14+ Upacara Adat Khas Kalimantan Barat (Pontianak) dan Penjelasannya Lengkap

Posted on

Upacara adat Kalimantan Barat dan penjelasan atau keterangannya adalah informasi yang penting diketahui bagi warga Indonesia yang bukan cuma sebagai orang yang sedang belajar di sekolah atau kampus. Mereka (semua warga negara) yang dari berbagai status sosial sudah sepantasnya cari tahu apa saja tradisi atau kebiasaan adat yang berlaku di daerah Kalimantan Barat.

Pontianak merupakan ibukota dari propinsi Kalimantan Barat (Kalbar). Berdasarkan laman Wikipedia, hari jadi kota Pontianak jatuh pada tanggal 1 Januari 1957. Kalimantan Barat berbatasan darat dengan negara bagian Sarawak, Malaysia. Meski sebagian kecil wilayah Kalimantan Barat merupakan perairan laut, akan tetapi Kalimantan Barat memiliki puluhan pulau besar dan kecil (sebagian tidak berpenghuni) yang tersebar sepanjang Selat Karimata dan Laut Natuna yang berbatasan dengan wilayah Provinsi Kepulauan Riau.

Ada banyak hal yang bisa kita pelajari dari daerah Kalimantan Barat, mulai dari kesenian, kebudayaan, lagu daerahnya dan destinasi wisata serta objek-objek lainnya. Dan pada kesempatan kali ini, kami akan khusus membahas mengenai upacara adat khas Kalimantan Barat yang berjumlah belasan.

Sebelum kami menulis topik artikel ini, kami sudah menulis beberapa artikel terkait dengan tradisi nusantara. Kami pernah menulis artikel upacara adat Aceh, upacara adat Sumatera Utara, upacara adat Lampung dan upacara adat Sumatera Selatan. Sedang untuk daerah pulau Jawa, kami juga sudah menuntaskan tulisan yang berjudul : upacara adat Jawa Barat, upacara adat Jawa Tengah dan upacara adat Jawa Timur. Anda perlu membaca mengenai kumpulan artikel tersebut huna menambah wawasan yang bermanfaat.

Baiklah, tanpa berlama – lama lagi, langsung saja kita akan menulis mengenai topik kita pada kali ini.

Kumpulan upacara Adat Tradisional Khas Kalimantan Barat

1. Tradisi Saprahan

Sumber : Slideshare

Pada poin yang pertama ini, kita masuk kepada tradisi yang terkenal di Kalimantan Barat yang bernama Saprahan. Pada adat istiadat suku Melayu, kata Saprahan berasal dari kata “saprah” yang memiliki arti berhampar, yaitu budaya makan bersama (bareng) dengan cara duduk lesehan atau bersila di atas lantai secara berkelompok. Jumlah orang yang makan pada setiap kelompok mencapai enam orang.

Pada prosesi kebiasaan adat Saprahan dieglar, seluruh menu hidangan makanan disusun secara teratur di atas kain saprah. Penyusunan rapi tersebut juga mencakup peralatan dan perlengkapannya mencakup kain Saprahan, piring makan, kobokan beserta serbet, mangkok nasi, mangkok lauk pauk, sendok nasi dan lauk serta gelas minuman.

Akan ditemukan menu hidangan diantaranya, nasi putih atau nasi kebuli, semur daging, sayur dalca, sayur paceri nanas/terong, selada, acar telur, sambal bawang dan sebagainya. Lalu untuk minuman yang disajikan ialah air serbat berwarna merah.

Semua dimasak dengan alat masak tradisional ketika itu. Dan sekarang sepertinya sudah menggunakan alat masak modern pula.

2. Tradisi Nyagahatan

Tradisi Nyagahatan juga berasal dari daerah Kalimantan Barat. Pada pelaksanaan tradisi Nyagahatan umumnya ada yang ditunjuk sebagai pemimpin yang dalam hal ini biasanya dipimpin oleh petugas adat yang menangani padi yang disebut Tuha Tahut. Kebiasaan adat ini dilaksanakan pada sebuah tempat di dekat sawah (Panyugu).

Sebelum upacara adat digelar, suku Dayak setempat melakukan tahap menanam padi yaitu: ngerinteh jalai (merintis jalan), nebaeh (menebas), nebang (menebang), nunu umai (membakar lahan), menugal benih dan menanam bibit, mantun padi atau menyiang, ngetau atau panen padi, dan pengemasan padi. Tujuan dari ritual ini ialah untuk menghindari gangguan saat proses menanam padi, agar padi tumbuh subur dan menghasilkan panen yang menguntungkan.

Baca : Alat Pemanen Padi

3. Tradisi Ba’ayun Maulid

Sumber : Jejakrekam

Berikut ini merupakan tradisi yang berlaku juga di propinsi Kalimantan Barat yang bernam Ba’ayun Maulid. Apa yang beda dengan pelaksanaan Maulid di daerah lain? Pada pelaksanaan Ba’ayun Maulid di Kalbar, ada acara pembacaan syair- syair Maulid, disertai dengan prosesi dan ritual budaya Ba’ayun Anak, karena pelaksanaannya bertepatan dengan perayaan Maulid maka disebut juga Ba’ayun Maulid.

