Usai Nyinyir ke Cadar, 3 Musibah Ini Melanda Menag Lukman

by
Menteri Agama Lukman Hakim (Gambar: Tempo)

Pasca tragedi bom di Surabaya, Menag Lukman angkat bicara yang dimuat banyak media. Salah satunya Lukman mengomentari cadar yang kerap di pakai para muslimah.

Menag berharap wanita bercara bisa memberikan rasa aman.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin meminta agar perempuan pengguna cadar memahami kondisi sebagian masyarakat saat ini yang mungkin memiliki pandangan tertentu menyusul terjadinya serangan bom bunuh diri di Surabaya, Jawa Timur selama dua hari terakhir.

“Tentu bagi pengguna cadar itu sendiri, agar betul-betul bisa memahami situasi dan lingkungannya karena sekarang sebagian masyarakat kita ada semacam keresahan atau kekhawatiran, atau mungkin bahkan kecurigaan terhadap mereka-mereka yang menggunakan cadar,” kata Lukman di kantornya, Selasa (15/5).

Dengan demikian, Lukman mengimbau kepada pengguna cadar menjaga sikapnya agar tidak menarik perhatian. Menag mengimbau, mereka bisa memberi rasa aman terhadap sekitar dan menunjukkan bahwa tidak semua pengguna cadar berbuat atau melakukan tindakan teror.

“Maka sudah pada tempatnya bagi mereka-mereka yang menggunakan cadar untuk bisa memberikan rasa aman kepada lingkungannya dengan berbagai cara, tentu menunjukkan bahwa dirinya sama sekali bukanlah ancaman terkait dengan keselamatan dan keamanan lingkungan dia berada,” kata Lukman, dilansir CNN Indonesia.

Merspon pernyataan Menag Lukman, sebagian wanita yang menggunakan cadar menyampaikan aspirasinya dengan berbagai cara. Ada yang membuat video, ada yang kampanye di Patung Kuda dengan menyatakan bahwa wanita muslimah bercadar tidak membahayakan.

Berikut salah satu aspirasi yang sudah dilakukan:

Belum ada kata maaf Menag Lukman kepada muslimah bercadar, kini musibah pun menghampirinya. Program rilis 200 nama mubalig Kemenag ternyata jadi blunder bagi dirinya sendiri. Publik menilai, Menag Lukman membuat suasana tidak aman di bulan Ramadhan 1439 H.

Singkatnya berikut ini 3 musibah yang dialami Menag Lukman.

1. Dinilai Pecah Belah Umat Islam

Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Hanafi Rais menyatakan, keputusan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin itu dapat memecah belah umat Islam.

“Umat Islam jadi resah dan malah mengakibatkan adu domba di antara umat Islam sendiri di Indonesia,” tegas dia dalam surat elektronik yang dikirimkan ke redaksi, Jakarta, Minggu (20/5/2018).

Sumber: http://pojoksatu.id/news/berita-nasional/2018/05/20/pan-menteri-agama-pecah-belah-umat-islam/

2. Nama Mubaligh Yang masuk 200 Daftar Protes

Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Ketua PP Muhammadiyah Dahnil Anzar Simajuntak dan Ustadz Fahmi Salim, Yusuf Mansur adalah ustadz yang namanya dimasukan dalam daftar 200 nama mubaligh Kemenag. Namun ketiga ustadz tersebut meminta namanya di keluarkan.

Hal ini menandakan bahwa Kemenag dibawah pimpinan Menteri Agama Lukman tidak melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada ustadz yang bersangkutan.

Selain itu, Ketua PP Muhammadiyah Dahnil Anzar Simajuntak menilai daftar 200 nama mubalig kemenang berpotensi menimbulkan perpecahan ulama.

Baca: Dahnil: 200 Daftar Mubalig Kemenag Bikin Perpecahan Ulama

3. Menag Lukman Rontokkan Citra Jokowi

Hal ini diungkapkan oleh peneliti senior Lingkaran Survei Indonesia (LSI Denny JA), Toto Izul Fatah, Sabtu (19/5/2018) .

“Sangat disesalkan pilihan sikap Menteri Agama yang ceroboh dan tidak peka dengan perkembangan situasi politik saat ini, Presiden Jokowi sedang gencar membangun komunikasi harmonis dengan kalangan Islam, khususnya para tokoh tokoh Islam, tiba-tiba mengeluarkan rilis rekomendasi 200 Dai,” ungkap Toto, dilansir Tribunnews.

Baca: Niatnya Mau Cari Perhatian Jokowi, Menag Lukman Malah Rontokkan Citra Jokowi

Kini sorotan publik mengarah ke Menag Lukman. Apakah akan akan terus mempertahankan programnya yang kontrovesioal itu, atau mencabutnya kemudian meminta maaf kepada umat Islam.

Tidak lupa, bisa dengan lapang dada meminta maaf kepada wanita muslimah yang mengenakan bercadar.

Loading...

Silahkan Berkomentar