Usai Diperiksa Polisi, Ketua Pemuda Muhammadiyah Dahnil Heran Soal ‘Mata Elang’ dan Bilang Begini

Posted on

Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak telah menjalani pemeriksaan oleh sembilan penyidik di Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Proses pemeriksaan ini berlangsung hampir memakan waktu selama 8,5 jam. Pasalnya Dahnil tiba di Polda sekitar pukul 14.00 WIB dan selesai pukul 22.36 WIB.

Menurut pengakuan Dahnil, selama pemeriksaan, dia hanya menyampaikan jika dirinya merasa pesimis kepada polisi, yang belum menuntaskan kasus kekerasan penyiraman terhadap Novel Baswedan. “Pesimis dengan polisi mau menuntaskan kasus ini,” tutur Dahnil.

Selama hampir 9 jam itu, Dahnil dicecar dengan 24 pertanyaan. Akan tetapi dalam pertanyaan tersebut menurutnya, pihak penyidik tidak menanyakan tentang mata elang, yang sempat disinggung oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya.

“Misalnya pemeriksaan saya ini terkait dengan yang ada di media, Pak Argo menyebut karena mata elang. ternyata gak ada satupun pertanyaan terkait itu,” jelas pendiri Madrasah Antikorupsi tersebut, seperti dilansir Pojoksatu.

Di lain pihak, atas pernyataannya yang mengkritik pihak kepolisian karena lamban menangani kasus penyiraman air keras penyidik KPK Novel Baswedan, Dahnil meminta agar pihak kepolisian tak alergi menerima kritikan dari manapun. Dengan lugas Dahnil menuturkan jika dirinya tidak akan segan-segan mengkritik aparat kepolisian, jima kasus ini masih belum tuntas. “Saya akan terus mengkritik proses penyelesaian kasus ini,” tandasnya.

Meski begitu, Dahnil menyarankan agar pihak kepolisian juga mendorong kinerja tim gabungan pencari fakta. Bukan tanpa alasan, menurut Dahnil dengan adanya tim tersebut diharapkan kasus Novel yang 9 bulan terabaikan dapat segera diselesaikan.