Ada pun lokasi pelaksanaanya adalah di dalam Mesjid atau biasa disebut mesjid keramat. Tujuan dari ritual ini supaya agar anak senantiasa sehat, cerdas, berbakti kepada orang tua dan taat beragama, sangat kontras dengan tempatnya yang dikeramatkan.

4. Tradisi Gawai Makai Taun

Sumber : Butew.com

Tradisi Gawai Makai Taun merupakan upacara tahun baru sebagai ucapan syukur kepada Petara (tuhan) atas rezeki yang telah diberikan dan memohon berkah-Nya untuk tahun yang akan datang. Kegiatan ini berdasarkan keyakinan masyarakat setempat.

Jika merujuk pada agama Islam yang mengajarkan hal rezeki, ada catatan penting yang harus diterapkan. Selain mengharapkan bertambahnya rezeki bagi seorang hamba, rezeki yang datang harus selalu bersamaan dengan keberkahan pula.

5. Tradisi Adat Buah

Tradisi Adat Buah merupakan salah satu upacara adat yang menjadi tradisi suku Dayak Pesaguan Kalimantan Barat. Kebiasaan adat ini digelar untuk menyambut musim buah dalam kehidupan masyarakat Pesaguan. Adapun tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah agar mendapat hasil panen yang melimpah dan bersyukur pada Tuhan.

Buah yang dipanen biasanya dijual kembali untuk menambah pendapatkan masyarakat setempat. Semakin berlimpah hasil panen buahnya, maka semakin meningkat pula finansial yang didapatkan.

6. Tradisi Sesaji (Batalah)

Sumber : Antarafoto

Suku Dayak di Kalimantan Barat melakukan biasanya akan melakukan upacara adat ketika kelahiran anak. Tujuannya untuk memberikan nama yang baik pada anak yang telah lahir (Batalah). Selain itu, tujuan lainnya ialah supaya anak senantiasa mendapat perlindungan dari Petara (Tuhan).

7. Upacara Naik Dango

Sumber : Kumparan

Naik Dango adalah acara rutin tahunan yang diadakan masyarakat Dayak di Kalimantan Barat sebagai ungkapan rasa syukur kepada Nek Jubata (sang pencipta) atas panen padi yang didapatkan pada musim panen tiba. Masyarakat ada juga memohon kepada Jubata agar hasil panen tahun depan bisa lebih baik. Kemudian masyarakat dihindarkan dari bencana dan malapetaka.

Kebiasaan adat Naik Dango ini didasari mitos asal mula padi menjadi popular di kalangan orang Dayak Kalimantan Barat, yakni cerita “Ne Baruankng Kulup” yaitu Kakek Baruangkng Yang Kulup karena tidak sunat. Acara ini menyajikan Nyangahathn (pembacaan mantra), dan juga ditampilkan berbagai bentuk budaya tradisional seperti permainan tradisional, dan berbagai bentuk kerajinan yang juga bernuansa tradisional.

8. Tradisi Nebe’e Rau (Tanam Padi)

Sumber : dictio

Upacara Nebe’e Rau/ Tanam Padi ini ialah upacara tahunan yang harus dilaksanakan oleh masyarakat setempat untuk kepentingan bersama. Upacara ini merupakan bentuk dari rasa syukur masyarakat Dayak atas ladang mereka yang bisa ditanami padi dengan harapan hasil yang mereka tanam sangat berlimpah.

Yang membuat unik dari upacara ini adalah pada durasi waktu pelaksanannya, yaitu upacara ini dilangsungkan selama satu bulan, disitu banyak sekali adat-adat Dayak yang dilakukan, diawali dari memberi makanan sang raja kampung (to’q) untuk menjaga kampung agar selalu terjaga dari kejahatan dan ancaman yang tidak diinginkan.

9. Tradisi Ngerangka’u

Kini kita sampai pada kegiatan adat di Kalbar yang bernuansa dengan kematian warga masyarakat adat yang bernama Ngerangka’u. Kata lain dari Ngerangka’u adalah Kematian yang bagi masyarakat Dayak Tunjung begitu sakral sifatnya. Mereka meyakini kegiatan ini bentuk dari kekeluargaan mereka untuk memberikan kenyamanan kepada Almarhum/mah ketika berada di sisi Tuhan. Umumnya, upacara Ngerangka’u ini digelar usai 40 (empat puluh) hari setelah kematian.

Didaerah lain, ada kesamaan juga. Dimana ada kebiasaan memperingati 40 hari meninggalnya seseorang. Biasa diadakan acara tahlil oleh sebagian umat Islam.

10. Acara Tradisi Pernikahan (Ngehawa’k)

Sumber : Blogger

Seperti pada umumnya, pernikahan menjadi suatu kegiatan yang sakral untuk dilaksanakan. Setiap daerah, dari Sabang sampai Merauke memiliki ciri khas tertentu dalam penggelarannya.

