17 Upacara Adat Khas Daerah Jawa Timur dan Keterangannya

Posted on

Upacara adat daerah Jawa Timur disertai gambar dan keterangan atau penjelasannya merupakan uraian yang menarik untuk di baca. Hal ini karena ada banyak tradisi di propinsi Jawa Timur yang belum kita ketahui bersama. Mulai dari kebiasaan adat kelahiran, pernikahan sampai kematian, semua ada diatur dan sampai kini masik lestari didaerah tersebut.

Beberapa tradisi atau upacara di daerah Jawa Timur ada yang asli warisan budaya masyarakat lokal, dan ada pula yang sudah terjadi pembauran dengan budaya lain. Tidak jarang ditemukan nuansa religi ada pada saat pelaksanaan upacaranya.

Selain mengetahui, sebaiknya kita sebagai warga negara Indonesia yang baik juga ikut berpartisipasi dalam menjaganya, jangan sampai di klaim oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Apapun ceritanya, budaya nusantara adalah kekayaan Indonesia yang tidak bisa di nilai oleh materi.

Pemerintah setempat sebaiknya mulai berpikir bagaimana kebiasaan adat di Jawa Timur dapat menambah kenaikan ekonomi daerah. Misalnya dikemas semenarik mungkin sehingga mendatangkan para turis untuk mengunjunginya. Ini berdampak pada ekonomi sekitar wilayah tersebut, baik dari sisi alat transportasi darat, alat transportasi laut dan alat transportasi udara serta penginapan. Kita berpikir positif saja, semoga hal ini sudah terpikirkan oleh pejabat yang kini sedang menjabat.

Diblog ini kami sudah menuliskan banyak informasi mengenai upacara adat Indonesia yang meliputi: upacara adat Aceh, upacara adat Sumatera Utara, upacara adat Sumatera Barat, upacara adat Lampung, upacara adat Sumatera Selatan, upacara adat Jawa Tengah dan upacara adat Jawa Barat. Semua ini kami sampaikan kepada pembaca supaya pengetahuan Anda mengenai budaya Indonesia tidak parsial alias sepotong – sepotong. Ada yang memiliki kesamaan, namun ada juga yang berbeda antar tradisi satu daerah dengan daerah lainnya. Semua menjadi satu bingkai khazanah Indonesia.

Oke, tanpa berlama – lama lagi, langsung saja kita bahas satu persatu topik tulisan kita kali ini.

Kumpulan Mengenai Upacara Adat Jawa Timur yang Menarik

Untuk sementara, ada belasan yang kami kumpulkan. Kedepannya akan terjadi perbaikan atau penambahan sesuai dengan kebutuhan.

Selamat menyimak.

1. Tradisi Brokohan

Tradisi-Brokohan
Sumber : Starjogja

Upacara yang pertama di Jawa Timur adalah terkait dengan kelahiran bayi. Dimana ketika bayi sudah lahir, masyarakat Jawa Timur umumnya menggelar acara selametan yang dikenal dengan sebutan acara Brokohan.

Digelarnya acara ini dengan mengundang orang orang terdekat, sanak famili serta jiran tetangga. Semua dilibatkan pada acara guna mensyukuri kedatangan bayi.

Biasanya, pada acara Brokohan ini, di sediakan nasi tumpeng komplit dengan lauk pauknya. Para tamu dipersilahkan untuk menikmatinya.

2. Upacara Larung Ari-Ari

Upacara-Larung-Ari-Ari
Sumber : Blogger

Upacara Larung Ari-Ari adalah prosesi upacara adat Melarung atau Menghanyutkan ari-ari si Jabang bayi, dan tradisi ini sering di laksanakan oleh orang-orang didaerah Surabaya.

Baca : Rental Mobil Surabaya

Ari-ari jabang bayi di hanyutkan ke laut dilengkapi dengan bunga. Ada bunga 7 rupa jenisnya yang sudah ditentukan, kendi, kain putih dan jarum. Nyanyian daerah selalu ikut mengeligi ketika ari-ari dihanyutkan.

Jika tidak terdapat laut, sungai menjadi alternatif untuk menghanyutkan ari-ari. Meski begitu, laut menjadi pilihan utama dalam menerapkan upacara ini.

