Tulisan Tika Ramlan Eks Personel Duo T2 Tentang Adzan Ini Bikin Air Mata Warganet Tumpah

Posted on

Pasca pembacaan puisi oleh Sukmawati, topik adzan terus jadi pembicaraan publik. Kali ini, topik tersebut disampaikan oleh wanita yang bernama Tika Ramlan.

Bagi Anda penggemar acara pencarian bakat, Akademi Fantasi Indosiar atau juga duo T2, mungkin tahu sosok satu ini.

Ia adalah Kartika Yudia Ramlan atau akrab disapa Tika Ramlan.

Dia merupakan eks personel T2, yang terkenal berkat album OK!

Baru-baru ini, Tika mengisahkan tentang istimewanya azan.

Tulisan yang ia beri judul “Bilal dan Azan Terakhirnya” itu membuat para pengikutnya merasa terharu dan bikin menangis.

Tulisan itu ia posting pada Rabu (4/4/2018) lalu, dikutip TribunJogja.

Berikut tulisan lengkapnya:

BILAL DAN ADZAN TERAKHIRNYA

Semenjak Rasulullah wafat, Bilal menyatakan bahwa dirinya tidak akan mengumandangkan adzan lagi.

Ketika Khalifah Abu Bakar memintanya untuk menjadi muadzin kembali, dengan hati pilu nan sendu bilal berkata: “Biarkan aku hanya menjadi muadzin Rasulullah saja. Rasulullah telah tiada, maka aku bukan muadzin siapa-siapa lagi.”

Abu Bakar pun tak bisa lagi mendesak Bilal untuk kembali mengumandangkan adzan.

Kesedihan sebab ditinggal wafat Rasulullah terus mengendap di hati Bilal.

Dan kesedihan itu yang mendorongnya meninggalkan Madinah, dia ikut pasukan Fath Islamy menuju Syam, dan kemudian tinggal di Homs, Syria.

Lama Bilal tak mengunjungi Madinah, sampai pada suatu malam, Rasulullah hadir dalam mimpi Bilal, dan menegurnya: “Ya Bilal, Wa maa hadzal jafa? Hai Bilal, mengapa engkau tak mengunjungiku? Mengapa sampai seperti ini?”

Bilal pun bangun terperanjat, segera dia mempersiapkan perjalanan ke Madinah, untuk ziarah ke makam Rasulullah. Sekian tahun sudah dia meninggalkan Rasulullah.

Setiba di Madinah, Bilal bersedu sedan melepas rasa rindunya pada Rasulullah, pada sang kekasih.

Saat itu, dua pemuda yang telah beranjak dewasa, mendekatinya. Keduanya adalah cucu Rasulullah Hasan dan Husein.

Dengan mata sembab oleh tangis, Bilal yang kian beranjak tua memeluk kedua cucu Rasulullah tersebut.

Salah satu dari keduanya berkata kepada Bilal: “Paman, maukah engkau sekali saja mengumandangkan adzan untuk kami? Kami ingin mengenang kakek kami.”

Ketika itu, Umar bin Khattab yang telah jadi Khalifah juga sedang melihat pemandangan mengharukan itu, dan beliau juga memohon kepada Bilal untuk mengumandangkan adzan, meski sekali saja.

Bilal pun memenuhi permintaan itu.

Saat waktu shalat tiba, dia naik pada tempat dahulu biasa dia adzan pada masa Rasulullah masih hidup.

Mulailah dia mengumandangkan adzan.

Saat lafadz Allahu Akbar dikumandangkan olehnya, mendadak seluruh Madinah senyap, segala aktifitas terhenti, semua terkejut, suara yang telah bertahun-tahun hilang, suara yang mengingatkan pada sosok Nan Agung, suara yang begitu dirindukan itu telah kembali.

Seluruh isi kota madinah berlarian ke arah suara itu sembari berteriak, bahkan para gadis dalam pingitan mereka pun keluar.

Dan saat bilal mengumandangkan “Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah”, Madinah pecah oleh tangisan dan ratapan yang sangat memilukan. Semua menangis, teringat masa-masa indah bersama Nabi.

Umar bin Khattab yang paling keras tangisnya. Bahkan Bilal sendiri pun tak sanggup meneruskan adzannya. Lidahnya tercekat oleh air mata yang berderai.

Hari itu, madinah mengenang masa saat masih ada Nabi Saw. Tak ada pribadi agung yang begitu dicintai seperti Nabi Saw.

Dan adzan itu, adzan yang tak bisa dirampungkan itu, adalah adzan pertama sekaligus adzan terakhirnya Bilal Ra. semenjak Nabi Saw. wafat.

Dia tak pernah bersedia lagi mengumandangkan adzan. Sebab kesedihan yang sangat segera mencabik-cabik hatinya mengenang seseorang yang karenanya dirinya derajatnya terangkat begitu tinggi.

Semoga kita dapat merasakan nikmatnya Rindu dan Cinta seperti yang Allah karuniakan kepada Sahabat Bilal bin Rabah Ra. Aamiin.

Postingan ini membuat para netizen nangis.

fathiandree: Ada vidio nya tentang kisah sayyidina bilal ketika disuruh azan oleh sayyidina Abu bakar,yang menceritakan nya habib ali aljufry jeddah aaahhhhh nangis, touch banget

siti.habibah.796: Subhanallah, Allahuakbar, gk terasa ari mata meleleh

nunungasia35: @tika_ramlan Aamiin ya Rabb, sangat menyetuh tak terasa air mata jg mengalir

zio_azzam: MasyaAllah..sampe menitikan airmata bacanya,

tinihernawati: @tika_ramlan setiap baca kisah ini selalu meneteskan airmata. Ya Alloh.. Smg bisa merasakan nikmatnya dan cinta seperti Alloh karuniakan kepada bilal.

izyeu_: Masya Allah sampe ikutan nangis bacanya.