Di Kalimantan Barat, tradisi Pernikahan atau Ngehawa’k merupakan upacara umum yang sering dilakukan jika ada masyarakat Dayak yang hendak menikah. Pada tahap ini akan banyak benda-benda Adat yang ditampilkan, tergantung dari keturunan sang mempelai wanita/ pria. Jika wanita keturunan bangsawan maka pria wajib menyediakan sesuai dengan permintaan dari wanita. Biasanya sang pria akan berusahan semaksimal mungkin guna memenuhi permintaan calon pengantin wanita tersebut.

Disinilah benda-benda adat bisa diuangkan seperti dijelaskan diatas. Hukum adat juga akan berperan jika dari kedua mempelai melakukan perceraian dikemudian hari. Salah satu hukuman yang diberikan adalah berupa denda benda adat dan hukum adat sesuai dengan kesalahan dari kedua belah pihak. Tujuan dari pelaksanaan hukum adat ini untuk mencegah terjadinya perceraian, meski perceraian selalu saja terjadi bagi beberapa pasangan hidup.

Baca : Pengertian Hukum Adat

11. Tradisi Dahau

Sumber : kabarkukar

Pada poin ini, pembahasannya tradisi adat di Kalimantan Barat yang bernama Upacara Dahau. Arti dari tradisi ini adalah pemberian nama Anak. Kebiasaan adat ini merupakan upacara dari keturunan bangsawan atau orang terpandang dikampung dan hanya yang mampu saja yang bisa membuat upacara tradisional ini. Pada pelaksanannya, upacara Dahau ini dibuat besar-besaran dan undangannya dari berbagai tempat yang didiami Dayak. Butuh waktu selama 1 bulan untuk melaksanaannya. Selama kegiatan, banyak pertujukkan yang disajikan, seperti ritual-ritual adat daerah setempat.

12. Kegiatan Adat Ngampar Bide

Sumber : Tribunnews

Kegiatan adat atau tradisi Ngampar Bide merupakan bagian dari upacara adat di Kalimantan Barat. Kebiasaan ada ini adalah acara gelar tikar. Ngampar Bide merupakan sebuah upacara yang digelar suku Dayak sehabis panen padi. Bisa disebut upacara ini merupakan ungkapan syukur kepada Nabi Norseri atau Dewi Sri menurut ajaran adat mereka. Tidak hanya itu, selain bersyukur, tujuan dari dilaksanakannya Ngampar Bide juga berisi doa dan harapan agar panen tahun mendatang lebih baik dari panen tahun sekarang.

13. Tradisi Ritual Tiwah

Sumber : voinews

Tradisi Ritual Tiwah merupakan upacara tradisional di Kalimantan Barat yang menghubungkan dengan orang yang sudah meninggal, yaitu mengantarkan tulang belulang kerangka orang mati menuju suatu rumah yang ukuran kecil. Rumah tersebut memang sengaja di buat untuk menyimpan tuang belulang orang yang meninggal. Warga sekita menamakan rumah tersebut dengan nama Sandung.

14. Tradisi Wadian/Bulian

Sumber : Umm

Tradisi Wadian juga termasuk bagian upacara yang berlaku di Kalimantan Barat. Tradisi Wadian ini ialah upacara pengobatan pada suku Dayak Bawo atau Bulian pada suku Melayu pedalaman (Suku Melayu Petalangan/Suku Talang mamak). Wadian merupakan salah satu upacara adat suku Dayak (Dusun, Maanyan, Lawangan, Bawo) yang menganut Kaharingan diantaranya dalam rangka pengobatan terhadap orang sakit. Pada zaman dahulu kala, saat pengobatan medis tidak semaju saat ini, masyarakat Dayak memanfaatkan jasa Wadian untuk mengobati sakit yang mereka derita atau alami.

Untuk waktu pelaksanaan tradisi ini sangat tergantung dari parah tidaknya penyakit yang diderita. Biasanya, upacara Wadian dapat berlangsung selama 7 hari. Berdasrkan informasi yang didapatkan, jenis Wadian antara lain: ada Wadian Pangunraun (Pangunraun Jatuh,Pangunraun Jawa), Wadian Dapa, Wadian Tapu Unru, Wadian Dadas, Wadian Bawo, Wadian Bulat. Seiring berjalannya waktu, pengobatan model wadian telah dikembangkan sedemikian rupa dan menjadi salah satu kesenian daerah yang dapat dinikmati sebagai sebuah atraksi kesenian yang menghibur selain mengobati.

Baca : Rumah Adat Kalimantan Barat

Demikian kami sampaikan informasi tentang upacara adat khas Kalimantan Barat untuk para pembaca yang budiman. Semoga saja isi dari konten ini memberikan banyak manfaat. Bagi Anda yang ingin datang langsung ke Pontianak atau Kalimantan Barat, Anda dapat melihat alamat rental mobil Pontianak atau menggunakan alat transportasi darat lainnya.