3. Upacara Adat Kasada

Upacara-Adat-Kasada
Sumber : WordPress

Selanjutnya adalah tradisi Kasada. Dimana masyarakat Suku Tengger di Jawa Timur yang sering melakukannya. Tradisi ini merupakan salah satu wujud rasa syukur masyarakat Tengger kepada Tuhan. Tujuan dari tradisi ini ialah : meminta berkah, menjauhkan malapetaka, wujud syukur atas karunia yang diberikan Tuhan kepada masyarakat Tengger.

Informasi lain menyebutkan, upacara ini ialah upacara untuk memperingati pengorbanan seorang Raden Kusuma anak Jaka Seger dan lara Anteng. Adapun untuk waktu pelaksanaanya, kegiatan adat ini dilaksanakan pada tanggal 14 sampai 16 bulan Kasada atau saat bulan purnama tampak di langit secara utuh. Cuma setahun sekali digelar oleh masyarakat setempat.

4. Tradisi Temu Manten Pegon

Tradisi-Temu-Manten-Pegon
Sumber : Pagiberbicara

Tradisi Temu Manten Pegon yang berlaku di Jawa Timur merupakan proses pertemuan dari kedua mempelai, pria dan wanita. Manten Pegon (Pengantin Pegon) adalah pengantin yang dilakukan secara khusus, yaitu dirias sedemikian rupa. Penganten ini dirias berdasarkan akulturasi budaya antara Arab, Jawa, Belanda, dan China yang memang menjadi warna dominan dalam busana para pengantin dan rombongan pengantin. Surabaya menjadi daerah yang sering melakukan kebiasaan adat ini.

Hal yang membuat unik adalah, saat prosesi pertemuan pengantin ini digelar, yaitu dengan cara mengarak pihak pengantin pria dan rombongan untuk menjemput pengantin wanita. Sampai dilokasi wanita, kedua pengantin selanjutnya juga diarak bersama-sama. Suasana ini membuat semakin meriah.

5. Upacara Tahlilan Kematian

Kebiasaan adat Tahlilan Kematian dapat dijumpai pada daerah kota Surabaya yang dikenal sebagai kota pelabuhan. Makna dari Tahlilan sendiri ialah prosesi kirim doa kepada pihak yang sudah terlebih dahulu meningga dunia. Tujuan dari kebiasaan atau hukum adat ini supaya arwahnya mendapatkan ketenangan dan tempat terbaik di sisi Tuhan. Diampuni segala dosanya dan diterima amal ibadahnya. Bagi sebagian umat Islam tidak sepaham dengan kegiatan tahlilan ini. Mereka mempunyai alasan untuk tidak sepaham.

Umumnya, upacara Tahlilan ini dilakukan pada hari ke-1, ke-3, ke-7, ke-40, ke-100, 1 tahun, dan 3 tahun usai kematian dari pihak yang meninggal. Kebiasaan ini memang perpaduan antara budaya Islam dengan budaya Hindu dimana dahulu memang terjadi proses akulturasi budaya yang hingga kini masih tetap terjaga keberadaannya di kalangan masyarakat Kota Surabaya. Proses pembauran budaya Islam dengan Hindu dan Budha menandakan terjadinya sebuah dialog peradaban di sejarah Indonesia.

6. Tradisi Larung Ari –Ari

Bukan cuma di Jawa Barat saja, tradisi Larung Ari – Ari ternyata ada di Jawa Timur. Kebiasaan Larung Ari-ari ini merupakan prosesi upacara adat melarung atau menghanyutkan ari – ari si jabang bayi yang dikenal di Kota Surabaya. Ari – ari si bayi akan dilarung bersama dengan bunga 7 rupa, kendil, kain putih, dan jarum ke laut.

Prosesi upacara Larung Ari – Ari ini digelar dengan diiringi proses menyanyikan tembang Macapat yaitu Dhandhang Gula disertai alunan alat musik tradisional Indonesia. Usai kebiasaan adat ini dilaksanankan, kemudian akan ditutup dengan pesta merayakan kelahiran si bayi dengan meriah.

Selain sebagai kebiasaan, tradisi ini bertujuan untuk mengharapkan anak bisa hidup aman sentosa ketika dewasa kelak. Diauhkan dari mara bahaya, dimurahkan rezekinya. Sebagian masyarakat tidak sampai begitu ketika memperlakukan larung ari-ari sang bayi. Cukup sekedar ditanam saja didalam tanah. Beda daerah beda perlakukan.

