Warga AS Diprediksi Habiskan USD 19,6 M untuk Rayakan Valentine

Posted on

Hari Valentine seolah telah menjadi tanggal penting bagi perekonomian Amerika Serikat (AS). Dikutip dari situs resmi National Retail Federation, Selasa (13/2) oleh Kumparan, tahun ini warga AS diperkirakan akan menghabiskan USD 143,56 per orang untuk membeli hadiah.

Dari jumlah populasi AS, ada sekitar 55% yang akan merayakan Valentine. Sehingga jika ditotal, belanja nasional Amerika untuk Valentine diperkirakan berkisar USD 19,6 miliar.

Total belanja tersebut naik dibanding tahun lalu yang menyentuh USD 18,2 miliar. Total belanja tahun ini angka tertinggi kedua dalam sejarah 15 tahun survei tersebut. Rekor tertinggi terjadi pada 2016 ketika warga AS menghabiskan USD 146,84 per orang dengan total belanja nasional USD 19,7 miliar saat Valentine.

“Orang AS berharap dapat dimanjakan dan memanjakan orang yang mereka cintai dengan bunga, permen, makan malam di hari Valentine,” ungkap Presiden dan CEO NRF Matthew Shay.

Survei tahun ini menunjukkan konsumen berencana untuk menghabiskan USD 146,84 yang terbagi dalam beberapa pengeluaran yang ditujukan untuk orang-orang terkasih. Hasil survei menunjukkan sebagian besar dari pengeluaran ditujukan bagi pasangan yaitu sebesar USD 88,98 (total USD 12,1 miliar).

Selain itu sebesar USD 25,29 akan dibelanjakan untuk anggota keluarga lainnya seperti anak-anak atau orang tua (total USD 3,5 miliar), USD 7,26 untuk teman sekelas anak-anak/guru (total USD 991 juta), USD 7,19 untuk teman (total USD 982 juta), USD 5,50 untuk hewan peliharaan (USD 751 juta) dan USD 4,79 untuk rekan kerja (USD 654 juta). Mereka yang berusia antara 25-34 tahun akan menjadi pembelanja terbesar dengan rata-rata USD 202,76.

Sedangkan uang tersebut biasanya digunakan untuk membeli beberapa barang yang dapat mengekspresikan kasih sayang di Valentine. Berdasarkan survei, warga AS akan menghabiskan USD 4,7 miliar (19%) untuk perhiasan, USD 3,7 miliar untuk makan malam (35%), USD 2 miliar untuk membeli bunga (36%), USD 1,9 miliar untuk membeli pakaian (17%), USD 1,5 miliar untuk membeli kartu hadiah/gift certificate (15%) dan USD 894 juta untuk kartu ucapan (46%).

Tercatat pula lebih banyak konsumen berencana membeli permen tahun ini. Sebanyak 55% warga AS mengatakan bahwa mereka akan memberi hadiah permen. Jika ditotal, sekitar USD 1,8 miliar akan dihabiskan masyarakat Amerika untuk membeli permen. Angka ini meningkat 50% dibanding tahun lalu.

Hadiah berorientasi pengalaman seperti tiket konser atau acara olahraga juga masih menjadi populer. Sebanyak 42% konsumen menginginkan hadiah tersebut, namun hanya 24% yang mau memberikannya. Mereka yang berusia 25-34 adalah yang paling mungkin untuk memberikan hadiah tiket dengan jumlah sebesar 41%.

Hampir sama dengan tahun lalu, konsumen berencana berbelanja di toserba sebanyak 35%, toko diskon sebanyak 32%, online sebanyak 29%, toko khusus sebanyak 19%, toko bunga 17%, dan usaha kecil lokal 14%.

Tak hanya memanjakan orang terdekat, lebih dari seperempat konsumen (27%) memiliki alternatif untuk menghabiskan waktu bagi diri mereka sendiri. Sehingga Hari Valentine merupakan cara lain untuk tidak hanya memanjakan orang yang mereka cintai tapi juga diri mereka sendiri.