Keheranan Ust. Felix Tinggal Di Indonesia: Islam Milih Pemimpin Muslim Kenapa Dituduh Intoleransi?

Posted on

Setelah menjadi mualaf, Ustadz Felix Siauw menemukan fenomena yang mengusik hidupnya. Dalam hidup berbangsa dan bernegara di Indonesia ada kejadian yang seharusnya dianggap wajar tapi tidak bagi “mereka”. Sedang sesuatu yang sudah seharusnya tidak lazim, malah dinilai oleh “mereka” sebagai hal yang pantas alias lumrah saja.

Atas kegelisahan itu, Ustadz muda ini menuliskan beberapa catatan yang menyentak alam logika.

Berikut isinya:

Kalau rakyat mayoritas Hindu menghendaki pemimpin yang seagama, maka itu wajar, itu demokratis. Giliran Muslim yang menghendaki pemimpin seagama, ini intoleransi

Ust. Felix: Mayoritas Rasa Minoritas! Hindu Pilih Pemimpin Hindu = Wajar, Demokratis. Islam Milih Pemimpin Muslim = Intoleransi

Syaikh Palestina : Saya Sangat Yakin, Umat Islam Indonesia Yang Akan Membebaskan Al-quds

Hercules Mantan Preman Setelah Mualaf: ” Sekarang Saya Siap Keluar Masuk Penjara Bahkan Mati Membela Islam”

Ini Orang Paling Bertanggung Jawab Basmi Akun-akun Islam, Saat Ditemui Malah Ngumpet

Bila ada orang Buddha mempraktekkan keyakinannya, isi dari yang mereka yakini kitab suci, itu religius. Bila Muslim yang ingin mempraktekkan kitabnya, ini radikalisme

Ada aliran kepercayaan berbeda-beda di negeri, dikatakan ini kearifan lokal. Islam agama yang sudah diakui, punya banyak madzhab berbeda-beda, dikatakan Islam terpecah-belah

Suku pedalaman telanjang dikatakan budaya bangsa, tapi siswi yang mau menutup aurat dikatakan kearab-araban, harus diawasi, dituduh benih-benih ekstrimisme

Perilaku kaum Nabi Luth yang menjijikkan dikatakan lumrah, harus diterima sebagai bagian keberagaman. Sedangkan ide penerapan syariah dan khilafah dianggap terorisme

Pejabat preman, mengumbar fitnah, punya imunitas hukum, katanya sedang melaksanakan tugas. Ulama ikhlas, dijerat dengan pasal mesum, yang tak pernah terbukti

Pelaku makar, membawa senjata, tegas-tegas menantang perang, dilabeli kelompok kriminal bersenjata. Sedang yang menenteng bendera tauhid, dianggap makar

Uang haram, hasil korupsi, pelakunya melenggang. Sedangkan pemeriksanya dikriminalisasi, juga melenggang pelakunya. Penjahat dimuliakan, ulama dianggap penjahat

Begitu kejujuran mahal di negeri ini. Keadilan pun timpang. Menjadi Muslim di negeri mayoritas Islam, tidak semudah dan seenak yang dikira penduduk dunia

Asal anda Islam anda harus salah atas nama keberagaman, toleransi, dan demokrasi. Asal anda mengaku nasionalis, anda bisa jadi penjahat paling kejam sekalipun

Tapi Allah punya cara dan rencana akan agamannya, serta mereka yang setia pada Al-Qur’an dan As-Sunnah, dengan cara yang tak terbayangkan oleh manusia

Tetap sabar dalam dakwah, sebelum kita para Nabi saksikan kepongahan yang lebih dzalim dari saat ini. Tapi pada akhirnya, saat datang kebenaran, lenyaplah kebatilan. Sungguh kebatilan itu akan dilenyapkan oleh Allah

oleh: ust felix siauw

Silahkan berkomentar