7. Tradisi Nakokake

Tradisi Nakokake merupakan prosesi dimana seorang laki – laki yang ingin melamar seorang gadis pujaannya dengan cara menanyakan atau dalam Bahasa Jawa “Nakokake”. Hal yang ditanyakan ialah menanyakan kondisi status dari sang gadis pujaan hati apakah dirinya sudah memiliki pasangan pendamping atau belum alias single.

Nah, jika sang gadis memberikan jawabannya berupa keterangan bahwa dirinya belum memiliki suami, maka yang dilakukan pihak lelaki ialah meneruskannya dengan prosesi lamaran ke rumah sang gadis. Nakokake ini dilaksanakan dengan cara mengirimkan wakil atau utusan ke pihak keluarga sang gadis.

8. Tradisi Peningsetan

Tradisi-Peningsetan
Sumber : WordPress

Tradisi Peningsetan merupakan upacara melamar gadis yang biasa dilakukan di Kota Surabaya. Saat prosesi upacara Nakokake sudah selesai dan hasilnya positif bahwa sang gadis masih single, maka Peningsetan akan segera dilaksanakan bagi pihak keluarga laki – laki dengan datang ke pihak keluarga perempuan. Biasanya rumah tempat tianggalnya yang jadi tujuan kedatangan kaum pria.

Adapun kegiatan Peningsetan ialah proses ramah tamah yang disertai dengan acara makan bersama antara rombongan pihak pelamar lelaki dengan pihak yang dilamar perempuan dimana hal ini wajib dilakukan sebelum proses pernikahan digelar. Hanya saja, momen ini sudah menjadi momen yang serisu bagi pihak pria dan wanita.

9. Kebiasaan Adat Tingkeban

Kebiasaan-Adat-Tingkeban
Sumber : Instagram

Tradisi Tingkeban merupakan upacara selametan yang berlaku kepada ibu yang sedang hamil. Namun tidak semua ibu hamil dapat melakukan kebiadaan ini. Hanya dilakukan kepada ibu hamil yang usia kehamilannya sudah memasuki usia tujuh bulan. Selain itu, Tingkeban umumnya dilakukan kepada anak pertama.

Serangkaian prosesi acara adat dimana si ibu hamil ini akan dilakukan. Tujuannya agar anak dalam kandungan lahir dengan selamat dan sehat wal afiat serta dijauhkan dari segala macam penyakit.

10. Tradisi Babaran

Tradisi yang berlaku di Jawa Timur pada poin ini adalah bernama Babaran. Babaran ialah upacara sebagai respon dari kelahiran bai yang sudah selamat. Babaran ditujukan kepada tanda syukur kepada Sang Pencipta bahwa ibu dan anak yang diberikan keselamatan selama dalam proses melahirkan sang buah hati.

Kebiasaan ini dikenal sebagai upacara adat yang sangat kental di kalangan warga Kota Surabaya. Arti dari Babaran sendiri ialah melahirkan. Tidak heran jika upacara untuk merayakan kelahiran sang anak dan keselamatan sang ibu dikenal dengan kata tersebut.

Seiring berjalan waktu, sebagian masyarakat sudah mulai meninggalkan kebiasaan ini. Mereka berpadangan bahwa kegiatan tersebut bukanlah menjadi hal yang penting untuk dilaksanakan.

11. Tradisi Sepasaran

Tradisi-Sepasaran
Sumber : BudayaJawa.id

Tradisi Sepasaran merupakan kegiatan syukuran yang dilaksanakan oleh keluarga yang sudah dikaruniai momongan. Hanya saja kegiatan adat ini ditujukan kepada momongan yang sudah menginjak usia 5 hari. Pada tahap ini, pihak keluarga yang merayakannya akan meggelar sebuah proses syukuran sebagai ungkapan tanda syukurnya karena telah dikaruniai momongan.

Kabarnya, tradisi Sepasaran juga bisa dijumpai di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Sepertinya memang kebiasaan adat asli Jawa yang sudah mengakar di tengah – tengah masyarakat.

12. Tradisi Pitonan

Tradisi-Pitonan
Sumber : Pojokpitu

Pada poin ini kita masuk pada pembahasan yang bernama Pitonan. Tradisi Pitonan ialah upacara selametan yang digelar oleh masyarakat Kota Surabaya guna merayakan kelahiran anaknya dimana usia sang anak sudah menginjak usia tujuh bulan.

Tujuan dari digelarnya Pitonan ialah sebagai wujud simbol rasa syukur mereka atas kelahiran sang buah hati sang sudah diberkahi hingga umur 7 bulan.

