ksatria (sabung) Mualang pulang dari Mengayau.

Mengayau ialah pulang dengan membawa pulang kepala musuh. Maksud dari ini merupakan sebagai bukti kemenangan bagi masyarakat setempat. Kemudian, kepala hasil kayau tersebut, dihantarkan dan disambut oleh penari wanita. Fokus kesenian tari ini lebih menekankan gerakan menyambut dan menimang kepala musuh tersebut.

8. Tari Adat Zapin

Tari Zapin merupakan tarian rumpun Melayu di Kalimantan Barat yang menghibur sekaligus sarat pesan agama dan pendidikan secara mendalam. Tari adat ini mempunyai kaidah dan aturan yang tidak boleh diubah namun dari masa ke masa. Hanya saja seiring berjalannya waktu, mulai terjadi pergeseran nilai. Namun keindahannya tak lekang begitu saja.

Menurut bahasa Arab, zapin disebut sebagai al raqh wal zafn. Tari Zapin berkembang di Nusantara bersamaan dengan penyebaran agama Islam yang dibawa pedagang Arab dari Hadramaut.

Baca : Adat Istiadat Melayu

9. Tari Pingan (Tari Pinggan)

Tari Pingan (Negerikuindonesia.com)

Tari Pinggan merupakan sebuah tarian tunggal tradisional Dayak yang bertujuan untuk menghibur masyarakat dalam setiap acara tradisional. Misalnya pada acara Gawai Dayak (pesta Panen padi), acara Gawai Belaki Bini (pesta pernikahan ) dan acara lainnya.

Tari Pingan termasuk hiburan rakyat yang berasal dari Kalimantan Barat. Pingan dalam bahasa Dayak Mualang berarti piring yang terbuat dari batu atau tanah liat. Sesuai dengan namanya, tarian ini memakai piring sebagai atribut dalam menari.

Terjadi pembagian pada Tari Pinggan, yakni : Tari Pinggan Laki dan Tari Pinggan Indu’. Usai dipelajari, ada kesamaan dan pebedaan dari kedua tari tersebut. Kesenian Tari ini lebih menekankan pada gerakan – gerakan atraktif yang diadopsi dari gerakan silat tradisional nusantara.

10. Tari Adat Kinyah Uut Danum

Tari Adat Kinyah Uut Danum (Blogger)

Tari Kinyah Uut Danum merupakan salah satu tarian perang dari Kalimantan Barat (Barat) yang memperlihatkan  keberanian dan teknik bela diri dalam berperang. Tarian adat ini berasal dari sub suku Dayak Uut Danum di Kalimantan Barat. Jadi nama tari ini berdasarkan dari nama suku tersebut.

Pada awalnya, Tari Kinyah Uut Danum adalah tarian persiapan fisik sebelum mengayau, yaitu tradisi pemburuan kepala musuh yang di lakukan oleh suku dayak jaman dahulu. Tarian ini guna memperlihatkan kesiapan para laki laki dayak uut danum untuk dilepaskan di hutan untuk Mengayau.

11. Tarian Bopureh

Seni tari adat ini adalah tari kreasi yang kehadirannya memberikan cerita kisah cinta pemuda Suku Dayak Jangkang dengan seorang gadis Kanayan. Cinta mereka tidak berjalan mulus diakibatkan ada aturan adat yang tidak memperbolehkan. Akhirnya mereka tidak bisa menikah. Adapun aturan tersebut melarang seoarang menikah dari luar kelompoknya di kala itu. Jadi lebih memprioritaskan kelompoknya sendiri.

Baca : Upacara Adat Kalimantan Timur

Masih banyak lagi daftar tarian adat dayak Kalimantan Barat sejatinya. Karena terhalang sang waktu, maka tidak bisa semuanya dikabarkan melalui tulisan ini. Semoga kedepannya akan dilakukan update berdasarkan kebutuhan.

Silahkan berkomentar