13. Tradisi Labuhan Pantai Ngliyep

Labuhan-Pantai-Ngliyep
Sumber : Blogger

Upacara Labuhan Pantai Ngliyep berlaku pada warga yang dekat dengan daerah laut. Kebiasaan ini memiliki tujuan untuk menjaga keselamatan para nelayan dari ganasnya ombak pantai Selatan serta memohon berkah dengan cara mempersembahkan upeti kepada penguasa gaib sesuai dengan kepercayaan masyarakat setempat.

Kabarnya, tradisi yang mengandung mistis ini sudah berlangsung sejak ratusan tahun yang lalu, meskipun dulunya tidak sebesar sekarang ini.

Ketika puncak acara yang disebut Labuh atau Larung, aneka sesaji berupa makanan lezat serta berbagai hidangan sakral lainnya diceburkan ke laut. Umumnya dalam pemilihan waktu labuh ini, yaitu pada pertengahan bulan Maulud.

14. Tradisi Tedhak Siten

Tradisi-Tedhak-Siten
Sumber : Nyonyamelly

Tradisi Tedhak Siten dilakukan karena adanya kepercayaan sebagian warga setempat bahwa tanah mempunyai kekuatan gaib. Selain itu, adanya kepercayaan bahwa tanah dijaga oleh Bethara Kala. Dan karena itu si anak perlu dikenalkan kepa­da Bathara Kala sipenjaga tanah, melalui upacara yang disebut Tedhak Siten, agar Bathara Kala tidak marah. Sebab apabila Bathara Kala marah, akan menimbulkan suatu bencana bagi si- anak itu.

Untuk Bathara Kala tidak marah, maka dilaksankanlah tradisi adat ini selama bertahun – tahun oleh masyarakat setempat.

15. Tradisi Kebo-Keboan

Tradisi-Kebo-Keboan
Sumber : Detik.com

Setiap tahun masyarakat Banyuwangi berupaya keras mempertahankan kemurnian dan kesakralan kebudayaan mereka. Munculnya tradisi ritual kebo-keboan berawal karena terjadinya musibah Pagebluk. Ketika itu, semua warga diserang penyakit dan tanaman diserang hama yang merugikan manusia. Ada banyak warga kelaparan dan mati akibat penyakit misterius. Nah, seorang sesepuh, bernama Mbah Karti kabarnya mendapat wangsit dari semedinya di bukit untuk menggelar ritual kebo-keboan dan mengagungkan Dewi Sri.

Keajaiban yang tidak disangka muncul ketika ramai warga menggelar ritual Kebo-Keboan. Ada warga yang sakit mendadak sembuh dan hama yang menyerang tanaman padi sirna. Sejak saat itu, ritual kebo-keboan dilestarikan oleh masyarakat setempat. Muncul perasaan takut bagi mereka akan terkena musibah kembali jika tidak melaksanakannya.

16. Tradisi Labuh Sesaji

Tradisi-Labuh-Sesaji
Sumber : Blogger

Tradisi Labuh Sesaji merupakan salah satu kegiatan tahunan yang digelar di Telaga Sarangan. Waktu pelaksanaan tradisi ini pada bulan Ruwah, hari Jum’at Pon. Upacara Labuh Sesaji bertujuan sebagai ucapan terima kasih dari masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa. Masyarakat setempat beranggapan bahwa Telaga Sarangan merupakan hadiah dari Tuhan. Telaga tersebut dianggap bisa mendatangkan kemakmuran bagi masyarakat Magetan khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

17. Tradisi Kasodo

Pada poin ini, kita sampai di tradisi Kasodo yang digelar setiap tahun pada bulan purnama. Melalui kebiasaan adat ini, harapan masyarakat adalah memohon panen yang berlimpah atau meminta tolak bala dan kesembuhan atas berbagai penyakit. Kegiatan ini dilakukan dengan mempersembahkan sesaji, yaitu dengan melemparkannya ke kawah Gunung Bromo.

Masyarakat Tengger lainnya harus berada di tebing kawah dan meraih untuk menangkap sesaji yang dilemparkan ke dalam kawah.

Baca : Permainan Tradisional Jawa Timur

Demikian sudah uraian mengenai upacara adat khas Jawa Timur kami sampaikan pada kesempatan yang baik ini. Semoga bermanfaat kepada para pembaca. Jangan sungkan untuk menyampaikan kritik dan saran untuk pengembangan blog ini kedepannya.

Silahkan berkomentar